BREAKING NEWS
 

Melanjutkan Kebiasaan Baik Mencuci Tangan

Writer : IKM10 UINSU Stambuk 2026 d
Editor : UJANG SUNDA
Minggu, 4 Oktober 2026 17:01 WIB
Kebiasaan mencuci tangan pada saat pandemi Covid-19. (Gambar: dibuat dengan AI)

Masih ingat ketika masker menjadi barang yang wajib dibawa ke mana-mana? Ketika hand sanitizer tersedia hampir di setiap pintu toko, kampus, dan tempat umum? Atau ketika mencuci tangan berkali-kali dalam sehari menjadi kebiasaan yang terasa begitu penting? Pandemi Covid-19 tidak hanya mengubah cara masyarakat beraktivitas, tetapi juga mengubah cara kita memandang kesehatan.

Pada awal pandemi, kebiasaan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan menerapkan etika batuk menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Hal yang sebelumnya dianggap sederhana, bahkan sering diabaikan, tiba-tiba menjadi perhatian utama. Penelitian tentang perilaku masyarakat selama pandemi menunjukkan bahwa Covid-19 mendorong munculnya berbagai kebiasaan pencegahan, mulai dari mencuci tangan, menggunakan masker, hingga menjaga kebugaran tubuh.

Baca juga : Gummy Buah: Klaimnya Sehat, Isinya Gula!

Namun, ketika situasi pandemi mulai mereda, kebiasaan tersebut perlahan menghilang. Jika dahulu masker hampir selalu terlihat di ruang publik, kini penggunaannya lebih situasional. Kebiasaan mencuci tangan secara khusus setelah menyentuh berbagai benda juga tidak selalu dilakukan seperti pada masa pandemi. Padahal, perilaku menjaga kebersihan tangan dan menggunakan masker ketika sedang sakit bukan hanya berguna untuk mencegah Covid-19, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mencegah berbagai penyakit menular.

Adsense

Menurut panduan WHO, kebiasaan pencegahan seperti kebersihan tangan, etika batuk dan bersin, ventilasi yang baik, serta penggunaan masker tetap memiliki peran dalam mengurangi risiko penularan penyakit pernapasan. WHO merekomendasikan penggunaan masker berdasarkan situasi risiko, misalnya ketika berada di tempat yang padat, tertutup, atau memiliki ventilasi buruk, serta ketika seseorang sedang sakit atau memiliki risiko tinggi mengalami penyakit berat.

Baca juga : Udara Tak Terlihat, Tetapi Dampaknya Terasa bagi Kesehatan Masyarakat

Artinya, pelajaran dari pandemi bukanlah kita harus terus hidup dalam ketakutan terhadap penyakit. Justru sebaliknya, kita perlu membawa kebiasaan sehat yang memang bermanfaat ke dalam kehidupan sehari-hari. Mencuci tangan sebelum makan, menjaga etika batuk dan bersin, tetap tinggal di rumah ketika sedang sakit, serta menggunakan masker dalam situasi tertentu merupakan contoh perilaku sederhana yang dapat menjadi bagian dari pencegahan penyakit. WHO juga menempatkan kebersihan tangan sebagai salah satu komponen penting dalam pencegahan dan pengendalian infeksi.

Di sinilah ilmu kesehatan masyarakat memiliki peran penting. Kesehatan masyarakat tidak hanya hadir ketika wabah terjadi, tetapi juga berperan membangun perilaku sehat agar masyarakat mampu mencegah penyakit sebelum masalah menjadi lebih besar.

Baca juga : Bukan Sekadar Penghilang Haus: Pentingnya Minum Air Putih yang Cukup Setiap Hari

Covid-19 mungkin telah mengubah banyak hal. Namun, tidak semua perubahan harus ditinggalkan ketika pandemi berakhir. Jika pandemi pernah mengajarkan kita bahwa kebiasaan sederhana dapat membantu melindungi kesehatan bersama, mungkin pelajaran tersebut adalah salah satu warisan yang sebaiknya tetap kita bawa ke kehidupan sehari-hari.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense