RM.id Rakyat Merdeka - Penerbangan American Airlines AA 618 rute Dallas (Texas) menuju Newark (New Jersey), Amerika Serikat (AS), yang semula tenang mendadak berubah menegangkan pada Kamis (3/9/2026). Di ketinggian puluhan ribu kaki, seorang penumpang lanjut usia (lansia) mendadak lepas kendali, sehingga harus diringkus dan diikat ke kursinya menggunakan lakban.
Hal berbahaya yang dilakukan Arthur Lundeen (67) memaksa pesawat mendarat darurat di Bandara Internasional Baltimore Washington (BWI). Pria asal Arizona itu melontarkan provokasi dan dugaan serangan fisik di dalam kabin.
Mantan petugas penegak hukum Juan Mejia, kebetulan menjadi penumpang dalam penerbangan tersebut. Dia melihat langsung awal mula keributan.
“Dia melontarkan ucapan hinaan kepada kru American Airlines dan penumpang lain, menggunakan ujaran kebencian berbasis ras, bahasa kasar, serta sangat mengganggu para penumpang wanita,” ungkap Mejia mengutip ABC News, Sabtu (5/9/2026).
Baca juga : SISP Business Forum Disesuaikan, Kolaborasi RI-Swedia Tetap Berlanjut
Situasi kian kritis saat interaksi verbal tersebut berubah menjadi kontak fisik. Mejia bersama rekannya, Richard Olenick, bergerak cepat melumpuhkan Lundeen sebelum situasi tak terkendali.
“Dia bangun dan melompat ke kursi tepat di sebelah penumpang lain, lalu berusaha menahannya agar situasi tetap terkendali,” ujar Olenick.
Mejia mengatakan, tindakan tegas mendudukkan dan mengikat pelaku murni dilakukan demi keselamatan bersama di udara.
“Kami tidak berniat menyakiti orang ini. Kami hanya ingin menahan dan mengendalikannya agar masalah tidak bertambah parah,” tegas Mejia.
Baca juga : Bandara Halim Kembali Layani Penerbangan
Kedua penumpang tersebut terus menjaga Lundeen hingga pesawat berhasil mendarat darurat di Baltimore sekitar pukul 22.15 waktu setempat.
Begitu roda pesawat menyentuh landasan, Kepolisian Transportasi Maryland (MDTA) langsung mengamankan pelaku.
Lundeen dijerat dakwaan perbuatan tidak menyenangkan (disorderly conduct) dan penganiayaan tingkat dua.
Pihak maskapai memberikan apresiasi atas langkah tegas penyelamatan situasi tersebut dan mengecam segala bentuk tindak kekerasan di atas pesawat.
Baca juga : 3 Bandara Kembali Layani Penerbangan, Semua Fasilitas Sudah Siap
“Keselamatan dan keamanan pelanggan serta anggota tim adalah prioritas utama. Kami tidak mentoleransi kekerasan dalam bentuk apa pun,” tegas American Airlines dalam pernyataan resminya.
Saat ini, investigasi mendalam mengenai insiden kerusuhan di udara tersebut resmi ditangani oleh Badan Investigasi Federal (FBI) dan Badan Penerbangan Federal (FAA).
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Kamis, 10 September 2026 dengan judul "Rusuh Di Pesawat, Penumpang Diikat Memakai Lakban"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.