BREAKING NEWS
 

Prabowo Subianto: Kewibawaan Yang Mengokohkan Eksistensi Indonesia

Kamis, 4 September 2025 06:25 WIB
Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, S. Ag., M.Si

RM.id  Rakyat Merdeka - Di saat dunia menatap Indonesia dengan penuh tanda tanya, kepemimpinan sejati justru tampil semakin jelas. Ujian sejarah sedang berlangsung: protes besar mewarnai jalanan, perdebatan politik memanas, dan ketegangan sosial menjadi sorotan global. 

Namun bangsa ini tidak goyah. Negara tetap tegak di atas pondasi kokoh, dan di tengah riuhnya suara kritik, muncul seorang pemimpin yang memilih untuk menjawab bukan dengan retorika, tetapi dengan wibawa dan langkah strategis.

Presiden Prabowo Subianto memahami bahwa eksistensi negara tidak hanya dibangun melalui stabilitas internal, tetapi juga melalui kredibilitas di mata dunia. Kepemimpinannya menegaskan bahwa keduanya saling melengkapi: kekuatan domestik memperkuat posisi global, sementara pengakuan dunia memperkokoh legitimasi di dalam negeri. Inilah prinsip kepemimpinan yang memadukan ketenangan, ketegasan, dan keberanian mengambil risiko.

Aristoteles menyebut konsep phronesis sebagai kebijaksanaan praktis dalam mengambil keputusan. Prabowo menerapkannya dengan presisi: ia tidak larut dalam tekanan politik, tetapi menggunakan setiap krisis sebagai peluang memperkuat citra bangsa. 

Baca juga : Jakarta Menyala: Ketika Flexing Menjadi Bensin Penjarahan

Aparat bekerja sesuai hukum, kementerian bergerak fokus pada agenda pembangunan, dan roda pemerintahan tetap berjalan. Krisis tidak membuat negara gentar, melainkan menjadi batu ujian yang mengukuhkan karakter kepemimpinan nasional.

Diplomasi Beijing: Gong Dunia Timur untuk Wibawa Indonesia

Tanggal 3 September 2025 akan tercatat sebagai hari penting dalam sejarah diplomasi Indonesia. Saat matahari terbit di Beijing, dunia Timur menyaksikan simbolisasi baru keseimbangan global. 

Presiden Prabowo Subianto hadir memenuhi undangan Presiden Xi Jinping di parade militer peringatan 80 tahun kemenangan Perang Dunia II. Di satu panggung, ia duduk sejajar dengan Xi Jinping dan Vladimir Putin — dua figur sentral geopolitik. Di sana, Indonesia tampil sebagai negara yang tidak sekadar hadir, tetapi diperhitungkan.

Adsense

Perkumpulan ini lebih dari sekadar seremoni. Di pusat kekuatan dunia Timur, Prabowo mengirim pesan tegas: Indonesia adalah bangsa yang berdaulat, mitra yang sejajar, dan pilar penting dalam dunia multipolar. Kehadiran ini menegaskan pergeseran lanskap geopolitik: bahwa kekuatan global kini tidak lagi terpusat di satu blok, dan di Timur, di mana matahari terbit, tumbuh pula harapan akan tatanan dunia yang lebih adil.

Baca juga : Menko Airlangga: Fundamental Ekonomi Indonesia Solid

Pertemuan bilateral dengan Xi Jinping menguatkan kerja sama di bidang energi, pertahanan, teknologi, dan infrastruktur. Namun makna strategisnya jauh melampaui dokumen perjanjian. 

Indonesia tidak lagi dilihat sebagai pengikut, melainkan pengarah percakapan global. Prabowo berhasil memadukan warisan diplomasi bebas aktif dengan sikap percaya diri yang matang, menjadikan Indonesia negara yang berbicara dengan kekuatan, namun tetap menjunjung kesetaraan dan perdamaian.

Momentum di Beijing menjadi gong diplomasi baru Indonesia. Di tengah riuh protes di dalam negeri, dunia melihat seorang pemimpin yang tampil percaya diri, menegaskan bahwa stabilitas bukan hanya terjaga, tetapi juga menjadi fondasi untuk menampilkan kekuatan nasional di panggung global. Wibawa ini lahir bukan dari propaganda, tetapi dari pengalaman panjang, visi geopolitik yang tajam, dan strategi yang terukur.

Warisan Besar, Eksistensi yang Kokoh

Prabowo menghidupkan kembali semangat Bung Karno sebagai mercusuar Asia-Afrika, namun dengan bingkai modern dan realistis. Ia sadar dunia kini lebih kompleks, tetapi prinsip untuk berdiri sejajar dengan bangsa manapun tetap relevan. Diplomasi di Beijing membuktikan bahwa Indonesia mampu menjadi pemain utama, bukan hanya penonton dalam percaturan global.

Baca juga : Pemuda Lintas Iman Seru Masyarakat Jaga Indonesia

Kepemimpinannya menyatukan dua kekuatan: stabilitas domestik yang kokoh dan kredibilitas internasional yang terus meningkat. Ketika banyak pemimpin dunia terjebak memilih salah satu, Prabowo menunjukkan keduanya dapat berjalan beriringan. Krisis justru menjadi panggung pembuktian bahwa negara ini tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh semakin disegani.

Kini mata dunia menatap ke Timur, dan di bawah sinar matahari yang terbit, Indonesia berdiri sebagai bangsa yang berdaulat, kuat, dan bermartabat. Prabowo Subianto tidak hanya memperkokoh eksistensinya di dalam negeri, tetapi juga mengangkat martabat bangsa ke posisi yang semakin tinggi di panggung dunia. 

Sejarah akan mencatat bahwa di tengah gejolak, lahirlah kepemimpinan yang justru semakin mengakar dan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih gemilang. Sekarang, waktunya dunia Timur mulai menunjukkan kekuatannya. Matahari terbit di Timur, harapan muncul juga dari dunia timur.

Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, M.Si adalah Guru Besar Hubungan Internasional, Busan University of Foreign Studies (BUFS) Korea Selatan dan Ketua DPP Partai Golkar Bidang Kebijakan Politik Luar Negeri dan Hubungan Internasional

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense