Maag merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat. Kondisi ini umumnya ditandai dengan rasa tidak nyaman pada bagian atas perut, seperti perih, kembung, mual, atau cepat merasa kenyang. Keluhan maag dapat dialami oleh berbagai kelompok usia dan sering kali berkaitan dengan pola hidup sehari-hari, salah satunya kebiasaan makan yang tidak teratur.
Kesibukan masyarakat modern membuat sebagian orang sering melewatkan waktu makan. Pelajar yang sibuk mengikuti kegiatan sekolah, mahasiswa dengan jadwal padat, maupun pekerja yang memiliki banyak tugas terkadang menunda makan hingga berjam-jam. Kebiasaan tersebut dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami keluhan pada sistem pencernaan, terutama jika disertai konsumsi makanan yang terlalu pedas, berminyak, atau minuman berkafein secara berlebihan.
Baca juga : Ketergantungan pada Makanan Cepat Saji serta Dampaknya bagi Kesehatan Generasi M
Ketika seseorang terlambat makan, perut tetap menghasilkan asam lambung sebagai bagian dari proses pencernaan. Pada sebagian orang, kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa perih atau tidak nyaman. Namun, maag tidak selalu disebabkan hanya oleh telat makan. Infeksi bakteri tertentu, penggunaan obat-obatan tertentu, stres, serta kebiasaan hidup yang kurang sehat juga dapat berperan dalam munculnya gangguan pencernaan.
Gejala maag yang muncul dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa orang merasakan nyeri atau perih di bagian atas perut, sedangkan yang lain mengalami mual, kembung, sering bersendawa, atau merasa cepat kenyang. Jika keluhan muncul berulang kali dan mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya seseorang berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.
Baca juga : Generasi Z dan Tantangan Belajar di Era Digital
Pencegahan dapat dilakukan dengan membangun kebiasaan makan yang lebih teratur. Masyarakat dianjurkan tidak sering melewatkan waktu makan dan memilih makanan yang bergizi seimbang. Makan dalam porsi yang sesuai juga dapat membantu menjaga kenyamanan pencernaan. Selain itu, konsumsi makanan yang menjadi pemicu keluhan pada diri sendiri sebaiknya dibatasi.
Gaya hidup sehat juga memiliki peran penting. Istirahat yang cukup, mengelola stres, melakukan aktivitas fisik secara rutin, serta menghindari kebiasaan merokok dapat mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. Masyarakat juga perlu berhati-hati dalam menggunakan obat pereda nyeri tertentu karena beberapa jenis obat dapat mengiritasi lambung.
Baca juga : Dampak Merokok terhadap Kesehatan Masyarakat
Masalah maag memang sering dianggap ringan, tetapi keluhan yang terus berulang tidak sebaiknya diabaikan. Dengan menerapkan pola makan yang teratur dan gaya hidup sehat, masyarakat dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. Kesadaran untuk memperhatikan waktu makan menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari demi menjaga kesehatan dan mendukung aktivitas tetap berjalan dengan baik.
Artikel ini ditulis oleh Nayla Putri, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisah Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.