Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sepakbola Korsel Sarang Nepotisme
- Susul Jannik Sinner, Zverev Kantongi Tiket ATP Finals
- War Ticket Upacara HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka Diperpanjang 8-9 Agustus
- Borneo FC Makin Kompak, Juan Villa Beberkan Rahasia Persiapan Tim
- Antar Persebaya Juara Piala Presiden, Reza Arya Fokus Bidik Super League
Setelah Zohran Mamdani, Kini Abdul El-Sayed
Politisi Muslim Guncang Panggung Politik Amerika
Sabtu, 8 Agustus 2026 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Panggung politik Amerika Serikat (AS) kembali diguncang politisi Muslim. Setelah Zohran Mamdani mencetak sejarah menjadi Wali Kota New York, kini giliran Abdul El-Sayed yang membuat gebrakan. Mantan pejabat kesehatan masyarakat itu, memenangkan primary Senat AS dari Partai Demokrat di Michigan, Selasa (4/8/2026).
El-Sayed mengalahkan lawannya, Stevens, dengan selisih 14.893 suara atau kurang dari 1 persen dari total lebih dari 1,5 juta surat suara yang dihitung. Jumlah tersebut menjadi perolehan suara terbanyak dalam sejarah pemilihan pendahuluan di negara bagian Michigan.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi pukulan telak bagi American Israel Public Affairs Committee (AIPAC). Organisasi politik yang berafiliasi dengan kelompok tersebut dilaporkan menggelontorkan puluhan juta dolar AS untuk mendukung upaya mengalahkan El-Sayed.
Baca juga : Geledah Kota Bengkulu, KPK Selidiki Suap Pengelolaan Limbah
Media AS melaporkan, kelompok-kelompok luar menghabiskan hampir 65 juta dolar AS untuk mendukung Stevens. Namun, besarnya dukungan finansial tersebut tak mampu membendung kemenangan El-Sayed.
"Kemenangan Abdul adalah kemenangan paling luar biasa yang dapat saya bayangkan dalam politik Amerika modern," kata Senator Bernie Sanders, salah satu pendukung awal El-Sayed, dikutip Associated Press, Jumat (7/8/2026).
El-Sayed merupakan politisi Muslim berusia 41 tahun. Ia lahir di Detroit dari ayah yang berasal dari Mesir dan ibu kelahiran Amerika Serikat. Sebelum terjun ke politik, ia dikenal sebagai ahli epidemiologi dan pejabat kesehatan masyarakat.
Baca juga : Mirah Sumirat: Tujuannya Daya Beli Pekerja Tidak Turun
Ia merupakan lulusan University of Michigan dan Columbia University. El-Sayed juga pernah menempuh pendidikan di Oxford University melalui beasiswa Rhodes yang bergengsi. Ia kemudian dipercaya menjadi Direktur Layanan Kesehatan Masyarakat Wayne County, wilayah yang mencakup Detroit.
El-Sayed dikenal sebagai figur progresif dengan kemampuan komunikasi yang kuat. Dalam primary Demokrat, ia bertarung membawa isu-isu yang dekat dengan basis kiri partai. Termasuk persoalan biaya hidup, layanan kesehatan, penggunaan anggaran negara, hingga kebijakan AS terhadap konflik di luar negeri.
Salah satu isu yang paling menonjol adalah Palestina. El-Sayed mengecam keras kebijakan Israel di Gaza dan menolak penggunaan uang pajak warga AS untuk membiayai konflik di luar negeri.
Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Aturan Upah Harus Lindungi Pekerja Dan Dukung Pengusaha
Ia mengusung slogan politik, "Get money out of politics, put money in pockets, pass Medicare for All". Pesan tersebut menekankan penghentian pengaruh uang dalam politik, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta perluasan jaminan kesehatan bagi seluruh warga.
"Kami ingin mempertahankan uang pajak kita untuk berinvestasi pada sekolah, infrastruktur, dan layanan kesehatan, alih-alih mengirimkannya ke luar negeri untuk menjatuhkan bom, melakukan genosida, apartheid, dan berperang di sana," tegasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya