RM.id Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidatonya di tengah aksi walk out puluhan delegasi pada Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS), Kamis (24/9/2026).
Mengutip laporan AFP, sebanyak 77 delegasi meninggalkan ruangan atau tidak berada di dalam aula saat Netanyahu berpidato.
Di hadapan kursi-kursi kosong, Netanyahu tetap menyampaikan pembelaan terhadap berbagai kebijakan dan tindakan Israel, sekaligus melontarkan kritik keras kepada pihak-pihak yang menentangnya, termasuk Wali Kota New York, Amerika Serikat (AS) Zohran Mamdani.
Berikut delapan poin utama pidato Netanyahu di Sidang Umum PBB:
1. Kecam Delegasi Walk Out
Netanyahu mengecam delegasi yang walk out saat dia hendak berpidato dengan sebutan pengecut bermoral.
Netanyahu bahkan tak segan meminta delegasi yang belum beranjak dari kursi untuk segera meninggalkan ruangan, jika merasa bagian dari kelompok pengecut bermoral.
"Ketua, sebelum memulai pidato, saya ingin menyampaikan pengumuman singkat. Jika masih ada pengecut bermoral lainnya yang belum meninggalkan aula ini, silakan keluar. Terima kasih," kata Netanyahu.
2. Bela Serangan Israel terhadap Iran
Dalam pidatonya di hadapan kursi kosong, Netanyahu menyebut penghancuran fasilitas nuklir Iran sebagai salah satu keputusan termudah yang pernah diambilnya sebagai Perdana Menteri.
Menurutnya, tanpa tindakan itu, Israel dan negara lain akan terancam.
Baca juga : Netanyahu Kecam Delegasi WO, Termasuk RI: Pengecut Bermoral, Silakan Keluar
"Izinkan saya mengatakan sesuatu yang mungkin mengejutkan Anda. Menghancurkan fasilitas nuklir Iran bukanlah hal mudah. Itu sangat sulit dilakukan. Namun, bagi saya, itu merupakan salah satu keputusan termudah yang saya ambil sebagai perdana menteri," papar Netanyahu.
"Sebab, jika kami tidak melakukannya, kita semua akan mati," tandasnya.
3. Sebut Perang Israel Sebagai Upaya Bela Diri
Netanyahu mengaitkan perang Israel dengan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Dia memaparkan apa yang disebutnya sebagai perang tujuh front: Hamas, Hezbollah, Iran, Houthi, milisi regional, serta kelompok Palestina di Tepi Barat.
Netanyahu juga menonjolkan operasi Israel terhadap Hezbollah dan Iran.
4. Bantah Tuduhan Genosida di Gaza
Netanyahu menolak tuduhan yang menyebutnya telah melakukan genosida di Gaza.
"Rezim genosida apa yang memberikan satu juta dosis vaksin polio kepada penduduk wilayah musuh? Rezim genosida macam apa yang memungkinkan distribusi dua juta ton makanan ke Gaza? Menuduh Israel telah melakukan genosida adalah kebohongan terbesar abad ini," papar politisi berusia 76 tahun itu.
5. Serang Negara Pengkritik Israel
Netanyahu mengecam sejumlah negara Barat, yang dinilainya telah menyerah kepada massa antisemit.
"Ada sejumlah negara, terutama yang belakangan ini terjadi di Eropa Barat, yang memilih untuk tidak berdiri membela kebenaran. Para pemimpin negara-negara tersebut memilih untuk menyerah kepada massa antisemit," ujar Netanyahu.
"Mereka memilih kelemahan. Mereka memilih kebijakan mengalah demi meredakan pihak lawan," imbuhnya.
6. Kritik Wali Kota New York Zohran Mamdani
Baca juga : Delegasi Indonesia Walk Out Saat PM Israel Benjamin Netanyahu Bersiap Pidato
Netanyahu menuduh Wali Kota New York Zohran Mamdani antisemit. Menurutnya, banyak warga Yahudi tak lagi merasa aman di New York sejak Mamdani terpilih.
"Mamdani, Anda berusaha mencegah saya datang ke sini. Anda berusaha membungkam saya. Anda tidak bisa membungkam saya. Anda tidak bisa membungkam kebenaran. Dan inilah kebenaran yang sederhana. Israel tidak melakukan genosida. Israel mencegah genosida.
"Itulah yang akan dilakukan oleh teman-teman Hamas Tuan Mamdani terhadap kami, jika kami tidak menghentikan mereka. Mereka akan membunuh kami semua hingga orang terakhir," lanjutnya.
7. Ramal Rezim Iran Akan Jatuh
Netanyahu meramal rezim Iran akan jatuh di tangan rakyatnya sendiri. Kekuatan rakyat akan mengalahkan mereka yang berkuasa.
"Saya ingin Anda mendengarkan kata-kata saya dengan seksama. Suatu hari nanti, dan mungkin tidak lama lagi, rakyat Iran akan merdeka. Rezim mereka yang haus darah akan digulingkan oleh kebohongan, korupsi, dan kekejamannya sendiri. Rezim jahat ini akan jatuh, dan kita semua akan merayakan hari itu," beber Netanyahu.
8. Tegaskan Israel Akan Terus Menang
Di penghujung pidatonya, Netanyahu membanggakan sejarah bangsa Yahudi dan identitas Israel.
Netanyahu menyebut nilai-nilai Yahudi telah menginspirasi umat manusia selama ribuan tahun. Serta mendorong dan membantu Israel mengatasi berbagai tantangan sejarah yang tampaknya mustahil.
"Penulis besar Amerika, Mark Twain, mengatakannya dengan sangat tepat 125 tahun yang lalu. Dia mengatakannya jauh sebelum kelahiran kembali negara Yahudi modern, jauh sebelum kemenangan besar para prajurit Israel. Dia mengatakan, orang Yahudi telah melakukan perjuangan yang luar biasa di dunia ini, sepanjang zaman, dan mereka melakukannya dengan tangan terikat di belakang punggung," urai Netanyahu.
Netanyahu juga menyebut rezim tirani yang mencoba menghancurkan Israel telah berulang kali gagal.
Baca juga : Politisi Muslim Guncang Panggung Politik Amerika
"Dengan izin Tuhan, mereka akan terus gagal. Jika kami mengerahkan keberanian, jika kami memperkuat tekad, kami akan terus menang. Sebagaimana tertulis dalam Alkitab: Netzach Yisrael lo yeshaker, yang berarti keabadian Israel tidak akan goyah," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.