Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Kecerdasan buatan (Artificial Intellegence/AI) banyak dibicarakan dan memberi peran penting dalam keseharian kita.
Pada Januari lalu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan, Pemerintah menetapkan lima prioritas dalam strategi pemanfaatan kecerdasan buatan nasional, yakni layanan kesehatan, reformasi birokrasi, pendidikan talenta, pengembangan kota pintar (smart city) dan keamanan pangan.
Menurut berita di media massa, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sudah merencanakan pembuatan aturan soal penggunaan AI. Diingatkan pentingnya pengaturan yang dapat memastikan penggunaan teknologi ini menguntungkan bagi masyarakat, serta meminimalkan potensi risikonya.
Disebutkan juga bahwa pengaturan di negara kita ini akan mencakup prinsip-prinsip seperti transparansi, akuntabilitas, dan kemanusiaan.
Setidaknya ada lima hal lain yang perlu perhatian dalam perkembangan kecerdasan buatan.
Pertama, pendekatan AI dan algoritmanya bisa sangat berperan dalam kehidupan kita, baik dalam hal informasi yang akurat, tepat waktu (real time), serta bagaimana sensitifitasnya dalam berbagai situasi yang menantang.
Baca juga : Anggaran Kemenkes Dipangkas, Ini 7 Hal Yang Harus Dilakukan
Kedua, penggunaan dan pemanfaatan kecerdasan buatan pada situasi krisis adalah unik dan spesifik dan jelas akan punya dampak penting terhadap keamanan dan persepsi publik.
Ketiga, perlu dikuasai tentang bagaimana penggunaan teknologi AI akan dapat membantu proses pengambilan keputusan di berbagai tingkatan dan dalam berbagai keadaan.
Dalam hal ini terdapat juga tantangan yang dihadapi di lapangan, serta bagaimana mengintegrasikan kemajuan teknologi AI ke dalam pola kehidupan yang biasa dilakukan selama ini.
Keempat, yang amat penting bagaimana pemanfaatan kecerdasan buatan akan dapat sesuai dan sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
Kelima, patut diketahui tentang dampak AI pada jurnalisme dan komunikasi, yang harus menyeimbangkan antara akurasi, obyektifitas dan etika, serta bagaimana menavigasi transparansi serta prinsip akuntabilitas.
Secara umum, setidaknya ada empat hal dalam perkembangan komunikasi yang menggunakan kecerdasan buatan.
Baca juga : Ini 3 Hal Yang Sebaiknya Dilakukan Indonesia
Pertama, AI dalam komunikasi yang tidak dikelola baik dapat saja menjadi ajang penyebaran disinformasi yang mungkin punya dampak pada keamanan global.
Kita menyadari, peran kecerdasan buatan dalam komunikasi strategik nasional suatu bangsa dikaitkan juga dengan dinamika transparansi digital versus keamanan data, serta kolaborasi global antarnegara di dunia.
Kedua, pendekatan yang perlu dilakukan harus bersifat proaktif, berorientasi pada pemecahan masalah, kerja sama internasional dan selalu menghargai aspek humanitarian.
Ketiga, perhatian perlu diberikan untuk mencegah kesalahan dan manipulasi informasi, dengan selalu memegang teguh prinsip jurnalisme yang menjamin aspek kebenaran dan bukan semata-mata kekuasaan.
Keempat, diperlukan bentuk inovasi dalam komunikasi menggunakan AI untuk semua bidang terkait.
Mulai dari ekonomi sampai budaya, kebijakan luar negeri sampai turisme serta dari industri dan teknologi sampai ke pendidikan.
Baca juga : Hari Kemerdekaan, Hari Republik & 5 Aspek Kesehatan India
Sebagai penutup disampaikan beberapa prinsip dasar kecerdasan buatan (AI) yang perlu dicamkan, yaitu memegang teguh asas keadilan, etika, berdasar hati nurani dan selalu menjunjung hak asasi manusia.
Negara kita perlu mempercepat transformasi digital sebagai langkah strategis untuk mengatasi ketimpangan digital dan mempercepat pertumbuhan bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Tentu, dengan memegang teguh berbagai prinsip dasar dan luhur yang ada.
Prof Tjandra Yoga Aditama
- Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI
- Adjunct Profesor Griffith University, Brisbane Australia
- Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.