Tausiah Politik
Sebelumnya
Dalam bahasa agama, UK memiliki beberapa padanan. Di antaranya yang paling dekat ialah hasud. Hasud dalam bahasa Arab berarti menghasut atau memprovokasi orang lain agar ikut membenci musuhnya. Orang itu akan merasa puas saat melihat musuhnya terkapar dan tidak berdaya. Perbuatan hasud sangat tercela dalam Islam dan mungkin juga dalam semua agama. Dalam Al-Qur’an, Allah mengajarkan perlindungan terhadap orang-orang yang hasad: Wa min syarri hasidin idza hasad (dan dari kejahatan pendengki apabila ia dengki) (QS al-Falaq/113: 5).
Dalam hadis, Nabi menyatakan kebencian terhadap para penghasud dengan mengatakan: “Sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.” Ketika Nabi melewati pemakaman Baqi di Madinah, ia tiba-tiba berhenti di atas dua makam baru. Ditanya oleh sahabat, “Kenapa berhenti di sini?” Nabi menjawab, “Kasihan kedua orang ini karena sedang mengalami kesakitan akibat disiksa di kuburannya.” Yang pertama disiksa karena tidak bersih ketika membuang kotoran, sedangkan yang kedua disiksa karena suka membuat onar di dalam masyarakat (provokator).
Baca juga : Mengasah Mata Batin
Al-Qur’an menunjukkan pelajaran berharga tentang bagaimana Raja Fir’aun hancur karena selalu melancarkan ungkapan kebencian (hate speech) kepada Nabi Musa. Al-Qur’an juga selalu mengingatkan kita agar tidak begitu mudah membenci orang lain: “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.” (QS al-Maidah/5: 8).
Dalam ayat lain ditegaskan: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.” (QS al-Hujurat/49: 12).***
Baca juga : Meneladani Dua Umar
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Jumat, 2 Oktober 2026 dengan judul "Apa Itu Ujaran Kebencian"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.