RM.id Rakyat Merdeka - Untuk mewujudkan Jakarta menjadi kota global, ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi. Salah satunya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mesti memastikan warganya merasa nyaman dan aman. Untuk mencapai itu, sedikitnya 70 ribu titik di Jakarta membutuhkan kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV).
Tingkat pengawasan terhadap aktivitas publik perlu ditingkatkan untuk mewujudkan Jakarta menjadi kota global.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Ima Mahdiah mengatakan, memperbanyak pemasangan CCTV merupakan salah satu solusi jitu untuk menekan tingkat kriminalitas.
Baca juga : Atalanta Vs Juventus, Bangkit, Demi Perbaiki Nasib
“Pemasangan CCTV di ruang terbuka, harus dimonitor untuk menjamin keamanan masyarakat,” ujar Ima di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (9/1/2025).
Sebelumnya, Ima mengatakan, penambahan CCTV menjadi prioritas dalam anggaran tahun 2025. Namun, ia meminta, ada petugas atau operator CCTV memantau dan mengawasi aktivitas masyarakat.
“Bukan hanya CCTV-nya, tapi juga operatornya. Jangan sampai operatornya tidak memonitor,” ingat Ima.
Baca juga : Laga Lanjutan NBA, Pacers Hentikan Cavaliers
Idealnya, Jakarta membutuhkan sebanyak 70 ribu CCTV. Jumlah tersebut mengacu pada hasil kajian Price Waterhouse Coopers (PwC) pada tahun 2017. Hingga kini, baru ada 4.191 titik CCTV yang terpasang di Jakarta.
Hal senada diungkapkan Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz. Dia menekankan, perhatian utamanya mengarah pada upaya mencegah kasus perundungan dan pelecehan seksual di lingkungan sekolah. Pengawasan berkala lewat CCTV akan memberikan jaminan keamanan bagi siswa sekolah. Hanya saja, diperlukan petugas pemantau selama 24 jam.
“Teknologi sekarang ini sudah canggih, ada CCTV. Seharusnya ada orang yang 24 jam memantau CCTV itu,” tutur Abdul Aziz di gedung DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca juga : Prilly Latuconsina, Pacari Aktor Berondong
Pemasangan CCTV di setiap sudut, sambung Abdul Aziz, bisa mendeteksi potensi tindak kekerasan atau pelecehan seksual.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan Pemprov DKI Jakarta Sigit Wijanarko menjelaskan, berdasarkan hasil kajian PwC yang dilakukan pada 2017, kebutuhan ideal CCTV di Provinsi DKI Jakarta mencapai 70 ribu titik.
Namun hingga pertengahan tahun 2024, managed service CCTV oleh Pemprov DKI Jakarta baru terealisasi di 747 titik. Penyebarannya, yakni di Jakarta Pusat sebanyak 180 titik, Jakarta Barat 160 titik, Jakarta Utara 75 titik, Jakarta Timur 160 titik, dan Jakarta Selatan sebanyak 172 titik.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.