BREAKING NEWS
 

Kesehatan Sangat Tergantung pada Pola Makanan

Writer : IKM8 UINSU Stambuk2026d
Editor : UJANG SUNDA
Selasa, 29 September 2026 18:49 WIB
Ilustrasi mengatur pola makan. (Gambar dibuat dengan AI)

Pola makanan menjadi faktor penentu utama dalam menjaga kesehatan manusia. Setiap makanan yang dikonsumsi memiliki peran terhadap fungsi organ, metabolisme, dan daya tahan tubuh. Tanpa pola makan yang baik, tubuh akan mengalami gangguan dalam menjalankan aktivitas harian. Oleh karena itu, pengaturan asupan menjadi langkah dasar yang perlu diperhatikan oleh setiap individu, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa.

Pola Makan sebagai Sumber Energi 

Tubuh manusia memerlukan energi untuk bergerak, berpikir, dan melakukan berbagai aktivitas. Energi tersebut berasal dari makanan. Karbohidrat, protein, dan lemak merupakan tiga zat gizi makro yang menjadi sumber energi utama. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi yang paling cepat digunakan oleh tubuh. Protein berperan dalam pembentukan, perbaikan, serta pemeliharaan jaringan tubuh. Lemak berfungsi sebagai cadangan energi, pelindung organ, dan membantu penyerapan vitamin tertentu.

Keseimbangan antara ketiga zat tersebut sangat penting. Kekurangan salah satu zat dapat menyebabkan tubuh lemas, pertumbuhan terhambat, dan fungsi organ tidak optimal. Kelebihan asupan juga dapat menimbulkan masalah kesehatan. Selain zat gizi makro, tubuh juga membutuhkan zat gizi mikro berupa vitamin dan mineral untuk mendukung proses metabolisme, pembentukan sel darah, menjaga sistem saraf, dan memperkuat tulang.

Dampak Pola Makan Tak Seimbang

Baca juga : Kebiasaan Menunda Makan Pagi lada Mahasiswa

Pola makan yang tidak teratur dan tidak seimbang berkaitan erat dengan munculnya berbagai penyakit. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh secara berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular. Beberapa di antaranya adalah hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Kondisi ini sering kali berkembang secara perlahan tanpa disadari.

Sebaliknya, kekurangan asupan serat, vitamin, dan mineral juga menimbulkan dampak negatif. Kekurangan serat dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit dan rasa tidak nyaman pada lambung. Kekurangan vitamin dan mineral dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah terserang penyakit infeksi. Pada anak dan remaja, kekurangan gizi dapat menghambat pertumbuhan fisik, menurunkan konsentrasi, dan mengganggu perkembangan kemampuan belajar di sekolah.

Pentingnya Keteraturan Waktu Makan 

Adsense

Selain jenis makanan, waktu makan juga berpengaruh terhadap kesehatan. Jadwal makan yang teratur membantu sistem pencernaan bekerja secara optimal dan menjaga kadar energi tetap stabil. Kebiasaan melewatkan waktu makan pagi, siang, atau malam dapat mengganggu keseimbangan asam lambung, menurunkan konsentrasi, dan menyebabkan rasa lelah.

Makan larut malam dengan porsi besar juga dapat membebani sistem pencernaan dan mengganggu kualitas tidur. Para ahli kesehatan menyarankan untuk makan dalam porsi yang sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan dalam satu waktu. Pembagian porsi menjadi tiga waktu utama dengan selingan makanan ringan yang sehat dinilai lebih baik untuk menjaga stabilitas energi dan mengontrol rasa lapar.

Baca juga : Pentingnya Promosi Kesehatan Dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

Peran Bahan dan Cara Pengolahan 

Kualitas kesehatan tidak hanya ditentukan oleh apa yang dimakan, tetapi juga bagaimana makanan tersebut diolah. Bahan makanan segar seperti sayuran hijau, buah-buahan, ikan, telur, tempe, dan kacang-kacangan memiliki kandungan gizi yang lebih lengkap dibandingkan makanan olahan yang disimpan dalam waktu lama.

Cara pengolahan yang tepat akan mempertahankan kandungan tersebut. Makanan yang direbus, dikukus, atau dipanggang umumnya mempertahankan nutrisi lebih baik dibandingkan makanan yang digoreng dengan minyak berulang atau diawetkan dengan bahan tambahan berlebihan. Penggunaan air bersih, penyimpanan bahan yang benar, pencucian bahan makanan, dan kebersihan alat masak menjadi bagian dari keamanan pangan yang harus dijaga untuk mencegah kontaminasi.

Kesadaran untuk mengatur pola makan perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Keluarga memiliki peran dalam membentuk kebiasaan makan sejak usia dini. Pembiasaan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi makanan cepat saji, mengurangi minuman manis, dan membiasakan minum air putih akan membentuk perilaku sehat hingga dewasa.

Lingkungan sekolah dan masyarakat juga memiliki peran dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya gizi. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan lebih selektif dalam memilih makanan.

Baca juga : Dari Kesadaran Menuju Masyarakat Sehat

Tenaga kesehatan mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan variasi makanan, porsi yang seimbang, jadwal yang teratur, dan kebersihan makanan. Dengan pola makan yang baik, tubuh akan memiliki daya tahan yang lebih kuat, aktivitas harian menjadi lebih optimal, dan risiko penyakit dapat ditekan sejak awal.

Artikel ini ditulis oleh Celshe Permata Zebua, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu di edit oleh Lantan Sabila Lubis, Peggi Aulia, Nabila Atika Rahma, Sri Rahma, Salsabila Siregar, Aninda Alistasya, Fadilah Pasaribu dari IKM 8 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara. 

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense