RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberi perhatian serius terhadap Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang marak terjadi. Soal PHK juga jadi salah satu bahan gunjingan netizen di media sosial.
Diketahui, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat, sebanyak 7.469 pekerja di Jakarta terkena PHK periode Januari sampai Juni 2024, atau naik 6.786 orang dibanding periode yang sama pada Tahun 2023.
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyatakan, pihaknya sudah mengantisipasi besarnya badai PHK melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta Tahun Anggaran (TA) 2024 dan 2025.
Menurut dia, Pemprov DKI juga berupaya menekan angka PHK melalui sejumlah cara, di antaranya pembinaan terhadap warga yang terkena PHK.
“Dalam postur anggaran 2024 dan 2025, Dinas UMKM dan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertransgi) didorong menekan (jumlah PHK). Langkah itu tercermin jelas dalam APBD, serta program-program yang akan mereka jalankan,” ujar Heru di Jakarta, Selasa (6/8/2024).
Baca juga : Duh, Pengangguran Makin Banyak Di DKI
Menurutnya, ada beberapa upaya yang akan dilakukan pihaknya untuk menekan laju PKH, di antaranya, Pemprov DKI akan melakukan pembinaan melalui pendidikan dan pelatihan, memberikan informasi kesempatan kerja agar mereka bisa kembali bekerja, serta mendorong mereka berwirausaha secara mandiri.
Sebagai daerah yang memiliki tingkat mobilitas tinggi, angka PHK di Jakarta terus bergerak secara dinamis. Bila track down by name by addres, jumlah karyawan yang terkena PHK di Jakarta tidak semuanya warga asli atau sudah lama tinggal di Jakarta.
“Di Jakarta orang yang datang untuk bekerja, harus mempunyai jaminan tempat tinggal dari orang yang dikenalnya, seperti teman atau saudara. Ada sebagian dari mereka mungkin belum dapat pekerjaan, itu juga masuk dalam data (PHK) DKI. Tapi, mereka akan tetap kami fasilitasi kok (untuk pembinaan),” jelas Heru.
Kepala Disnakertransgi Pemrov DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, 7.469 korban PHK di Jakarta merupakan karyawan yang telah mengikuti program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) BPJS Ketenagakerjaan. Dia juga membenarkan, tak semua karyawan yang di PHK adalah warga asli atau berdomisili di Ibu Kota.
Soal program yang akan dilakukan kepada korban PHK di Jakarta, Hari menyatakan, pihaknya telah memiliki sejumlah cara yang akan ditempuh.
Baca juga : Buru Medali Pertamanya
Pertama, menyediakan informasi pasar kerja melalui online dan offline di seluruh Wilayah Jakarta. Kedua, memperluas kesempatan kerja dan mengembangkan kewirausahaan terpadu melalui wirausaha baru di enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pengampu.
Selain itu, lanjut Hari, Pemprov akan menggelar sejumlah pelatihan kerja berbasis kompetensi, yang akan diselenggarakan oleh tujuh Pusat Pelatihan Kerja (PPK). Sebab, terdapat empat lapangan usaha yang diprediksikan masih mendominasi pada tahun 2023-2027.
Besarnya angka PHK yang terjadi di Jakarta mendapat sorotan netizen di media sosial X.
Akun @sh4nks9c turut berduka kepada para korban PHK. Dia pun mendoakan semua orang yang terkena PHK tidak patah semangat dan terus berusaha.
“Kalau sudah di-PHK, jangan gengsian. Kerja apa saja ambil, yang penting halal dan tidak langar perintah agama. Ucapku: semangat untuk para pejuang rupiah di luar sana. Tuhan bersama kalian. You Never Walk Alone,” cuitnya.
Baca juga : Veddriq Fokus Raih Medali
Akun @ghazyalfarras mendorong Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melakukan berbagai upaya untuk menghentikan badai PHK.
Menurutnya, salah satu kebijakan yang bisa dilakukan untuk mencegah banyaknya pengangguran, menghapus batasan umur dalam proses rekrutmen tenaga kerja, di sektor swasta, BUMN, hingga ASN.
“Jangan sampai, para korban PHK kesulitan mendapat pekerjaan karena adanya batasan usia. Para pekerja yang masih dalam usia produktif, telah berkeluarga, perlu mendapat prioritas karena upah yang mereka terima akan digunakan untuk menghidupi keluarga. Tapi, ini tidak berarti saya menilai adanya penganguran di lulusan baru atau gen z tidak penting,” tuturnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 8 Agustus 2024 dengan judul Netizen Soroti Badai PHK Di Jakarta, Buat Pejuang Rupiah, Yuk Tetap Semangat
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.