Pagi datang, mahasiswa bergegas menuju kampus. Sebagian mengejar jadwal kuliah, sebagian lainnya sibuk memikirkan tugas yang belum selesai. Setelah berjam-jam duduk di ruang kelas, aktivitas kembali berlanjut di depan laptop atau layar ponsel. Tanpa disadari, sebagian besar waktu dalam sehari justru dihabiskan dengan duduk dan minim bergerak.
Bagi mahasiswa, kondisi seperti ini mungkin sudah menjadi bagian dari rutinitas yang dianggap biasa. Kesibukan kuliah, tugas, organisasi, hingga kegiatan bersama teman sering kali membuat olahraga berada di urutan terakhir. Padahal, tubuh yang terus digunakan untuk berpikir juga membutuhkan kesempatan untuk bergerak.
Olahraga bukan sekadar kegiatan untuk membentuk tubuh atau mengejar penampilan, tetapi kebutuhan penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Menurut World Health Organization (WHO), aktivitas fisik secara rutin memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental serta membantu mengurangi risiko berbagai penyakit tidak menular. Jika kebiasaan aktif bergerak mulai diabaikan sejak masa kuliah, bukan tidak mungkin berbagai masalah kesehatan akan muncul di kemudian hari.
Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan, olahraga sebenarnya tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Mahasiswa tidak selalu membutuhkan tempat khusus atau peralatan mahal untuk membuat tubuh tetap aktif. Berjalan kaki menuju kelas, menggunakan tangga daripada lift, bersepeda, jogging, bermain badminton, atau melakukan peregangan di sela-sela belajar sudah dapat menjadi pilihan.
Baca juga : Cegah Sebelum Terlambat : Pentingnya Deteksi Dini Untuk Meningkatkan kesehatan M
WHO menjelaskan bahwa aktivitas fisik tidak hanya berupa olahraga, tetapi juga dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk berjalan kaki dan bersepeda. Hal sederhana tersebut sering dianggap sepele, padahal jika dilakukan secara rutin dapat memberikan manfaat bagi tubuh. Aktivitas fisik membantu menjaga kebugaran, memperkuat otot dan tulang, serta membantu tubuh tetap bugar dalam menjalani kegiatan sehari-hari.
Bagi mahasiswa yang terbiasa menghabiskan waktu berjam-jam di depan laptop, bergerak secara berkala juga dapat menjadi cara untuk mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama. Dengan demikian, olahraga tidak harus menunggu waktu luang yang panjang. Justru di tengah kesibukan, mahasiswa perlu menemukan cara sederhana agar aktivitas fisik tetap menjadi bagian dari kesehariannya.
Olahraga juga bukan hanya urusan kesehatan fisik. Ada manfaat lain yang sering kali tidak terlihat, yaitu pengaruhnya terhadap kondisi pikiran. Dunia perkuliahan tidak selalu berjalan dengan mudah. Tugas yang datang bersamaan, jadwal ujian, tuntutan nilai, kegiatan organisasi, hingga persoalan pribadi dapat membuat mahasiswa merasa tertekan. Dalam kondisi seperti itu, tubuh dan pikiran sama-sama membutuhkan jeda.
Berolahraga dapat menjadi salah satu cara untuk keluar sejenak dari rutinitas tersebut. Berlari di sore hari, berjalan santai, bermain bersama teman, atau sekadar melakukan olahraga ringan dapat memberikan suasana berbeda setelah seharian berkutat dengan tugas. WHO juga menyebutkan bahwa aktivitas fisik memberikan manfaat terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan seseorang. Aktivitas fisik juga memberi mahasiswa kesempatan untuk meninggalkan layar dan menikmati waktu tanpa harus terus memikirkan pekerjaan akademik.
Baca juga : Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental bagi Mahasiswa
Setelah tubuh bergerak, pikiran pun dapat terasa lebih segar sehingga seseorang dapat kembali menjalani aktivitas dengan kondisi yang lebih baik. Karena itu, olahraga seharusnya tidak dipandang sebagai kegiatan yang menghabiskan waktu belajar, melainkan sebagai salah satu cara untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan kesehatan diri.
Sayangnya, kesadaran untuk berolahraga masih sering kalah oleh alasan kesibukan. “Tidak sempat”, “banyak tugas”, atau “nanti saja kalau sudah selesai kuliah” menjadi alasan yang cukup sering terdengar. Padahal, menunggu waktu yang benar-benar kosong justru dapat membuat olahraga tidak pernah dilakukan. Mahasiswa dapat memulainya dari langkah kecil dan realistis.
WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150–300 menit dalam satu minggu, atau aktivitas fisik intensitas berat selama 75–150 menit per minggu. Kuncinya bukan pada seberapa berat olahraga dilakukan, tetapi seberapa konsisten kebiasaan tersebut dijalankan. Mengajak teman berolahraga juga dapat membuat kegiatan menjadi lebih menyenangkan sekaligus mempererat hubungan sosial.
Lingkungan kampus pun dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk bergerak, misalnya dengan menggunakan lapangan olahraga, taman, atau area terbuka yang tersedia untuk melakukan aktivitas fisik. Dengan adanya lingkungan yang mendukung, olahraga tidak lagi terasa sebagai kewajiban, tetapi dapat menjadi bagian dari gaya hidup mahasiswa.
Baca juga : Duduk terlalu lama : Kebiasaan Sehari - hari yang Sering Diabaikan
Menjaga kesehatan tidak harus menunggu sampai tubuh mulai merasa lelah atau mengalami gangguan kesehatan. Masa kuliah merupakan waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan baik yang dapat dibawa hingga masa depan. Di tengah kesibukan mengejar prestasi akademik, mahasiswa juga perlu memberikan perhatian terhadap kondisi tubuhnya. Sebab, kemampuan untuk belajar, mengikuti berbagai kegiatan, dan mengejar cita-cita membutuhkan tubuh yang sehat dan pikiran yang tetap bugar. Olahraga sederhana yang dilakukan secara rutin dapat menjadi salah satu investasi penting untuk menjaga kualitas hidup.
Aktif bergerak bukan berarti harus menjadi atlet atau menghabiskan waktu berjam-jam di tempat olahraga. Hal terpenting adalah kemauan untuk memulai dan konsisten menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari. Mahasiswa dapat memulainya dari hal kecil, seperti berjalan kaki, melakukan peregangan, bersepeda, atau meluangkan waktu beberapa menit untuk berolahraga di tengah jadwal kuliah.
Dengan tubuh yang lebih aktif, pikiran menjadi lebih segar dan aktivitas perkuliahan pun dapat dijalani dengan lebih baik. Karena itu, di antara padatnya jadwal kuliah, tugas, organisasi, dan berbagai kesibukan lainnya, jangan sampai kesehatan menjadi sesuatu yang dilupakan. Sebab, mengejar masa depan yang cerah akan lebih berarti jika dilakukan dengan tubuh yang sehat dan pikiran yang bugar.
Artikel ini ditulis oleh Mohd Aliffeazdmi, Luthfiah Mawar M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Namira, Latan Sabilla Lubis, Peggi Aulia, Nabila Atika Rahma, Sri Rahma, Salsabilla Siregar, Aninda Alistya, Sitti Fhadilah Pasaribu dari IKM 8 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.