RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjanjikan dana bantuan kepada para pemilih yang berhasil membantu Partai Republik memenangi Pemilu sela pada 3 November 2026. Kali ini, Trump menyasar para pemilih dari kalangan lanjut usia (lansia).
Presiden ke-47 AS itu berencana memberikan dana bantuan kesehatan sebesar 90 dolar AS atau sekitar Rp 1,6 juta pada 20 juta warga lansia. Para penerima adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun yang memiliki paket Medicare Part B premium.
Dana bantuan senilai 90 dolar AS ini merupakan langkah lain dari Partai Republik menjelang Pemilu, di tengah upaya mereka mempertahankan dominasi mayoritas di Kongres dan kekhawatiran pemilih mengenai kenaikan biaya hidup.
Pendanaan tersebut akan bersumber dari Medicare Improvement Fund, yang dibentuk Kongres pada 2008 dengan dana awal sebesar 2,2 miliar dolar AS.
Pemilih berusia di atas 65 tahun, kelompok usia yang memenuhi syarat untuk program Medicare, merupakan kelompok yang paling konsisten menggunakan hak pilih di AS.
Baca juga : Usia Kabinet Tersisa 3 Tahun, Para Menteri Harus Gaspol
Berdasarkan hasil exit poll CNN pada 2020, dalam Pemilu 2020, Joe Biden mengungguli Donald Trump sebesar 5 poin persentase dari kalangan lansia.
Namun, empat tahun kemudian, Trump menghadapi persaingan yang lebih ketat di kelompok pemilih tersebut. Dia mengungguli Wakil Presiden saat itu, Kamala Harris, dengan selisih hanya 1 persen.
“Presiden Trump tampaknya telah menemukan strategi pemilihan sela yang memanfaatkan sumber dana yang jarang diketahui untuk mengirimkan cek kepada warga yang menghadapi kenaikan biaya layanan kesehatan,” ujar Wakil Presiden eksekutif bidang kebijakan kesehatan di KFF, sebuah lembaga penelitian nonpartisan, Larry Levitt.
Tujuan Medicare Improvement Fund adalah untuk memperbaiki operasional program dan meningkatkan pembayaran kepada penyedia layanan kesehatan dalam skema Medicare tradisional, yang dikelola pemerintah federal.
Gedung Putih menyatakan, belum ada Presiden AS yang pernah memanfaatkan dana tersebut secara maksimal. Para lansia akan menerima pembayaran tersebut pada awal Oktober melalui setoran langsung atau cek yang dikirimkan lewat pos.
Baca juga : Hujan Mulai Turun, Elnino Masih Mengintai
Pemerintah AS memberikan pembayaran 90 dolar AS ke-
Duta Besar Indonesia Untuk Kanada Muhsin Syihab pada kelompok tertentu peserta Medicare. “Tidak semua 64 juta lansia peserta Medicare yang akan menerima dana bantuan itu,” begitu pernyataan Gedung Putih.
Peserta Medicare, sebagian berpenghasilan tinggi dan kemungkinan peserta Medicare Advantage juga tidak termasuk penerima.
Sebelumnya, Trump menjanjikan dana sebesar 5.000 dolar AS bagi setiap orang dewasa di Amerika jika Partai Republik memenangkan Pemilu sela.
Namun, Trump belum menjelaskan secara rinci sumber pendanaan untuk membiayai program tersebut. Jika seluruh warga negara dewasa AS menerima pembayaran itu, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai lebih dari 1,2 triliun dolar AS atau sekitar Rp 21.120 triliun.
Baca juga : Kepala Bakom Ganti 3 Kali, Ada Apa Dengan Tim Komunikasi Pemerintah?
Langkah agresif ini diambil guna memberikan dorongan politik bagi para kandidat dari Partai Republik, di tengah perjuangan sengit mempertahankan mayoritas tipis mereka di Kongres pada Pemilihan Umum sela (Midterm Elections) November 2026.
Pemilu sela merupakan kontestasi politik krusial yang diselenggarakan di pertengahan masa jabatan presiden untuk memilih seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) dan sepertiga anggota Senat. Pemilu ini kerap menjadi tolok ukur atau “referendum” publik terhadap kinerja pemerintah yang sedang berkuasa.
Kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih sejak Januari 2025 diiringi oleh dinamika geopolitik global dan tantangan ekonomi domestik yang dinamis.
Termasuk gejolak harga energi akibat konflik di Timur Tengah. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Senin, 5 Oktober 2026 dengan judul "Janjikan Dana Bantuan Kesehatan Premium, Trump Bidik Suara Kaum Lansia Dalam Pemilu Sela"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.