Sebelumnya
Sebutlah pengaruh globalnya di mana Prancis, sebagai negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, memiliki peran penting dalam keamanan global. Maka kunjungan ke Prancis dapat dilihat sebagai upaya untuk memperkuat kerja sama dalam bidang pertahanan dan keamanan, serta untuk mencari dukungan dalam forum-forum internasional.
Sedangkan Serbia, meski bukan negara besar, memiliki hubungan panjang dengan Indonesia sejak masa non-blok, dan kunjungan ke Serbia ini guna memiliki dimensi strategis karena hubungan Serbia dengan Rusia. Kunjungan ke Rusia, di tengah ketegangan geopolitik dengan Barat, menandakan pula upaya Indonesia untuk menjaga keseimbangan hubungan internasional. Rusia adalah pemasok utama senjata bagi Indonesia, dan kemitraan ini penting untuk modernisasi alutsista TNI.
Sementara itu kunjungan ke Turki memiliki dimensi strategis yang berbeda. Turki, sebagai negara anggota NATO dengan kebijakan luar negeri yang independen, telah menjalin hubungan erat dengan Indonesia di berbagai bidang, termasuk pertahanan.
Baca juga : Geostrategi IPDN: Pelopor Pancasila Dan Penggerak Revolusi Mental
Kunjungan ini kemungkinan bertujuan untuk memperkuat kerja sama di bidang teknologi militer dan industri pertahanan. Dengan demikian, kunjungan ini menunjukkan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang proaktif dalam membangun aliansi strategis, tidak hanya dengan negara-negara Barat, tetapi juga dengan negara-negara di luar blok Barat. Ini mencerminkan pendekatan pragmatis dan multi-arah dalam diplomasi internasional Indonesia.
Kunjungan ini menghadirkan peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya di panggung internasional dan mendapatkan dukungan dalam isu-isu global. Namun, tantangan juga muncul dalam menjaga keseimbangan diplomasi antara berbagai kekuatan global yang terkadang memiliki kepentingan yang bertentangan.
Di satu sisi, Indonesia berpeluang untuk memperkuat posisi regionalnya melalui kerja sama ini, namun di sisi lain, menjaga keseimbangan dalam diplomasi global merupakan tantangan tersendiri, terutama dalam menghadapi dinamika politik internasional yang kompleks. Dengan demikian, kunjungan kerja Prabowo Subianto ke Eropa dan Timur Tengah adalah langkah strategis yang mencerminkan upaya Indonesia untuk mengamankan kepentingan nasional melalui diplomasi pertahanan.
Baca juga : Geopolitik IPDN Melahirkan Lulusan Perekat Bangsa
Langkah ini penting bagi masa depan Indonesia dalam menjaga stabilitas regional, memperkuat kemampuan militer, dan memastikan Indonesia tetap relevan dalam dinamika geopolitik global. Masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di bawah kepemimpinan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana ia dapat menavigasi hubungan dengan berbagai kekuatan global ini.
Dari itu diharapkan pula menjadi penggerak keberlanjutan ideologi Pancasila, sebagaimana diamanatkan dalam hasta cita. Maka sangat lengkap dengan nemanmbahkan hubungan diplomasi dengan negara-negara maju, bersamaan pula dengan membangun sistem pertahanan yang mempuni.
Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah Gubernur Lemhannas RI (2001-2005).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.