RM.id Rakyat Merdeka - Layanan air bersih Perumda PAM Jaya di 84 kelurahan se-Jakarta akan mengalami hambatan. Penyebabnya, terjadi kebocoran pada pipa transmisi air baku Perum Jasa Tirta II (PJT II) yang berlokasi di Jalan Prof. Dr. Satrio, Jakarta Selatan.
PJT II dan PAM Jaya menyebut, berdasar pengecekan insiden diduga terjadi akibat kendala teknis selama pengerjaan proyek pembangunan saluran kawasan Kecamatan Setiabudi oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kota Jakarta Selatan, yang bersinggungan dengan pipa transmisi air baku PJT II.
Perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu selama seminggu, mulai 23 hingga 30 Agustus 2024.
“Kami menyesalkan terjadinya insiden ini dan berkomitmen untuk menyelesaikan perbaikan secara tepat waktu. Kami juga terus berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Selatan, PJT II, dan PAM JAYA untuk mempercepat proses normalisasi situasi,” kata Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan, Santo.
Baca juga : Mengoptimalkan Pemanfaatan Teknologi dalam Meningkatkan Pendidikan di Indonesia
Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin menuturkan, pihaknya turut memfasilitasi terkait rencana penanganan kebocoran pipa dan secara intensif melakukan koordinasi dengan Unit Kerja Perangkat Daerah dan instansi terkait.
“Pemkot Jakarta Selatan mendukung pihak-pihak yang terlibat untuk secepatnya melakukan rehabilitasi agar situasi tertangani. Dengan demikian, distribusi air baku oleh PJT II serta air bersih oleh PAM Jaya ke masyarakat dapat normal kembali,” kata Munjirin.
Diketahui, saat ini 87,9 persen sumber air baku di Jakarta berasal dari Waduk Jatiluhur, Jawa Barat. Distribusinya dilakukan menggunakan pipa air baku oleh PJT II ke instalasi pengolahan air (IPA) milik PAM Jaya di sejumlah lokasi.
Jika terjadi gangguan, perbaikan pada pipa air baku milik PJT II membutuhkan kondisi kering. Karena itu, aliran air baku perlu dihentikan sementara sewaktu dibutuhkan.
Baca juga : Unika Atma Jaya Sambut 2.445 Maba Dengan Program Pengenalan Kampus
Direktur Pelayanan PAM Jaya Syahrul Hasan menyebut, saat ini PAM Jaya telah menyiapkan sejumlah antisipasi terkait suplai air baku yang berkurang.
Setelah suplai air baku dari PJT II pulih, PAM Jaya membutuhkan waktu sepekan, mulai 30 Agustus sampai 5 September 2024 untuk menormalisasi kuantitas distribusi air bersih ke pelanggan.
Syahrul mengatakan, PAM Jaya berkomitmen untuk meminimalkan gangguan pelayanan yang dialami masyarakat, terutama pada jam sibuk.
"Kami juga mengimbau agar pelanggan bersedia untuk membatasi penggunaan air untuk sementara waktu. Selain itu, kami juga menyiagakan bantuan penyediaan air bersih melalui truk tangki air bagi lokasi pelayanan publik, seperti rumah sakit, tempat ibadah, dan yayasan sosial,” kata Syahrul.
Baca juga : Evaluasi Penggunaan Dana Desa
Syahrul menambahkan, bantuan sementara tangki air juga tersedia bagi pelanggan PAM Jaya lainnya yang membutuhkan di wilayah terdampak cukup menghubungi layanan pelanggan 24 jam Lapor PAM pada nomor 1500-223.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.