Dark/Light Mode

GAPKI Tegaskan Peran Strategis Minyak Sawit Bagian Solusi Transisi Energi Global

Selasa, 14 Juli 2026 19:09 WIB
Penandatanganan MoU Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dengan The Fat and Oil Union of Russia dan Association of Enterprises of Fat and Oil Industry of the Eurasian Economic Union (EAEU). (Foto: Dok. GAPKI)
Penandatanganan MoU Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dengan The Fat and Oil Union of Russia dan Association of Enterprises of Fat and Oil Industry of the Eurasian Economic Union (EAEU). (Foto: Dok. GAPKI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penandatanganan MoU Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dengan The Fat and Oil Union of Russia dan Association of Enterprises of Fat and Oil Industry of the Eurasian Economic Union (EAEU) merupakan bagian dari rangkaian kegiatan GAPKI di Rusia pada 6-10 Juli 2026.

Sebelumnya, delegasi GAPKI berpartisipasi dalam INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, pameran industri internasional terbesar di Rusia yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, dan asosiasi industri dari berbagai negara.

Dalam forum ‘Palm Oil and the Future of Sustainable Energy: Balancing Climate Goals, Energy Security and Economic Development’ pada Rabu 8 Juli 2026, Kepala Bidang Luar Negeri GAPKI Fadhil Hasan turut memaparkan presentasi bertajuk ‘Sustainable Palm Oil: Strengthening Global Energy Security and Industrial Competitiveness.’

Fadhil menegaskan peran strategis minyak sawit sebagai bagian dari solusi transisi energi global sekaligus penggerak daya saing industri dan ketahanan energi. “Industri sawit Indonesia terus menunjukkan kinerja yang kuat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (14/7/2026).

Baca juga : GAPKI dan EAEU Perkuat Kerja Sama Industri Minyak Sawit & Minyak Nabati

Fadhil memaparkan, produksi minyak sawit Indonesia (CPO+PKO) pada tahun 2025 mencapai 56,6 juta ton, meningkat sekitar 7,2 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 52,76 juta ton.

Pada periode yang sama, volume ekspor naik dari 29,5 juta ton pada 2024 menjadi 32,3 juta ton pada 2025 atau tumbuh sekitar 9,5 persen.

Peningkatan volume ekspor tersebut diikuti oleh kenaikan nilai ekspor dari sekitar 27,8 miliar dolar AS pada 2024 menjadi 35,9 miliar dolar AS pada 2025.

“Hal ini mencerminkan meningkatnya permintaan global serta tingginya daya saing minyak sawit Indonesia di pasar internasional,” tegasnya.

Baca juga : Paradoks Jalan Swadaya dan Ancaman Sistem Transportasi Nasional

Di sisi lain, implementasi program biodiesel B50 mulai Juli 2026 diproyeksikan meningkatkan konsumsi domestik sekaligus memperkuat kontribusi sektor sawit terhadap ketahanan energi nasional.

Fadhil juga menekankan, Indonesia terus memperkuat tata kelola keberlanjutan melalui pengembangan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang kini telah diperluas hingga mencakup sektor hilir dan bioenergi, dengan penguatan aspek ketertelusuran (traceability), transparansi, dan perbaikan berkelanjutan.

Berdasarkan publikasi triwulan III 2025 dari data Rekapitulasi Sertifikasi ISPO Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, menyebutkan status sampai Oktober 2025, tercatat sebanyak 1.169 perusahaan/ pelaku usaha memiliki sertifikat yang masih berlaku.

Angka ini terdiri atas 80 perusahaan Perkebunan Besar Negara (PBN), 931 perusahaan Perkebunan Besar Swasta (PBS), dan 97 kelompok pekebun.

Baca juga : 110 Alumni Diminta Jadi Bagian Dari Solusi Bangsa

“GAPKI berharap kombinasi antara dialog bisnis di INNOPROM dan penandatanganan MoU di Moskow dapat menjadi momentum baru bagi penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Rusia, khususnya di sektor minyak nabati,” ucapnya.

Fadhil mengatakan, kolaborasi antar asosiasi industri diharapkan mampu mendorong peningkatan perdagangan, investasi, pengembangan teknologi, serta kerja sama dalam mewujudkan rantai pasok minyak nabati lebih efisien, tangguh, dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.