RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kehakiman Filipina memerintahkan aparat personel kepolisian untuk menangkap Senator Ronald dela Rosa alias Bato. Politisi mantan Kepala Kepolisian Filipina di era Presiden Rodrigo Duterte tengah dicari Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
"Bato akan dilacak dan siapa pun yang membantunya menghindari penangkapan akan menghadapi konsekuensi tegas," ujar Menteri Kehakiman Fredderick Vida dikutip Yahoonews, Kamis (21/5/2026).
Vida tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai petunjuk yang dimiliki pihak berwenang tentang keberadaan Bato, yang dicari karena dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Baca juga : Juara Thailand Open, Leo/Daniel Bidik Momentum Kebangkitan Menuju Olimpiade
Pengacaranya mengatakan kliennya berada di Filipina.
"Kami sedang menyelidiki info ini agar keadilan dapat ditegakkan segera," tambah Vida.
Vida mengatakan, surat perintah penangkapan ICC terhadap Bato tertanggal November sudah diterima pihak Filipina.
Baca juga : Direksi Pertamina Patra Niaga Raih Satyalancana Pembangunan dari Pemerintah RI
Usaha penangkapan Bato berlangsung dramatis pada Rabu (13/5/2026), setelah enam bulan dia bersembunyi dan berlindung di Senat. Insiden baku tembak terjadi di Gedung Senat Filipina dalam upaya penangkapannya. Namun pada 14 Mei, dia dikabarkan menghilang.
Bato membantah menghasut atau terlibat dalam pembunuhan ilegal selama perang melawan narkoba pada masa kepresidenan Duterte pada 2016-2022.
Selama itu, ribuan pengguna dan terduga pengedar obat-obatan terlarang tewas dalam operasi polisi.
Baca juga : Sentra Bawang Merah Jawa Timur Panen, Pasokan Nasional Terkendali
Duterte kini tengah ditahan di Den Haag, Belanda, setelah petugas ICC melakukan penangkapan pada tahun lalu. Dia diadili dengan tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan. Meski demikian, Duterte teguh membantah dirinya bersalah.
Bato, yang merupakan loyalis putri Duterte, Wakil Presiden Sara Duterte, mempertahankan popularitasnya di dunia politik Filipina. Sejak mundur dari posisi petinggi kepolisian, Bato bahkan masih dapat duduk sebagai senator.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.