RM.id Rakyat Merdeka - Menjadi slay bukan berarti memiliki tubuh tertentu atau “sempurna” seperti yang kerap ditampilkan di media sosial. Slay adalah tentang bagaimana setiap orang bisa tampil percaya diri, sehat, dan autentik sesuai versinya masing-masing, termasuk dari cara berjalan. Semangat inilah yang diusung Femmy Fyber lewat challenge Ready, Set, Slay, sebuah ajakan untuk menunjukkan rasa percaya diri melalui gaya catwalk di TikTok dan Instagram.
Challenge yang berlangsung sejak Juni hingga Agustus 2025 itu telah memasuki babak semifinal pada 19 September lalu di Jakarta. Sebanyak 15 semifinalis tampil di runway untuk memperebutkan lima posisi pemenang.
President Director PT Bintang Toedjoe Fanny Kurniati hadir langsung dalam acara ini. Ia menekankan, runway semifinal bukan hanya soal fesyen, tapi juga soal suara perempuan yang ingin didengar. “Mengusung tema Empowering Woman, challenge ini ingin menyeimbangkan kekuatan diri dari dalam dengan confidence sebagai fondasi untuk dipancarkan keluar, baik dalam fesyen, bentuk tubuh, maupun cara berjalan. Slay adalah akronim dari Self-love, Learning, Attitude, dan You must be confident. Alih-alih mengejar tubuh ideal, slay berarti tubuh bugar, pencernaan sehat, percaya diri, dan nyaman dengan diri sendiri,” ujar Fanny, yang baru-baru ini mendapat predikat The Most Powerful Women Business Leaders 2025 versi Majalah SWA.
Challenge ini mendapat sambutan positif dengan lebih dari 853 unggahan video di TikTok dan Instagram. Video para semifinalis penuh percaya diri, menampilkan catwalk terbaik yang memancarkan arti sesungguhnya dari kecantikan: mencintai tubuh melalui perilaku dan pikiran positif.
Baca juga : Lestari Moerdijat Dorong Peran Penyandang Disabilitas Dalam Proses Pembangunan
Head of Marketing PT Bintang Toedjoe Arwin Nugraha Hutasoit menjelaskan bahwa para semifinalis sebelumnya mengikuti bootcamp dua hari di Jakarta. Mereka mendapat pembekalan eksklusif 3B (Beauty, Brain, and Behavior) serta workshop etiket bersama komunitas Menjadi Manusia.
“Kampanye ini menjadi platform untuk saling memberi semangat dan inspirasi. Pengembangan diri yang diberikan menggabungkan fesyen, beauty, dan self-confidence training,” jelas Arwin.
Mewakili dewan juri, Karina Nadila, Putri Indonesia Pariwisata 2017, menilai workshop semacam ini sangat dibutuhkan perempuan modern.
“Saya salut pada inisiatif Femmy Fyber mengadakan program ini. Karena berani tampil di media sosial bukan sekadar soal gaya, tapi juga soal kesadaran. Saat kita hadir apa adanya, kita tidak hanya slay di luar, tapi juga kuat di dalam,” tuturnya.
Baca juga : Kemendagri Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah Lewat Pembiayaan Infrastruktur
Program ini juga menjadi bagian dari kampanye Every Body Slay, gerakan yang mengajak masyarakat mengubah pola pikir tentang kecantikan. Fokusnya bukan pada bentuk tubuh, melainkan pada kesehatan, khususnya sistem pencernaan. Selama ini, standar kecantikan yang sempit menormalisasi candaan soal tubuh, hingga memunculkan tren diet ekstrem. Padahal, tubuh setiap orang berbeda. Mulai dari struktur tulang, distribusi lemak, hingga metabolisme.
Head of Business Unit Upper Respiratory and Women Health PT Bintang Toedjoe Andry Mahyudi menegaskan bahwa diet bukan hukuman.
Kata dia, banyak orang terjebak dalam mindset "cepat kurus lebih baik". Padahal, diet ekstrem bisa menyebabkan malnutrisi hingga eating disorder.
"Diet seharusnya jadi bentuk self-care. Setiap orang bisa percaya diri dengan tubuhnya sendiri, asal dilakukan dengan mengutamakan kesehatan tubuh, terutama sistem pencernaan,” jelasnya.
Baca juga : Lestari Moerdijat Dorong Perlindungan Menyeluruh Dari Ancaman Tindak Kekerasan
Di sinilah Femmy Fyber hadir sebagai solusi. Satu stick pack mengandung psyllium husk, ekstrak buah dan sayur tinggi serat, serta pemanis alami stevia. Kandungan ini membantu menjaga mikrobioma usus, menstabilkan gula darah, mengontrol nafsu makan, hingga mendukung energi lebih konsisten sepanjang hari.
Lima peserta akhirnya terpilih sebagai pemenang dan akan berangkat ke Jepang pada November mendatang. Mereka adalah Rahma Tyas Ayu Fairuztika (Jakarta), Dheviana Benawar (Depok), Grace Bersyeba Martha Haba (Tangerang), Oessella (Jakarta), dan Angie Levina Wijaya (Surabaya).
“Ready, Set, Slay bukan hanya sekadar challenge, tapi sebuah gerakan untuk mengekspresikan kepercayaan diri lewat gaya, kepribadian, dan cara memandang dunia. Setiap langkah adalah perayaan diri, dan setiap tubuh pantas untuk slay,” pungkas Fanny Kurniati.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.