RM.id Rakyat Merdeka - Presiden AS Donald Trump diperlakukan istimewa oleh Presiden China Xi Jinping, dalam kunjungan kenegaraan ke Negeri Tirai Bambu pada 13-15 Mei 2026. Betapa tidak, sebelum kembali ke negaranya pada Jumat (15/5/2026) siang, Trump mendapat kesempatan menyusuri pusat kekuasaan China di Zhongnanhai, yang di dalamnya terdapat Kantor Pusat Partai Komunis China dan Dewan Negara (Pemerintah Pusat). Serta kediaman para pemimpin tertinggi China, termasuk Presiden Xi Jinping.
Di tempat yang dijaga ketat itu, Jinping mengajak Trump minum teh bersama, makan siang, dan pembicaraan yang bermuatan politik tentunya. Jinping bahkan menawarkan Trump bibit mawar sebagai hadiah.
Zhongnanhai yang merupakan pusat kekuasaan utama China, kadang dibandingkan dengan Gedung Putih atau Kremlin. Hanya segelintir pemimpin Amerika yang pernah melangkah melewati tembok-tembok merah tua berusia ratusan tahun, yang memisahkan kompleks ini dari bagian ibu kota lainnya.
Akses ke kompleks ini diawasi dengan sangat ketat oleh unit militer elit yang bertanggung jawab atas keselamatan pribadi para pemimpin partai tingkat atas.
Baca juga : Trump Keliling Zhongnanhai, Jinping: Tak Semua Pemimpin Asing Diajak ke Sini
Mengapa Trump bisa mendapat akses eksklusif ke Zhongnanhai? Jinping mengatakan, hal itu merupakan bentuk ucapan terima kasih karena Trump telah menjamunya dengan hangat di kediaman pribadi, resor Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida, AS pada 6 April 2017.
Pertemuan di Zhongnanhai adalah momen pertama kali kedua pemimpin negara besar itu bertemu, setelah Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025. Sebelumnya, Trump mengunjungi China pada 8-10 November 2017 di masa jabatan pertamanya.
"Zhongnanhai – yang namanya diambil dari dua danau besar yang terletak di dalam wilayahnya – adalah tempat para pemimpin Partai Komunis China dan Pemerintah Pusat bekerja dan tinggal, termasuk saya sendiri,” kata Jinping kepada Trump, Jumat (5/5/2026).
"Setelah Republik Rakyat China berdiri pada tahun 1949, kami (partai komunis) telah berada di sini, termasuk para pemimpin seperti Mao Zedong, Zhou Enlai, Deng Xiaoping, Jiang Zemin, Hu Jintao, dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Baca juga : IPR: Penunjukan Qodari Pimpin Bakom Tepat, Perkuat Komunikasi Pemerintah
Mengutip CNN International, Zhongnanhai dulunya adalah taman kekaisaran, yang digunakan oleh kaisar untuk bersantai dan menikmati waktu luang ketika mereka tidak tinggal dan bekerja di Kota Terlarang Beijing. Setelah era kekaisaran Tiongkok berakhir pada tahun 1912, Zhongnanhai berubah fungsi menjadi kompleks kepresidenan.
Beberapa dekade kemudian, Mao Zedong menjadikan Zhongnanhai sebagai pusat kekuasaan politik, setelah kemenangan komunis dalam perang saudara China. Saat itu, Mao Zedong sengaja tidak memilih Kota Terlarang sebagai kantornya – karena ingin menjauhkan China baru dari sistem kekaisaran masa lalu yang gagal.
Selain itu, bekerja dan tinggal di istana kaisar sebelumnya akan bertentangan dengan ideologi Partai Komunis tentang konsep "melayani rakyat."
Riwayat Kunjungan Presiden AS
Presiden ke-37 AS Richard Nixon bertemu Mao Zedong di Zhongnanhai dalam kunjungan bersejarahnya pada tahun 1972, menandai pertama kalinya seorang presiden Amerika mengunjungi Negeri Tirai Bambu. 30 tahun berselang, Presiden George W. Bush menyambangi Zhongnanhai, bersama dengan Presiden China saat itu, Jiang Zemin.
Baca juga : Menko Polkam Ajak Media Bersinergi Lawan Hoaks Dan Perkuat Ketahanan Nasional
Presiden AS terakhir yang mengunjungi Zhongnanhai adalah Barack Obama, dia bertemu Jinping di sana pada tahun 2014. Media pemerintah melaporkan, kedua pemimpin negara itu membahas sejarah modern China. Saat itu, Obama diundang untuk mengunjungi pulau buatan Yingtai yang jarang terlihat, letaknya terpencil di tengah danau di Zhongnanhai.
Pulau tersembunyi ini memiliki makna sejarah yang khusus, dan pernah menjadi tempat pemenjaraan seorang kaisar menjelang akhir Dinasti Qing ketika ia dilengserkan dari kekuasaan di tengah kudeta yang gagal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.