RM.id Rakyat Merdeka - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mancagar, Kabupaten Kuningan, berinovasi menerapkan absensi digital berbasis barcode untuk mempercepat pencatatan kehadiran. Sekaligus meningkatkan kedisiplinan siswa.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekolah SDN Mancagar Dede Nugraha mengatakan, inovasi tersebut diterapkan untuk membuat proses absensi lebih cepat, tertib, dan efisien.
Penggunaan sistem digital juga mengurangi kebutuhan kertas dalam pencatatan kehadiran.
“Tujuannya agar absensi lebih cepat dan tertib serta menghemat penggunaan kertas. Manfaatnya jauh lebih praktis dibandingkan buku manual. Kalau dulu rekap membutuhkan waktu lama karena harus menghitung absensi, sekarang dalam 2-3 detik data sudah langsung tersimpan secara otomatis,” kata Dede dalam keterangan tertulis kepada Rakyat Merdeka, Rabu (23/9/2026).
Menurut Dede, sekolah memilih sistem barcode karena dinilai murah, sederhana, dan mudah digunakan siswa sekolah dasar.
Setiap siswa memiliki barcode unik yang hanya dapat digunakan untuk satu murid.
Baca juga : Inovasi Komunikasi Transisi Energi, PLN EPI Borong 2 Penghargaan IABC 2026
“Karena paling murah dan sederhana, serta mudah digunakan untuk anak SD. Selain itu, menggunakan barcode unik sehingga satu barcode hanya bisa diakses untuk satu murid,” ujarnya.
SDN Mancagar, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, memiliki 84 siswa.
Dede mengatakan, penggunaan fingerprint atau pemindai sidik jari membutuhkan biaya lebih besar dan berpotensi mengalami kendala ketika jari siswa dalam kondisi basah.
“Pertimbangannya, SDN Mancagar, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, memiliki 84 siswa. Jadi, kalau menggunakan fingerprint, biayanya lebih mahal dan sering mengalami kendala karena jari anak basah. Kalau dengan barcode, modalnya hanya kartu dan pemindaiannya cukup menggunakan HP guru,” kata Dede.
Absensi Dilakukan di Gerbang Sekolah
Mekanisme absensi digital tersebut sederhana. Siswa datang ke sekolah dengan membawa atau memakai kartu barcode.
Guru piket kemudian memindai kartu menggunakan telepon seluler di gerbang sekolah. Setelah dipindai, sistem memberikan indikator warna hijau dan ucapan terima kasih.
Baca juga : Novo Nordisk Rebranding Jadi Novo, Fokus Percepat Inovasi Kesehatan
Data kehadiran siswa langsung masuk ke dalam sistem. Jika pemindaian dilakukan setelah pukul 06.30, siswa akan tercatat terlambat.
“Mekanismenya sederhana. Siswa datang membawa atau memakai kartu barcode. Guru piket melakukan pemindaian kartu di depan gerbang menggunakan HP. Setelah dipindai, muncul indikator warna hijau dan ucapan terima kasih dari sistem, kemudian data langsung masuk ke dalam sistem. Kalau pemindaian dilakukan lewat pukul 06.30, siswa akan tercatat terlambat,” ujar Dede.
Penerapan sistem tersebut melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, orangtua, dan komite sekolah.
Kepala sekolah menjadi penanggung jawab, guru sebagai pelaksana pemindaian, sedangkan siswa wajib membawa kartu barcode. Orangtua dapat memantau kehadiran anaknya, sementara komite sekolah turut melakukan pengawasan.
“Yang terlibat adalah kepala sekolah sebagai penanggung jawab, guru sebagai pelaksana pemindaian, siswa yang wajib membawa kartu, dan orangtua yang memantau kehadiran anaknya. Komite juga ikut mengawasi. Semua saling mendukung,” kata Dede.
Dorong Disiplin Siswa
Absensi berbasis barcode mulai diterapkan pada 10 September 2026 di gerbang SDN Mancagar.
Baca juga : ASTROS Perkenalkan Inovasi Kolaborasi Nirkabel
Menurut Dede, penerapan inovasi tersebut memberikan hasil yang baik dan membuat siswa lebih disiplin.
“Mulai diterapkan 10 September 2026 di gerbang sekolah. Hasilnya sangat bagus, siswa menjadi lebih disiplin,” ujarnya.
Dede mengatakan, inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya SDN Mancagar untuk terus berkembang meskipun memiliki keterbatasan.
Sekolah tersebut juga mencatat sejumlah prestasi di tingkat provinsi.
“SDN Mancagar, Kecamatan Lebakwangi, dengan segala kekurangan dan keterbatasan, bisa berprestasi dan berinovasi. Pada 2024, kami menjadi peserta Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat provinsi. Kemudian pada 2025, kami menjadi sekolah Adiwiyata tingkat provinsi,” kata Dede.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.