RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Kuba menerima gelombang pertama bantuan beras dari China, Sabtu (23/5/2026). Beras sebanyak 15 ribu ton yang dikirim ini merupakan bagian dari 60 ribu ton beras untuk rakyat Kuba dari Pemerintah Negeri Panda.
Bantuan tersebut memberi angin segar bagi rakyat Kuba yang tengah merasakan krisis makanan dan energi akibat blokade dari Amerika Serikat (AS).
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengucapkan rasa terima kasihnya di akun X, Minggu (24/5/2026).
“Terima kasih banyak atas solidaritas rakyat China yang tanpa ragu membantu rakyat kami. Situasi di Kuba sudah seperti genosida,” tulis Diaz-Canel dikutip dari Al Jazeera, Senin (25/5/2026).
Upacara serah terima bantuan beras gelombang pertama dihadiri Duta Besar (Dubes) China untuk Kuba Hua Xin, Wakil Perdana Menteri Kuba Oscar Perez-Oliva Fraga dan Menteri Perdagangan Betsy Diaz Velazquez.
Sejak Januari 2026, AS telah meningkatkan sanksi terhadap Kuba. Meski Presiden AS Donald Trump berupaya mengekang pengaruh China yang semakin besar di Amerika Latin, Kuba semakin bergantung pada negara adidaya Asia itu untuk mendapatkan bantuan.
Baca juga : Sabrina Chairunnisa, Bekukan Sel Telur Di AS
Sebelumnya, China sudah menyumbangkan panel surya ke Kuba untuk membantu memperbarui jaringan energi yang sudah tua dan mengalihkan negara pulau tersebut dari bahan bakar fosil. Menurut Badan Energi Internasional, saat ini Kuba mengimpor hampir 60 persen pasokan minyaknya.
Sejak awal tahun ini, Pemerintah Trump telah memblokir ekspor minyak ke Kuba. Blokade minyak de facto dimulai pada 3 Januari 2026. Blokade ini bertepatan dengan AS melancarkan operasi militer untuk menculik dan memenjarakan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Trump kemudian mengumumkan tidak akan ada lagi minyak atau dana yang akan ditransfer dari Venezuela ke Kuba.
Pada akhir April, Trump juga mengeluarkan perintah eksekutif yang mengidentifikasi Kuba sebagai ancaman yang tidak biasa dan luar biasa bagi AS. Trump juga mengancam sanksi ekonomi kepada negara mana pun yang memasok minyak ke Kuba.
Sejak saat itu, hanya satu kapal tanker Rusia yang diizinkan merapat ke pulau tersebut. Awal Mei ini, Menteri Energi Vicente de la O Levy mengumumkan, persediaan minyak Kuba telah habis.
Meski Kuba bukanlah negara yang asing dengan pemadaman listrik, krisis baru-baru ini telah menyebabkan pemadaman listrik di seluruh pulau dan menghentikan layanan publik. Termasuk transportasi dan perawatan medis di banyak daerah.
Baca juga : Antusias Panen Udang di Kebumen, Prabowo Ikut Tarik Jaring dengan Nelayan
Namun, Trump terus memberlakukan sanksi dalam upaya nyata untuk memaksa perubahan rezim. Taipan real estate itu juga berulang kali mempertimbangkan respons militer jika Kuba gagal memenuhi tuntutannya.
“Presiden terdahulu telah mempertimbangkan hal ini selama 50 tahun, 60 tahun, melakukan sesuatu dan tampaknya saya yang akan melakukannya,” tegas Trump.
Namun, negosiasi antara kedua negara kemungkinan akan tegang setelah Pemerintah Trump menjatuhkan dakwaan pembunuhan terhadap mantan Presiden Kuba Raul Castro, atas penembakan jatuh dua pesawat pada 1996.
Sejak 1960-an, Kuba berada di bawah embargo perdagangan AS yang telah melemahkan perekonomiannya. Para pejabat AS menyalahkan Pemerintah Kuba atas salah urus ekonomi dan penindasan terhadap rakyat, khususnya para pembangkang politik.
Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, Pemerintahan Trump menawarkan bantuan kemanusiaan sebesar 100 juta dolar AS (Rp 1,7 triliun) kepada Kuba, dengan syarat Kuba menerapkan reformasi sesuai keinginan AS.
“Rakyat Kuba harus tahu ada bantuan makanan dan obat-obatan senilai 100 juta dolar AS yang tersedia bagi mereka saat ini. Ini kepentingan nasional kami untuk menjadikan Kuba yang makmur, bukan negara gagal yang berjarak 90 mil dari pantai kami,” cuit Rubio di platform X.
Baca juga : Sumatera Blackout, ESDM Turun Tangan
Presiden Diaz-Canel menolak tegas bantuan tersebut. Kuba pun berupaya mencari dukungan dan bantuan dari negara-negara sahabat seperti Rusia dan China.
Dia juga mendesak AS untuk mencabut blokade energi dan perdagangan untuk Kuba.
Meski ketegangan meningkat, pembicaraan antar Pemerintah AS dan Kuba masih berlangsung, dengan pertemuan diplomatik tingkat tinggi yang digelar di Havana pada 10 April lalu. Ini pertama kalinya pesawat Pemerintah AS mendarat di Ibu Kota Kuba sejak 2016. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 26 Mei 2026 dengan judul "Bantuan Beras Dari Beijing Tiba Di Havana Kuba: Thank You China Sudah Membantu Kami"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.