RM.id Rakyat Merdeka - Jaksa Agung Uni Emirat Arab (UEA) mengungkapkan, kopilot yang mencoba mengambil alih kendali pesawat Flydubai menuju Israel menyerang pilot dengan kapak.
Pesawat yang terbang dari Dubai menuju Tel Aviv dan membawa lebih dari 170 orang itu sempat menukik dari ketinggian 17.000 kaki (5.200 meter) setelah menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam.
Dalam peristiwa tersebut, sejumlah penumpang berhasil melumpuhkan penyerang dan membantu menguasai pesawat. Kapten Smit Machchhar mengatakan dirinya terbaring di lantai dalam keadaan terluka, ketika menyadari pesawat mulai menukik dan dia harus bertindak.
"Saya berkata pada diri sendiri, saya harus membuka pintu dari dalam, agar para penumpang bisa masuk," tuturnya, seperti dikutip BBC, Minggu (3/10/2026).
Dua pilot cadangan kemudian mengambil alih kendali dan mendaratkan pesawat dengan selamat di Arab Saudi. Kapak darurat biasanya disimpan di kokpit untuk digunakan dalam situasi darurat.
Kopilot Berkewarganegaraan Oman
Jaksa Agung UEA menegaskan, penyelidikan terkait peristiwa ini masih berlangsung untuk memastikan secara menyeluruh keadaan dan motif di balik insiden tersebut.
Baca juga : Pilot-Kopilot Adu Jotos, Pesawat Nyaris Jatuh
Menurut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kopilot yang melancarkan serangan tersebut berkewarganegaraan Oman. Sejumlah media, termasuk Reuters, CNN, dan The New York Times, menyebut namanya sebagai Hamam al-Hammami. Namun, identitas tersebut belum dikonfirmasi secara resmi.
Saat bekerja di maskapai Oman Air, media AS melaporkan Al-Hammami dikeluarkan dari pelatihan penerbangan karena dianggap memiliki pandangan radikal. Dia kemudian diberi peran lain di maskapai nasional Oman tersebut. Al-Hammami disebut menyelesaikan kursus pembelajaran jarak jauh selama tiga tahun di Buckinghamshire New University, Inggris. Dia lulus dengan gelar di bidang manajemen penerbangan pada 2023. Namun, dia dikatakan tidak mengikuti pelatihan pilot di universitas tersebut.
Kepada Fox News, Netanyahu mengatakan bahwa setelah penyerang berhasil dilumpuhkan di dalam pesawat, dia berteriak kepada awak kabin, "Bunuh saya, bunuh saya!"
"Jadi, jelas bahwa dia ingin bunuh diri. Sangat mungkin, dia akan menjatuhkan pesawat itu," kata Netanyahu.
Menurutnya, pelaku penyerangan "telah menjalani indoktrinasi radikal Islam".
Saat ini, UEA telah memulai penyelidikan untuk memastikan keterkaitan insiden tersebut dengan terorisme.
Baca juga : Ramai Delegasi Walk Out, Ini 8 Poin Pidato Netanyahu: Mamdani Ikut Disebut
Pilot Machchhar, yang terluka dalam serangan tersebut, dibawa ke rumah sakit terdekat sebelum diterbangkan ke Abu Dhabi. Kondisinya dilaporkan stabil. Kedutaan Besar India di UEA mengatakan bahwa pilot asal India tersebut dalam keadaan sehat. Machchhar disebut telah pulih dengan baik.
"Saya yakin bahwa pemulihan akan terjadi. Saya akan kembali bugar dan sehat," kata Machchhar.
Sekitar 2,5 jam setelah lepas landas dari Bandara Internasional Dubai, pesawat dilaporkan mulai menukik tajam. Pesawat tersebut sempat mengirimkan kode "darurat umum" atau squawk 7700, sebelum beralih ke squawk 7500, yang menunjukkan adanya "gangguan ilegal" atau pembajakan.
Dalam wawancara dengan BBC, seorang penumpang menggambarkan momen ketika menyadari ada sesuatu yang salah. Almog Itali menyebut pesawat mendadak seperti roller coaster, jatuh ke bawah, dengan gaya gravitasi yang sangat besar.
"Pesawat itu jatuh selama 20 atau 30 detik dengan cepat, kemudian seimbang, dan kemudian mulai jatuh lagi. Penumpang lalu bergegas menuju kokpit," ujarnya.
Alarm Dalam Pesawat
Presiden Israel Isaac Herzog mengatakan, alarm dalam pesawat dibunyikan oleh seorang wanita Israel, Tali Manes, yang mendengar keributan dari kokpit, Kamis (1/10/2026).
Baca juga : Netanyahu Kecam Delegasi WO, Termasuk RI: Pengecut Bermoral, Silakan Keluar
Suaminya, Zvika, bersama tiga pria lainnya: Yaniv Hayun, Dr Shota Musayev, dan Asaf Rajuan, memasuki kokpit setelah Kapten Machchhar berhasil membuka pintu meski mengalami luka-luka.
Dalam video yang dirilis kantor PM Israel, Hayun mengatakan penyerang tersebut berusaha menghancurkan instrumen untuk melumpuhkan pesawat. Hayun kemudian menjelaskan bahwa dia mencekik penyerang dan menyeretnya keluar dari kokpit, sebelum penumpang lain membantu menahannya.
"Pesawat mulai sedikit lebih stabil, dan kemudian pilot lain memberi tahu saya, bahwa dia akan mengambil alih kendali dari sana," katanya.
Dalam wawancara dengan CNN pada Rabu (30/9/2026) malam, Netanyahu mengatakan pilot, penumpang, dan awak yang ditikam tersebut telah "berhasil mencegah bencana 9/11".
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.