RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva menyambut gembira penemuan minyak di dekat muara Sungai Amazon. Menurutnya, temuan tersebut dapat menjadi modal penting bagi masa depan Brazil.
Pernyataan ini disampaikan Lula, setelah perusahaan minyak negara Brazil, Petrobras mengumumkan penemuan sumber minyak baru, Senin (17/8/2026) waktu setempat.
“Ini bisa menjadi paspor menuju masa depan negara,” kata Lula, seperti dilansir BBC.
Sumber minyak baru itu berada di laut, yang berjarak sekitar 175 kilometer dari pantai Amazon pada kedalaman 2.886 meter. Namun, belum diketahui secara pasti berapa ukuran cadangan minyaknya. Begitu pula kelayakannya untuk dieksploitasi secara komersial.
Kritik Kelompok Pemerhati Lingkungan
Keputusan Lula mengizinkan pengeboran eksplorasi di kawasan yang dikenal sebagai Brazilian Equatorial Margin, mendapat kritik keras dari kelompok pemerhati lingkungan. Mereka khawatir tumpahan minyak dapat menghancurkan ekosistem di kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati sangat tinggi.
Namun, Lula menolak kritik ini. Dia menyebutnya sebagai bentuk campur tangan asing.
“Ini berarti kedaulatan nasional. Negara mana pun yang memiliki minyak berkualitas seperti ini, tidak akan membiarkan siapa pun ikut campur,” tegasnya.
Kelompok pemerhati lingkungan sangat kecewa kepada Lula, karena dia memberikan lampu hijau kepada Petrobras untuk memulai pengeboran eksplorasi tersebut, hanya beberapa pekan sebelum konferensi iklim COP30 digelar Brazil pada November 2025.
Namun, Lula punya pendapat lain soal ini. "Banyak orang tidak ingin saya mengumumkan bahwa Petrobras telah mendapatkan izin tersebut, karena mereka mengatakan bahwa negara-negara Eropa akan marah,” kata Lula kala itu.
“Saya mengambil keputusan untuk mengumumkan bahwa masyarakat ingin melakukan pengeboran eksplorasi di sana sebelum COP, karena kepentingan negara kita dan perusahaan kita dipertaruhkan," sambungnya.
Petrobras memulai operasi pengeboran eksplorasi laut dalam di kawasan tersebut pada Oktober 2025.
CEO Petrobras, Magda Chambriard mengatakan, penemuan itu membuktikan optimisme Petrobras untuk menemukan minyak di Brazilian Equatorial Margin memang beralasan.
"Perusahaan berkomitmen menjamin keamanan energi negara," ujarnya.
Komitmen Transisi Energi
Lula, yang kembali mencalonkan diri untuk masa jabatan empat tahun dalam pemilu yang dijadwalkan pada Oktober 2026, menegaskan dirinya tetap berkomitmen untuk mengakhiri penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap, demi mengatasi perubahan iklim.
"Saya tidak mengingkari komitmen saya terhadap perjuangan menuju masa depan, ketika kita tidak lagi membutuhkan bahan bakar fosil. Karena Brazil akan terus menjadi raja inovasi biofuel dan tetap menjadi pemain utama dalam energi terbarukan," beber Lula.
Menurutnya, pendapatan dari minyak diperlukan untuk membantu membiayai transisi energi Brazil.
Baca juga : Demi Transisi Energi, RCEP Didorong Hapus ISDS
Prospek ditemukannya minyak di muara sungai Amazon, disebut telah memberikan dorongan ekonomi bagi kota terdekat.
Otoritas di Oiapoque, Negara Bagian Amapá mengatakan, harapan akan lapangan kerja dan peluang ekonomi telah mendorong arus masuk penduduk.
Dengan waktu kurang dua bulan sebelum pemilihan presiden, Lula akan berupaya menarik pemilih yang mengharapkan pembangunan ekonomi di wilayah terpencil Brazil tersebut, tanpa mengasingkan kelompok yang khawatir terhadap potensi dampak lingkungan.
Baca juga : AI dalam Dunia Farmasi: Teknologi Canggih, Manusia Tetap Berperan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.