RM.id Rakyat Merdeka - Dunia maya tengah diguncang oleh video eksplorasi terbaru dari kanal Ghost Ranger Indonesia yang menelusuri legenda kelam “Wayang Kulit Manusia".
Video berdurasi hampir satu jam itu menampilkan perjalanan tim Ghost Ranger ke Lereng Gunung Merbabu, Jawa Tengah, untuk mencari artefak misterius yang disebut-sebut terbuat dari kulit manusia.
Cuplikan video tersebut sontak viral di media sosial, menembus ratusan ribu penayangan hanya dalam dua hari. Potongan adegannya ramai beredar di TikTok, X (Twitter), dan Instagram Reels.
Banyak penonton terpukau oleh perpaduan visual sinematik, suasana mistis, serta interaksi nyata dengan warga sekitar yang membuatnya terasa seperti film dokumenter horor asli Indonesia.
Dalam penelusurannya, tim Ghost Ranger menampilkan malam pencarian di tengah kabut, ritual warga setempat, hingga kisah turun-temurun tentang seorang dalang yang konon menciptakan wayang dari kulit manusia sebagai bagian dari ritual spiritual.
Baca juga : Gemira Minta Media Introspeksi, Santri Tahan Diri
Namun, riset ilmiah Otok Herum Marwoto (2012) dalam jurnal “Wayang Kulit Manusia: Antara Mitos dan Kenyataan” menegaskan bahwa tidak pernah ditemukan bukti wayang yang terbuat dari kulit manusia.
Semua wayang yang pernah diuji laboratorium terbuat dari kulit binatang seperti kerbau atau kambing. Meski demikian, mitos ini tetap hidup di masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur, terutama karena diyakini sebagai simbol spiritual tentang keberanian manusia menghadapi sisi gelap dirinya.
“Legenda ini bukan semata soal ketakutan, tetapi tentang refleksi diri,” ujar Dwi Antoro, peneliti budaya dari UGM.
“Wayang Kulit Manusia menggambarkan seberapa berani manusia menatap bayangan dirinya sendiri,” tambahnya.
Fenomena #WayangKulitManusia kini menjadi topik panas di berbagai platform media sosial. Ribuan komentar membahas perpaduan unik antara unsur budaya Jawa, horor, dan sinematografi modern yang disebut penonton sebagai “mistis tapi estetik".
Baca juga : BRI Raih Penghargaan The Best Contact Center Indonesia 2025, Bukti Layanan Unggul
Menurut Maulida Afifa Tri Fahyani dari ISI Surakarta, legenda Wayang Kulit Manusia sebenarnya bukan kisah berdarah seperti yang sering disebarkan, melainkan simbol spiritual yang mendalam.
“Mitos ini merepresentasikan manusia yang ingin menyatukan diri dengan bayangannya,” tulis Maulida dalam kajiannya di Repository ISI Surakarta.
Unggahan akun budaya seperti @budayakita.id di TikTok bahkan menulis, “FYP bukan cuma algoritma. Kadang, itu cara leluhur memanggil perhatian kita lewat layar".
Video Ghost Ranger Indonesia bukan sekadar konten horor, melainkan bentuk eksplorasi budaya dan spiritualitas lokal.
Dengan pendekatan dokumenter dan narasi visual yang kuat, mereka berhasil menghidupkan kembali mitos kuno dalam format digital yang mudah diakses generasi muda.
Baca juga : BISON Indonesia Jempoli Diplomasi Perdamaian Presiden Prabowo
Dalang muda asal Yogyakarta, Ki Bayu Adi Wicaksono, menilai bahwa kisah semacam ini memang tak pernah benar-benar hilang.
“Wayang punya dua sisi: terang dan gelap, doa dan dosa. Mungkin karena itu, kisah seperti Wayang Kulit Manusia tidak pernah mati,” ujarnya.
Kini, Ghost Ranger tak hanya dikenal sebagai kanal eksplorasi horor, tetapi juga sebagai jembatan antara budaya tradisional dan dunia digital. Mereka membuktikan bahwa mitos lama bisa tetap relevan dan bermakna di era konten viral.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.