RM.id Rakyat Merdeka - Minat masyarakat Vietnam mempelajari Bahasa Indonesia terus meningkat. Kondisi ini menjadi jembatan yang semakin mempererat hubungan Indonesia dan Vietnam.
Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang digelar di Hanoi pada 2026 telah menarik sekitar 700 pendaftar, dengan sekitar 300 peserta mengikuti pembelajaran.
Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Vietnam Adam Tugio mengatakan, program BIPA bukan sekadar kelas bahasa. Tetapi juga sarana untuk mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
“Ketika pertama kali meluncurkan program ini pada 2018, kami bermimpi membangun jembatan antara masyarakat kedua negara. Saat ini, mimpi tersebut telah berakar,” ujar Dubes Adam saat membuka program BIPA di Hanoi University, Senin (7/9/2026).
Baca juga : Dubes Adam Tugio Siap Wujudkan Prabowonomics Di Vietnam
Dalam keterangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Hanoi, Rabu (9/9/2026), Adam menyebut program tersebut juga membuka kesempatan bagi peserta untuk mengenal budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Pada 2026, BIPA diselenggarakan di tiga lokasi di Hanoi. Yakni di Hanoi University, University of Social Sciences and Humanities (USSH), Vietnam National University Hanoi, serta KBRI Hanoi.
Kegiatan tersebut diajar oleh pengajar BIPA dari Indonesia yang ditugaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Dewi Puspa Arum. Dia mengajar Bahasa Indonesia di Hanoi selama September hingga November 2026.
Hanoi University mencatat sekitar 450 pendaftar. Sementara, lebih dari 200 orang mendaftarkan diri untuk mengikuti kelas yang diselenggarakan di KBRI Hanoi.
Baca juga : Dubes RI Adam Tugio Serahkan Surat Kepercayaan ke Presiden Vietnam
Dubes Adam menilai, ketertarikan masyarakat Vietnam terhadap Bahasa Indonesia sejalan dengan semakin eratnya hubungan kedua negara di berbagai bidang. Mulai dari perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan hingga kebudayaan.
Hubungan bilateral Indonesia dan Vietnam semakin erat setelah ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Partnership/CSP) pada 2025.
Kerja sama tersebut akan diimplementasikan melalui Rencana Aksi 2026-2030 yang disepakati pada Juli 2026.
Dengan semakin luasnya interaksi kedua negara, kemampuan berbahasa Indonesia dapat menjadi nilai tambah bagi masyarakat Vietnam untuk mengembangkan peluang di bidang bisnis, pariwisata, diplomasi, pendidikan, penerjemahan, media maupun kerja sama internasional.
Baca juga : Dubes Adam Tugio Siap Wujudkan Prabowonomics Di Vietnam
Bahasa lebih dari sekadar kata-kata. Bahasa merupakan pintu gerbang menuju budaya lain sekaligus alat nyata untuk membuka peluang. Baik bisnis, perdagangan, pariwisata, industri kreatif maupun melanjutkan pendidikan.
“Kemampuan berkomunikasi dengan nyaman akan membawa perubahan,” pungkas diplomat yang pernah bertugas di Pakistan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.