Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Pada 15 Oktober 2026, saya memberi kuliah umum pada lebih dari 250 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Saya selalu senang dan bersemangat dapat betemu mahasiswa, melihat antusiasme mereka, kemampuannya memahami kuliah dan celetukan yang khas "mahasiswa banget".
Ada lima hal yang saya sampaikan. Pertama adalah tentang pandemi mendatang setelah COVID-19. Pada dasarnya –secara ilmiah- memang akan ada pandemi mendatang, hanya kita tidak tahu kapan akan terjadi dan penyakit apa yang akan jadi penyebab pandemi. Karena itu maka tentu kita dan dunia perlu siap, apalagi karena dulu ternyata dunia tidak siap waktu menghadapi pandemi H1N1 2009 dan juga COVID-19.
Hal kedua yang saya sampaikan, ada setidaknya tiga kesiapan yang diperlukan untuk menghadapi pandemi mendatang, kesatu adalah obat, kedua adalah vaksin dan ketiga aturan kesehatan internasional. Untuk hal ini maka memang sudah ada kesepakatan tentang “Pandemic Agreement” tetapi masih banyak bahasan tentang “Pathogen Access and Benefit Sharing (PABS)”.
Baca juga : 5 Motivasi Pascasarjana
Hal ketiga yang saya sampaikan adalah tentang perlunya pemahaman dan penerapan konsep Satu Kesehatan (“One Health”), yang meliputi kesehatan manusia, kesehatan hewan dan kesehatan lingkungan.
Dalam hal ini perli juga dipahami para mahasiswa FK bahwa penyakit yang berhubungan dengan hewan (“zoonosis”) jumlahnya makin berkembang dan merupakan salah satu kemungkinan juga untuk penyebab pandemi mendatang.
Hal keempat saya sampaikan lima tantangan kesehatan dunia (“global health”). Kesatu adalah penyakit menular khususnya yang “emerging” dan “reemerging” dan kedua berbagai jenis penyakit tidak menular (PTM).
Baca juga : Dubes Desra Percaya Dan Pelayanan Rumah Sakit
Ketiga adalah kejadian resistensi antimikroba (“antimicrobial resistance - AMR”) yang bahkan sering diseburt sebagai “silent pandemi” atau pandemi senyap, serta ke empat tentang pemanfaatan teknologi yang utamanya di bidang kecerdasan buatan (“artificial intelegence – AI”).
Kelima adalah perubahan iklim (‘climate change”) yang terus melanda dunia, dan untuk kita salah satu dampak nyatanya sekarang adalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sudah lebih dari 3 bulan berjalan.
Baca juga : Yudisium MARS YARSI
Hal kelima yang saya sampaikan adalah pengenalan tentang WHO. Saya jelaskan bahwa WHO ada pusatnya di Jenewa dan dipimpin Direktur Jenderal, ada di 6 Regional yang masing-masing dipimpin Direktur Regional dan ada pula kantor WHO di negara-negara anggota WHO.
Pada kesempatan kuliah ini saya “tawarkan” juga agar para mahasiswa sesudah lulus kelak dapat mempertimbangkan opsi berkarier di WHO, tentu selain potensi bekerja di tanah air kita. Yang jelas, lulusan Fakultas Kedokteran harus mampu berbakti bagi kesehatan manusia, di negara kita dan juga di dunia.
Prof Tjandra Yoga Aditama
Guru Besar Fakultas Kedokteran sejak 2008
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.