BREAKING NEWS
 

PM India Kunjungi Jakarta Dan Yogyakarta

Modi Perkuat Kemitraan Strategis Dengan Indonesia

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 6 Juli 2026 06:20 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi di Hyderabad House, New Delhi, India, Sabtu (25/1/2025). Foto: Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden

RM.id  Rakyat Merdeka - Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi ke Indonesia pada 6–8 Juli mendatang, bakal menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara. Sejumlah Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di berbagai sektor strategis disiapkan untuk ditandatangani dalam lawatan tersebut.

Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty mengatakan, kunjungan Modi merupakan kunjungan balasan atas kehadiran Presiden Prabowo Subianto sebagai tamu kehormatan pada perayaan Hari Republik India 2025.

“Kedua pemimpin akan membahas berbagai isu strategis. Mulai dari pertahanan dan keamanan, kerja sama maritim, perdagangan dan investasi, ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga pengembangan industri hilirisasi dan mineral kritis,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah India telah menyiapkan sejumlah MoU yang mencakup bidang kesehatan, antariksa, ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan, farmasi, ketahanan pangan, hingga hilirisasi industri.

“Sebagian dokumen sudah siap, sebagian lainnya masih dalam proses. Namun kami optimistis kunjungan ini akan menghasilkan banyak capaian yang substantif,” yakin Dubes Chakravorty.

Di bidang pertahanan, India juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Indonesia. Salah satunya terkait pembahasan sistem rudal jelajah supersonik BrahMos yang disebut telah memasuki tahap sangat maju.

Baca juga : Amerika Serikat Vs Belgia, Aroma Balas Dendam 2014

Namun, menurut Chakravorty, kerja sama pertahanan tidak hanya terbatas pada pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista). Kedua negara juga akan memperkuat kolaborasi dalam keamanan maritim, penanggulangan penangkapan ikan ilegal, pemberantasan pembajakan, bantuan kemanusiaan, hingga penanganan tumpahan minyak.

Pada sektor ekonomi, India menyatakan minat untuk berpartisipasi dalam program hilirisasi mineral kritis di Indonesia melalui skema usaha patungan (joint venture). Konsep tersebut memungkinkan pembangunan fasilitas manufaktur di Indonesia sehingga produk bernilai tambah dapat dipasarkan ke India maupun negara lain.

“Kami ingin menjadi bagian dari proses hilirisasi Indonesia, bukan hanya membeli bahan mentah. Tetapi juga membangun industri manufaktur di Indonesia untuk pasar global,” imbuh Dubes yang hobi menulis di blog.

Dubes Chakravorty juga memaparkan kesamaan kedua negara. Baik dari sisi sejarah maupun visi pembangunan jangka panjang.

Adsense

India memiliki visi Developed India 2047. Sedangkan, Indonesia menargetkan terwujudnya Indonesia Emas 2045. Sehingga, hubungan kedua negara perlu terus diperkuat agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua negara.

“Indonesia dan India adalah dua negara besar di Global South. Hubungan yang semakin erat akan memperkuat posisi kedua negara dalam menghadapi tantangan regional maupun global,” ujarnya.

Baca juga : Prancis Vs Paraguay 1-0, ”Kami Sudah Tampil Maksimal”

Pada Selasa (7/7/2026), Modi dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. Agenda tersebut akan dilanjutkan dengan jamuan kenegaraan dan pertemuan bersama komunitas India di Indonesia.

Selain bertemu Prabowo, Modi juga dijadwalkan menyampaikan pidato di hadapan anggota DPR. Dalam pidatonya, dia akan memaparkan pandangan mengenai perkembangan kawasan Indo-Pasifik, dinamika global, serta prospek hubungan Indonesia dan India.

Selama berada di Indonesia, Modi juga dijadwalkan mengunjungi Yogyakarta pada Rabu (8/7/2026). Salah satu agenda utamanya ialah meninjau rencana kerja sama restorasi Candi Prambanan yang akan melibatkan Archaeological Survey of India (ASI).

Pemerintah India berharap, proyek restorasi tersebut dapat diumumkan secara resmi oleh kedua pemimpin sebagai salah satu hasil konkret kunjungan kenegaraan Modi ke Indonesia.

Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menyambut positif kunjungan tersebut. Menurutnya, Indonesia dan India memiliki potensi besar untuk saling melengkapi dalam berbagai bidang, mulai dari perdagangan, teknologi, hingga pertahanan.

“India merupakan negara dengan populasi terbesar di dunia yang sedang menuju kemajuan seperti halnya Indonesia. Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kedua negara untuk memperkuat kerja sama di sektor-sektor strategis,” ujar Sukamta dilansir dpr.go.id, Jumat (3/7/2026).

Baca juga : Agnez Mo Ultah, Kenang Pahit Dan Manis Bangun Karier

Sukamta menilai, hubungan kedua negara memiliki karakter saling melengkapi. Indonesia merupakan pemasok komoditas strategis yang dibutuhkan India, terutama minyak sawit. Sebaliknya, India memiliki keunggulan di bidang teknologi dan industri yang dibutuhkan Indonesia untuk mendukung agenda pembangunan nasional.

“Indonesia memiliki komoditas yang diinginkan India, sementara India memiliki pengembangan teknologi yang dibutuhkan Indonesia. Ini merupakan kerja sama yang saling menguntungkan,” katanya.

Menurutnya, sebagai dua negara maritim di kawasan Indo-Pasifik, Indonesia dan India juga memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas kawasan. Karena itu, kerja sama pertahanan dan keamanan maritim diperkirakan menjadi salah satu agenda utama pertemuan kedua pemimpin. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Senin, 6 Juli 2026 dengan judul "PM India Kunjungi Jakarta Dan Yogyakarta Modi Perkuat Kemitraan Strategis Dengan Indonesia"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense