Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Kita ketahui bersama bahwa kebiasaan merokok membahayakan kesehatan. WHO menyebutkan bahwa kebiasaan merokok dan penggunaan tembakau membunuh lebih datri 7 juta orang di dunia setiap tahuunya, termasuk diantaranya lebih dari 1,6 juta bukan perokok yang terpapar asap rokok pasif (“second-hand smoke”).
Pada 26 Juni 2026, WHO mengeluarkan informasi tentang berbagai aspek kegiatan pengedalian merokok di negara-negara di dunia.
Disebutkan bahwa lebih dari sepertiga penduduk dunia yang tinggal di 79 negara sudah terlindungi dari paparan asap rokok pasif dengan adanya aturan yang lengkap tentang kawasan bebas asap rokok di negaranya.
Baca juga : Pengendalian Malaria Di Kepulauan Tanimbar
Selain itu, hanya 31 negara (mencakup sepertiga penduduk dunia) yang punya pelayanan berhenti merokok secara lemgkap dan menyeluruh (“comprehensive”), dengan biaya yang sepewnuihnya atau sebagian ditanggung negara.
Data lain menunjukkan bahwa sekarang ada 62% penduduk dunia yang tinggal di 110 negara yang telah menerapkan peringatan kesehatan yang baik di bungkus rokok, meliputi antara lain cukup besar (50% atau lebih) area utama bungkus rokoknya diberi peringatan kesehatan bergambar dalam bahasa nasional dan gambar/tulisannya di rotasi secara berkala.
Baca juga : Mancini Pede Bawa Italia Lolos Piala Dunia 2030
Di sisi lain, ada lebih dari 2,9 milyar penduduk yang tinggal di 36 negara yang telah menayangkan kampanye media massa yang besar, setidaknya sekali dalam dua tahun terakhir.
Lebih dari sepertiga negara di dunia (68) yang merepreesentasikan lebih seperempat penduduk dunia, telah melarang secara total iklan, promosi dan sponsor rokok (“TAPS Tobacco advertising promotion and sponsorship”).
Di sisi lain, kenyataannya hanya 41 negara yang mencakup sekitar 12% penduduk dunia yang sudah menerapkan cukai rokok/produk tembakau sesuai rekomendasi WHO, meliputi sekitar 75% dari harga eceran rokok adalah komponen cukai.
Baca juga : Jerry Sambuaga Pastikan Munas X AMPI Segera Digelar
Prof Tjandra Yoga Aditama.
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI/Adjunct Professor Griffith University.
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.