BREAKING NEWS
 

Wawancara Khusus Dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

Jakarta Menuju Kota Bisnis Internasional

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : RATNA SUSILOWATI
Rabu, 28 Mei 2025 08:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Jika sistem ERP diterapkan dan tarif parkir dinaikkan, apakah pasti akan mengu­rangi kemacetan? Bagaimana kajiannya?

Jika ERP diterapkan dan parkir disesuaikan, maka sub­sidi transportasi untuk warga luar Jakarta bisa diberikan. Pemerintah Provinsi DKI ti­dak akan ambil sepeser pun dari dana ERP. Jadi, yang ti­dak mampu tetap bisa naik Transjabodetabek, bahkan ke Pulau Seribu pun cukup tambah sekitar Rp18.000–Rp22.000. Saya yakin, kalau ini dikomu­nikasikan dengan baik, warga akan sadar dan sukarela berpin­dah ke transportasi umum.

Kalau ERP diberlakukan dan tarif parkir dinaikkan, bisa cukup signifikan menurunkan kemacetan. Sekarang, teman-teman pasti ngalamin sendiri. Kendaraan umum kita itu dari jam 10 pagi sampai jam 3 sore, rata-rata kosong. Ada sedikit kenaikan pas jam makan siang, tapi sisanya sepi.

Saya udah coba sendiri naik LRT, MRT, jam-jam segitu ko­song banget. Artinya apa? Ma­salah kemacetan itu memang terjadi pas jam sibuk. Yaitu pada pagi dan sore. Ketika 3,8 juta sampai 4,2 juta orang masuk dan keluar Jakarta tiap hari.

Baca juga : Mohammad Toha: Jangan Sampai Rakyat Bingung Dan Terbebani

Saat ini, ketersediaan lahan parkir masih sangat terba­tas. Apakah ada solusi untuk mengatasi hal tersebut?

Adsense

Kami merancang park and ride. Tempat parkir kendaraan warga yang mau naik Transjabo­detabek. Bayangan saya, orang keluar rumah tuh enggak boleh lebih dari 100 meter harus nemu kendaraan pengumpan. Jadi, ke depan, Jaklingko enggak cuma di dalam kota Jakarta aja, tapi juga di luar Jakarta. Misalnya, saya tinggal di Jatibening, dari rumah saya, harus naik motor atau mobil pribadi ke titik angkutan. Nah, nanti, cukup naik feeder yang kita siapkan, semacam Jak­lingko versi luar Jakarta. Kami sudah simulasi, dan itu bisa. Kalau ini jalan, masyarakat jadi lebih mudah akses transportasi publik dari mana aja.

Mengenai parkir liar. Apa langkah nyata untuk menertibkan parkir liar di ibukota?

Dulu Jakarta enggak punya badan usaha khusus perparki­ran. Sekarang, kami sedang siapkan. Kota sebesar ini harus punya badan pengelola parkir yang rapi.

Baca juga : Aartje Tehupeiory: Sertipikat Elektronik Jadi Solusi Modern

Soal banjir. Bagaimana strategi mengatasi banjir yang rutin melanda Jakarta?

Banjir yang paling utama di Jakarta, sumbernya dari Sungai Ciliwung. Sekitar 40 persen kon­tribusi banjir di Jakarta datang dari situ. Makanya, normalisasi Ciliwung jadi prioritas saya. Dulu zaman Pak Ahok sempat dikerjakan. Tapi mohon maaf, sesudahnya mandek karena perlu pembebasan lahan. Seka­rang saya sudah tandatangani tiga dari total 14 penunjukan lokasi untuk normalisasi. Ini langkah awal.

Apa strategi yang diterapkan Pemprov DKI dalam mengantisipasi banjir rob dan curah hujan tinggi?

Banjir di Jakarta sekarang ini lebih cepat surut dibanding Bekasi atau Tangerang. Bu­kan saya mau menyombongkan pemerintahan saya, tapi ke­nyataannya seperti itu. Kunci­nya: pompa. Kami sudah pasang hampir 500 pompa baru. Tadi pagi saya resmikan pompa di Sunter C, yang punya dampak besar ke wilayah Sentiong dan sekitarnya.

Baca juga : Gerindra Ajak Parpol Se-Asia Bangun Rasa Saling Percaya

Lebaran yang lalu, diperki­rakan terjadi banjir rob. Tapi karena pompa-pompa sudah siaga, kami bisa cegah. Setiap hari, tim SDA dan BPBD mem­baca prakiraan BMKG. Kami juga punya alat monitoring. Kalau curah hujan di bawah 180 mm, Jakarta aman. Tapi kalau di atas 200 mm, pasti banjir. Kalau itu terjadi, pompa kami nyalakan, pintu air kami buka, bahkan kalau perlu kami dorong airnya ke laut. Banjir di Jakarta itu bisa terjadi karena tiga hal. Kiriman dari atas (hulu), lokal karena saluran mampet, dan rob. Minggu lalu, rob sempat naik. Tapi karena pompa kami siap, air bisa ditangani.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense