BREAKING NEWS
 

Ragam Doa Iftitah Yang Dibaca Rasulullah Dalam Salat

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 9 September 2025 07:54 WIB
Doa Iftitah dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Al-Fatihah, fungsinya untuk membuka komunikasi spiritual antara seorang hamba dan Allah SWT sebelum masuk ke inti bacaan salat. (Foto Muhammadiyah.or.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Salah satu bagian dalam salat setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Surah Al-Fatihah adalah membaca doa Iftitah. Doa ini bersifat sunah, bukan rukun, namun membacanya dapat menghadirkan ke khusyukan.

Dari arti kata, Iftitah berarti “pembukaan". Fungsinya untuk membuka komunikasi spiritual antara seorang hamba dan Allah SWT sebelum masuk ke inti bacaan salat.

Doa Iftitah ada banyak versi dan masing-masing membawa nuansa spiritual yang berbeda. Ini justru memperkaya pengalaman salat, karena kita bisa memilih bacaan yang paling menyentuh hati.

Terdapat beberapa riwayat tentang ragam bacaan doa iftitah yang dibaca Rasulullah. Pertanyaannya kemudian, apakah doa Iftitah pada salat fardu berbeda dengan doa Iftitah pada salat sunah?

Variasi Bacaan Doa Iftitah dalam Hadis

Pertama, yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.

Baca juga : Pramono: Tidak Ada Infrastruktur Jakarta Rusak Akibat Gempa Rabu Malam

حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْكُتُ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَبَيْنَ الْقِرَاءَةِ إِسْكَاتَةً قَالَ أَحْسِبُهُ قَالَ هُنَيَّةً فَقُلْتُ بِأَبِي وَأُمِّي يَا رَسُولَ اللهِ إِسْكَاتُكَ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَالْقِرَاءَةِ مَا تَقُولُ قَالَ أَقُولُ

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

[رواه البخاري: 744، أبو داود: 781، أبو خوزيمة: 1630، مسلم: 1354]

Doa ini berisi permohonan agar Allah menjauhkan hamba dari dosa, menyucikan jiwa, dan membersihkannya dengan air, salju, dan embun.

Kedua, riwayat dari Ali bin Abi Thalib r.a.:

Adsense

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ قَالَ

وَجَّهْتُوَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنْ الْمُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَنْتَ رَبِّي وَأَنَا عَبْدُكَ، ظَلَمْتُ نَفْسِي وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ، وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ، أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Baca juga : Empat Remaja Ditahan Terkait Aksi Pembobolan Rumah Brad Pitt

[رواه مسلم: 1290]

Doa ini sarat dengan pernyataan tauhid, pengakuan sebagai hamba, permohonan ampunan, serta doa untuk mendapat akhlak yang terbaik.

Ketiga, riwayat dari Ibnu Umar r.a.:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ نُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ قَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ الْقَائِلُ كَلِمَةَ كَذَا وَكَذَا؟ قَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ: أَنَا يَا رَسُولَ اللهِ. قَالَ: عَجِبْتُ لَهَا فُتِحَتْ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ. قَالَ ابْنُ عُمَرَ: فَمَا تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ذَلِكَ

Baca juga : Laga Uji Coba, Persita Cari Keseimbangan Tim Lawan Klub Malaysia

[رواه مسلم: 943]

Doa ini berupa zikir agung yang mengandung takbir, tahmid, dan tasbih. Rasulullah saw memuji bacaan tersebut hingga menyatakan pintu-pintu langit terbuka karenanya.

Apakah Ada Perbedaan antara Salat Fardu dan Salat Sunah?

Dengan mencermati hadis-hadis di atas, jelas bahwa doa iftitah memiliki beberapa variasi. Para ulama menyebutkan bahwa semua doa tersebut shahih, dan masing-masing pernah dibaca Rasulullah saw. Namun, setelah diteliti, tidak ditemukan dalil yang secara khusus mengaitkan doa Iftitah tertentu hanya untuk salat fardu atau hanya untuk salat sunah.

Artinya, tidak ada pembatasan. Seorang muslim boleh membaca salah satu doa Iftitah di atas, baik ketika melaksanakan salat fardu maupun salat sunah. Bahkan, sebagian ulama menganjurkan agar seorang muslim berganti-ganti bacaan Iftitah, sehingga dapat menghidupkan seluruh sunnah Rasulullah saw dalam salat.

Referensi: Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, “Perbedaan Iftitah pada Shalat Fardu dan Shalat Sunah”, dalam Majalah Suara Muhammadiyah No 15 Tahun 2019.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense