BREAKING NEWS
 

Jaga Stabilitas Indo-Pasifik

30 Negara Tuntaskan Latihan RIMPAC 2026

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 30 Juli 2026 08:10 WIB
Empat kapal tunda mengawal bangkai kapal serbu amfibi kelas Tarawa yang telah dinonaktifkan, USS Peleliu (LHA 5), melalui Pearl Harbor, Hawaii, Amerika Serikat, untuk latihan RIMPAC 2026, 15 Juli 2026. (Foto: Angkatan Laut AS/Nathan Cahall)

RM.id  Rakyat Merdeka - Latihan maritim internasional terbesar di dunia, RIM of the Pacific (RIMPAC) 2026, resmi berakhir pada 31 Juli 2026.

Latihan yang berlangsung di Hawaii, Amerika Serikat (AS) ini melibatkan 30 negara, lebih dari 30.000 personel, 31 kapal perang, lima kapal selam, dan lebih dari 190 pesawat udara.

Tema edisi ke-30 latihan ini adalah Partners Integrated and Prepared (Mitra yang Terintegrasi dan Siap). RIMPAC 2026 telah berlangsung selama enam pekan, mulai 24 Juni 2026 dan akan berakhir 31 Juli 2026. Tiga komandan RIMPAC berbagi penjelasan seputar RIMPAC dalam press briefing penutupan RIMPAC 2026 secara daring pada Rabu (29/7/2026).

Komandan Combined Task Force (CTF) RIMPAC 2026 Vice Admiral Jeffrey T. Jablon mengatakan, tantangan keamanan, krisis kemanusiaan, maupun bencana alam tidak dapat diprediksi. Sebab itu, RIMPAC memberi kesempatan untuk membangun kepercayaan dan hubungan antarnegara, jauh sebelum krisis terjadi.

“Tidak ada satu negara pun yang dapat menjamin keamanan di Pasifik sendirian. Lingkungan maritim global terlalu luas dan terlalu kompleks untuk dijaga oleh satu negara saja,” tegas Jablon.

Baca juga : 262 Karya Jurnalistik Ramaikan Pena Petrofin Awards 2026

RIMPAC 2026 mencatatkan sejumlah pencapaian bersejarah. Untuk pertama kalinya, Angkatan Laut Republik Korea memimpin Combined Force Maritime Component Command (CFMCC). Sementara, Peru memimpin Amphibious Task Force dan Philippine Coast Guard bergabung untuk pertama kalinya membawa kapal patroli lepas pantai.

Latihan ini juga mensimulasikan penenggelaman dua kapal (sink exercise/sinkex). Uji coba di lebih dari 35 teknologi sistem tanpa awak (unmanned systems) juga dilakukan dalam latihan ini. Tidak kalah penting, para personel gabungan dari 30 negara juga melakukan latihan Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana.

Wakil Komandan Combined Task Force (CTF) asal Jepang Rear Admiral Takuo Kobayashi mengingatkan, interoperabilitas adalah sesuatu yang harus terus dikembangkan bersama. Bahasa, prosedur, dan sistem yang berbeda dapat menciptakan celah kegagalan penanganan.

Adsense

Latihan yang realistis memungkinkan 30 negara untuk mengurangi celah tersebut sebelum krisis nyata terjadi. Sebab itu, mempertajam interoperabilitas di tengah perbedaan sistem dan bahasa antarnegara peserta menjadi sangat penting.

“Fondasi bagi kerja sama multilateral yang sukses terletak pada hubungan rasa percaya dan saling memahami yang dibangun dari waktu ke waktu,” ucapnya.

Baca juga : PNM Perkuat Produktivitas Karyawan Lewat PORSENI 2026

Sementara, Komandan Combined Forces Maritime Component (CFMC) dari Korea Selatan (Korsel) Rear Admiral In-ho Kim bangga karena Angkatan Laut Korsel sukses mengintegrasi komando maritim lintas negara di RIMPAC 2026. Di bawah kepemimpinannya, Korsel mengoordinasikan alutsista kapal dan udara multinasional selama latihan.

“Pencapaian ini tidak dibangun dalam satu kali latihan saja, melainkan berdasarkan pengalaman RIMPAC selama bertahun-tahun dan rasa percaya yang kita bangun bersama para peserta,” tutur Kim.

Indonesia mengirimkan 37 personel TNI Angkatan Laut untuk mengikuti berbagai latihan gabungan RIMPAC 2026.

Prajurit Korps Marinir TNI AL ikut dalam simulasi untuk penyelamatan warga sipil di tengah pertempuran, di Pulau Griffon, Hawaii, Sabtu (25/7/2026).

Terpisah, Komandan Unsur Tugas Marinir di RIMPAC 2026 Letkol (Mar) Huda Prawira menjelaskan, aksi ini menjadi bagian dari latihan pertempuran kota (military operations on urbanized terrain).

Baca juga : BPDP Perkuat Kemitraan Sawit Indonesia-Rusia Lewat INNOPROM 2026

“RIMPAC menjadi sarana meningkatkan interoperabilitas atau kemampuan kerja sama antar-pasukan, kemampuan tempur, serta kesiapan prajurit dalam menghadapi berbagai skenario operasi militer gabungan, termasuk perlindungan terhadap warga sipil,” kata Huda.

Latihan yang berlangsung selama lebih dari satu bulan ini mengeksekusi lebih dari 500 kegiatan latihan maritim, 2.400 penerbangan (flight sorties), dan merespons lebih dari 5.000 skenario simulasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense