Dark/Light Mode

WNI Diminta Waspada

Serangan di Bandara Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Korban Luka Lebih Dari 300

Minggu, 11 Oktober 2026 12:23 WIB
Asap dan kobaran api membumbung di Bandara King Khalid, Riyadh, Arab Saudi setelah kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman menyatakan telah menyerang bandara tersebut pada 8 Oktober 2026. (Foto: Media Sosial/Reuters)
Asap dan kobaran api membumbung di Bandara King Khalid, Riyadh, Arab Saudi setelah kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman menyatakan telah menyerang bandara tersebut pada 8 Oktober 2026. (Foto: Media Sosial/Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/2026), menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Ini adalah serangan ketiga yang terjadi di Riyadh dalam sepekan, di tengah meningkatnya kampanye serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap Arab Saudi. Operasional bandara tersebut ditangguhkan untuk sementara.

Otoritas Penerbangan Sipil Saudi menyebut korban tewas mencakup empat warga Saudi, dua orang dari Bangladesh, dan masing-masing satu orang dari AS, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir.

Melansir Reuters, serangan paling mematikan di Saudi dalam lebih dari satu dekade, terjadi tanpa peringatan, tanpa adanya pemberitahuan yang dikeluarkan oleh sistem peringatan ancaman negara. 

Dua serangan sebelumnya di Bandara Internasional King Khalid pada pekan ini, menewaskan empat orang dan menyebabkan kerusakan parah pada sebuah pesawat komersial Saudi yang diparkir di landasan.

Baca juga : Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Pastikan Jadwal Penerbangan Sebelum ke Bandara

Serangan mematikan tersebut mengungkap kerentanan dalam kemampuan pertahanan kerajaan, saat mereka melancarkan kampanye udara melawan Houthi untuk mendukung perang darat yang dilancarkan pemerintah Yaman terhadap kelompok yang didukung Iran tersebut. Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi bersumpah akan membalas serangan tersebut.

Arab Saudi dan pemerintah Yaman telah mengklaim ratusan serangan terhadap target di wilayah yang dikuasai Houthi. Kelompok Houthi mengatakan serangan-serangan ini menewaskan warga sipil termasuk wanita dan anak-anak.

Dalam postingan di X, Kepala Kantor Media Houthi mengatakan kelompoknya telah menutup bandara internasional Riyadh, setelah serangan tersebut. Kelompok Houthi mengimbau pesawat terbang untuk menghindari wilayah udara Saudi, dan menyatakan wilayah tersebut sebagai zona operasi militer setelah pemerintah Yaman yang didukung Saudi melancarkan serangan terhadap kelompok tersebut pada 5 Oktober 2026.

Imbauan KBRI Riyadh

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh mengimbau seluruh WNI yang ada di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari daerah yang berpotensi menjadi titik kerawanan, serta membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial.

Baca juga : Trump Tolak Bantu Serang Houthi, Saudi Gigit Jari

WNI diimbau menghindari perjalanan yang tidak mendesak ke kawasan Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. 

"Bagi WNI yang memiliki rencana penerbangan, selalu periksa dan konfirmasikan jadwal, serta status penerbangan secara langsung kepada maskapai yang digunakan sebelum berangkat menuju bandara," pesan KBRI Riyadh melalui akun Instagram resmi @indonesiainriyadh, Sabtu (10/10/2026).

WNI diminta tetap berada di lokasi yang aman, patuhi arahan otoritas setempat, serta pantau informasi resmi dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, KBRI Riyadh, pihak bandara, dan maskapai terkait. 

Hotline KJRI Jeddah dapat dihubungi melalui WhatsApp +966 50 596 6623 dan telepon +966 50 360 9667.

Baca juga : Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama Pasca Serangan Drone dari Irak

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.