Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- AS Vs Bosnia-Herzegovina, Tuan Rumah Punya Rekor Buruk Lawan Tim Eropa
- RD Kongo Vs Inggris, Tiga Singa Diancam Macan Tutul
- Mesin Hidrogen 100 Persen Diuji Di Laboratorium Bermeo Spanyol Milik Wartsila
- Menteri Dody Usulkan Tiga Isu Prioritas Masuk Agenda World Water Forum ke-11
- Apresiasi Catatan Seskab Teddy, TII Minta Perluasan Kuota Magang Transparan
RM.id Rakyat Merdeka - Industri perfilman Indonesia kembali menorehkan prestasi di panggung internasional melalui partisipasi empat film nasional dalam The 28th Shanghai International Film Festival (SIFF) 2026.
Keempat film tersebut adalah Jumbo, Yuni, Garuda Di Dadaku, dan Rencana Besar Untuk Mati Dengan Tenang (My Own Last Supper). Kehadiran karya sineas Indonesia ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat promosi Indonesia melalui diplomasi budaya sekaligus mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif di pasar global.
My Own Last Supper (MOLS) karya sutradara Ismail Basbeth berhasil mencatatkan pencapaian membanggakan dengan masuk nominasi Main Competition Golden Goblet Award.
Sementara, Garuda Di Dadaku karya sutradara Ronny Gani terpilih sebagai nominasi Golden Goblet Award dalam kategori animasi.
Terpilihnya sutradara dan produser Indonesia, Kamila Andini, sebagai salah satu juri Golden Goblet kategori Asian New Talent turut mempertegas pengakuan internasional terhadap prestasi industri film nasional.
MOLS juga sukses menggelar World Premiere di Shanghai pada 16 Juni 2026.
Baca juga : Tim Indonesia Juara Umum STEMCO Mathematics Global Round 2026
Keikutsertaan film-film Indonesia ini menjadi bukti pengakuan dunia terhadap kualitas dan daya saing perfilman nasional.
Antusiasme publik Shanghai terlihat dari tingginya minat penonton terhadap seluruh penayangan film Indonesia, yang tercermin dari penjualan tiket yang laris untuk keempat film tersebut.
Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/6/2026), Konsul Jenderal RI di Shanghai Berlianto Situngkir menegaskan, film memiliki kekuatan untuk membangun koneksi lintas budaya, memperkenalkan identitas bangsa, dan membuka peluang ekonomi baru melalui kndustri kreatif.
Menurutnya, semakin kuatnya kehadiran karya sineas Indonesia di festival internasional menunjukkan peran penting perfilman sebagai sarana diplomasi budaya Indonesia di China.
Sebagai bentuk dukungan terhadap eksistensi perfilman Indonesia di Shanghai, KJRI Shanghai bersama Kementerian Kebudayaan, Matta Cinema, dan Ruang BASBETH Bercerita menyelenggarakan Indonesia Movie Screening untuk film MOLS di CMG Cinema Shanghai pada 19 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Indonesia Bambang Wibawarta menyampaikan, perfilman Indonesia tengah mengalami pertumbuhan yang luar biasa dengan karya-karya yang semakin diakui di tingkat internasional.
Baca juga : Jepang di Jalur yang Benar Menuju Target Piala Dunia 2026
Penayangan MOLS dinilai menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kisah, kreativitas, dan perspektif budaya Indonesia kepada dunia, sekaligus menegaskan kontribusi sektor kreatif Indonesia dalam memperkuat pertukaran budaya global.
Sebagai salah satu dari 12 film terpilih dalam kompetisi utama Golden Goblet Award SIFF 2026, MOLS berhasil menarik perhatian industri sinema internasional.
Pemutaran eksklusif film ini berlangsung meriah dengan kehadiran 188 penonton yang memenuhi ruang teater. Penonton terdiri dari pejabat pemerintah, korps diplomatik negara sahabat, jurnalis internasional, akademisi, pelaku industri film, hingga masyarakat Indonesia dan diaspora di Shanghai.
Sebelum pemutaran, para penonton juga berkesempatan mengikuti sesi Film Talk bersama produser, sutradara, dan pemeran utama.
Kehadiran MOLS di SIFF 2026 membuktikan, cerita lokal Indonesia yang dikemas dengan kuat dan autentik mampu menarik perhatian serta diterima audiens global.
Indonesia juga memanfaatkan momentum SIFF 2026 untuk berpartisipasi pada SIFF Market yang berlangsung pada 20-23 Juni 2026.
Baca juga : Madinah Dipenuhi Jemaah Indonesia Menuju Raudhah
Pada 21 Juni 2026, SIFF Market juga menyelenggarakan Indonesia Film Talk yang menghadirkan Sutradara dan Produser Film MOLS untuk mempromosikan perkembangan industri perfilman Indonesia.
Partisipasi Indonesia di SIFF 2026 semakin menegaskan peran industri perfilman sebagai instrumen penting promosi Indonesia di luar negeri.
Selain memperkuat citra bangsa, kehadiran film nasional di China juga membuka peluang kolaborasi internasional, memperluas akses pasar bagi sineas Indonesia, serta meningkatkan daya saing industri perfilman nasional di tingkat global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya