BREAKING NEWS
 

Houthi Targetkan Seluruh Bandara & Wilayah Udara Saudi, Kecuali Mekkah-Madinah

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 11 Oktober 2026 19:20 WIB
Serangan Houthi di Bandara Riyadh, Arab Saudi pada Sabtu (10/10/2026) menewaskan 12 orang dan lebih dari 300 orang luka-luka. (Foto: Reuters/Medsos)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kelompok Houthi Yaman memperingatkan maskapai penerbangan, pelancong, dan pekerja bandara untuk menjauhi bandara-bandara di Arab Saudi, Minggu (11/10/2026), sehari setelah serangan di bandara internasional Riyadh menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang. 

Serangan tersebut merupakan serangan paling mematikan di Saudi, dalam lebih dari satu dekade dan terjadi di tengah meningkatnya pertempuran antara militan Houthi yang didukung Iran dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi.

Adsense

Baca juga : Serangan di Bandara Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Korban Luka Lebih Dari 300

“Kami memperbarui peringatan kami kepada semua maskapai penerbangan, pakar, karyawan, pekerja, dan pelancong agar tidak menggunakan bandara dan wilayah udara Saudi, karena bandara-bandara tersebut rentan terhadap serangan dan telah menjadi medan operasi bagi pasukan kami, kecuali bandara-bandara di (kota-kota suci) Mekah dan Madinah,” kata Juru Bicara Houthi Yaman, Yahya Saree dalam postingan di X.

“Kami mendesak semua orang untuk menanggapi peringatan kami dengan serius. Arab Saudi bertanggung jawab atas setiap upaya pencegahan yang gagal," lanjut keterangan tersebut. 

Baca juga : AMPHURI Imbau Jamaah Umrah Tak Panik di Tengah Eskalasi Houthi-Saudi

Melansir Reuters, Saudi telah meningkatkan keterlibatan militernya di Yaman dalam beberapa pekan terakhir, melancarkan serangan terhadap Houthi, dan mendukung serangan balasan pemerintah Yaman, setelah kelompok tersebut merebut wilayah strategis di sepanjang pantai Laut Merah pada bulan September.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense