Dark/Light Mode

Menyusuri Pusat Kekuasaan China

Trump Keliling Zhongnanhai, Jinping: Tak Semua Pemimpin Asing Diajak ke Sini

Jumat, 15 Mei 2026 15:06 WIB
Presiden China Xi Jinping (kiri depan) dan Presiden AS Donald Trump (kanan depan), usai berkeliling Taman Zhongnanhai, Beijing, Jumat (15/5/2026). (Foto: Reuters)
Presiden China Xi Jinping (kiri depan) dan Presiden AS Donald Trump (kanan depan), usai berkeliling Taman Zhongnanhai, Beijing, Jumat (15/5/2026). (Foto: Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendapat kesempatan istimewa mengunjungi Zhongnanhai, di hari terakhir kunjungan kenegaraan ke China, Jumat (15/5/2026). Maklumlah, tak sembarang pemimpin asing bisa mengakses kompleks eksklusif sekaligus pusat kekuasaan China. 

Zhongnanhai yang berlokasi di jantung Beijing, merupakan bekas taman kekaisaran yang di dalamnya terdapat Kantor Pusat Partai Komunis China (PKC) dan Dewan Negara (Pemerintah Pusat). Serta tempat tinggal para pemimpin tertinggi China, termasuk Presiden Xi Jinping. Area dekat Lapangan Tiananmen ini dijaga sangat ketat, tidak terbuka untuk umum. 

"Bolehkah saya bertanya kepada Presiden, apakah beliau mengajak para pejabat tinggi dari negara lain, presiden atau perdana menteri, ke tempat ini?" tanya Trump, saat ia dan Xi berdiri bersama penerjemah di Taman Zhongnanhai.

"Sangat sedikit. Kami biasanya tidak mengadakan acara diplomatik di sini. Bahkan, setelah kami mulai mengadakan beberapa acara, itu pun masih sangat jarang," jawab Xi.

"Sebagai contoh, Putin. Presiden Rusia telah mengunjungi Zhongnanhai beberapa kali dalam kunjungannya ke China.

Baca juga : Gerakan Ayah Mengantar Anak Simbol Pembaruan Pengasuhan

Trump pun menjawab simpel. "Bagus. Saya menyukainya," kata Trump.

Makan Siang Jinping-Trump

Agenda pertemuan Jinping-Trump di Zhongnanhai dibuat dalam format delegasi yang jauh lebih kecil dan intim dibanding pertemuan formal di Great Hall of the People pada Kamis (14/5/2026). Di tempat ini, Jinping mengajak Trump menikmati jamuan minum teh bersama secara personal, menggelar working lunch secara tertutup, sebelum Presiden ke-45 dan 47 AS itu kembali ke negaranya pada Jumat (15/5/2026) siang.

Mengutip info Gedung Putih, menu makan siang Jinping dan Trump antara lain terdiri dari sup seafood dengan daging ikan kod cincang; bakso lobster goreng renyah; fillet daging sapi panggang isi jamur morel; ayam kung pao dan kerang; sayuran rebus, rebung, jamur, dan kacang-kacangan; daging sapi rebus dalam roti; pangsit kukus isi babi dan udang; brownies cokelat, buah-buahan dan es krim; serta kopi dan teh. 

Dalam pertemuan dengan Jinping, Trump membahas sejumlah hal penting seperti kepemilikan senjata nuklir Iran, pembukaan Selat Hormuz untuk jalur energi, soal Taiwan, dan rencana China membeli minyak dan kedelai dari AS. 

Hadiah Bibit Mawar 

Dalam jam-jam terakhir pertemuan dengan Trump, Jinping memperlihatkan pepohonan berusia ratusan tahun di kompleks Zhongnanhai yang dikelilingi tembok di Beijing. Trump menyatakan keterkejutannya, ketika mengetahui beberapa pohon tersebut berusia 1.000 tahun.

Baca juga : Cekcok Trump Vs Zelensky Jadi Tontonan, Ini Kata Pemimpin Dunia

"Izinkan saya memberi tahu Anda, semua pohon di sisi ini berusia lebih dari 200 hingga 300 tahun. Di sana, ada beberapa pohon yang berusia lebih dari 400 tahun," kata Xi melalui seorang penerjemah, sambil menunjuk ke beberapa batang pohon yang menjulang tinggi, seperti dikutip Reuters.

Trump lalu menjawab, "Apakah mereka hidup selama itu?". Xi menambahkan, "Di tempat lain, juga ada pohon-pohon berusia 1.000 tahun".

Mengutip BBC, dalam pidatonya, Jinping menggambarkan Zhongnanhai, tempat ia menjamu Trump pagi ini, sebagai tempat para pemimpin tertinggi China bekerja dan tinggal, termasuk dirinya. 

"Tempat ini dulunya merupakan bagian dari taman kekaisaran, ada banyak sejarah di kompleks ini," kata Xi, sambil memperlihatkan pohon tua berusia 490 tahun kepada Trump.

Jinping kemudian mengatakan akan mengirimkan benih mawar China di Taman Zhongnanhai kepada Trump sebagai hadiah. "Saya suka itu, itu bagus sekali," kata Trump.

Baca juga : Menyusuri Jejak Mandela Di Johannesburg, Prof Tjandra: Tak Ada Yang Tak Mungkin

Dalam pidato bersama tersebut, Xi menyatakan kedua pemimpin telah mencapai bentuk hubungan bilateral baru yang konstruktif. Dia menyebutnya sebagai tonggak sejarah.

Kunjungan Trump ke China pada 13-15 Mei 2026 merupakan kunjungan pertama Presiden AS dalam sembilan tahun terakhir. Sebelumnya, Trump mengunjungi China pada November 2017, di masa kepemimpinan pertamanya. Presiden AS setelahnya, Joe Biden (2021-2025) tidak pernah melakukan lawatan sama sekali ke China.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.