Dark/Light Mode

Hadiri KTT ASEAN, Prabowo Jadi Bintangnya

Selasa, 27 Mei 2025 08:55 WIB
Presiden Prabowo Subianto disambut Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat menghadiri KTT ke-46 ASEAN, di Kuala Lumpur, Senin (26/5/2025). (Foto: Setpres)
Presiden Prabowo Subianto disambut Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat menghadiri KTT ke-46 ASEAN, di Kuala Lumpur, Senin (26/5/2025). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-46 ASEAN, di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Malaysia. Di pertemuan tersebut, Prabowo menjadi bintangnya. Prabowo menyampaikan pidato dengan lugas dan memukau. Di sisi lain, beberapa kepala negara minta ketemu secara khusus untuk melakukan pertemuan bilateral.

Prabowo tiba di KLCC, Senin (26/5/2025), pukul 08.00. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih mendampinginya. Di antaranya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kedatangan Prabowo disambut istimewa oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Begitu Prabowo turun dari mobil, Anwar langsung menghampirinya dengan senyum lebar dan jabatan tangan erat. Keduanya berbincang-bincang dengan sangat akrab. Beres berbincang-bincang, Prabowo dan Anwar berdiri berdampingan, berfoto dengan latar belakang logo KTT ke-46 ASEAN dan menara kembar Petronas.

Usai penyambutan, Prabowo melangkah masuk ke ruang utama untuk mengikuti Sidang Pleno KTT ke-46 ASEAN yang dimulai pukul 09.00. Prosesi pembukaan dimulai dengan sesi foto bersama para kepala negara dan pemerintahan dari sepuluh negara anggota ASEAN ditambah Timor Leste sebagai calon anggota.

Setelahnya, para pemimpin menempati tempat duduk masing-masing untuk mengikuti agenda resmi yang dibuka Anwar Ibrahim. "Dengan penuh kehormatan, saya nyatakan KTT ke-46 ASEAN secara resmi dibuka,” ucap Anwar.

Baca juga : Jelang Puncak Haji: Jalan ke Makkah Disekat, Akses Ka’bah Dijaga Askar

KTT ke-46 ASEAN ini mengangkat tema “Inclusivity and Sustainability”. Presiden Prabowo berbicara pada sesi pleno yang mengangkat topik terkait langkah ASEAN ke depan. Pidatonya sangat lugas. Usulannya juga sangat konkret.

Dalam pidatonya, Prabowo menyeru negara-negara ASEAN agar tampil lebih berani di forum internasional. Tujuannya, supaya negara di kawasan tidak dipecah belah. "Sebelumnya, harus kita akui, kawasan kita terpecah belah. Banyak negara kita yang saling berkonflik," uangkapnya, disambut tepuk tangan hadirin.

Prabowo menilai, organisasi di ASEAN telah mendapat pengakuan dunia sebagai pilar perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran. Untuk itu, para pemimpin negara ASEAN harus mempertahankan komitmen tersebut. 

"ASEAN saat ini dianggap sebagai salah satu organisasi regional paling sukses di dunia, dengan lima dekade perdamaian, pertumbuhan ekonomi yang tinggi," ujarnya.

Kendati begitu, Prabowo mengaku saat ini banyak tantangan yang dihadapi sehingga keberadaan negara ASEAN seperti di persimpangan jalan. Prabowo bilang, solidaritas dan persatuan negara ASEAN sedang diuji dengan dinamika eksternal yang cepat berubah.

Baca juga : Beringin Nilai Soeharto Layak Digelari Pahlawan

"Tantangan-tantangan ini harus kita hadapi. Dengan ASEAN yang lebih berwawasan ke depan, lebih adaptif, dan lebih berorientasi pada hasil. Biarkan ASEAN bangkit lebih kuat, lebih berani, dan lebih relevan dari sebelumnya," tegasnya.

Prabowo juga membahas soal rencana bergabungnya Timor-Leste. “Kami mendukung Timor-Leste menjadi anggota penuh ASEAN sesegera mungkin. Jika memungkinkan, tahun ini," ucapnya.

Prabowo kemudian mengusulkan agar Papua Nugini juga menjadi anggota ASEAN. “Mereka juga telah menyatakan keinginan bergabung dengan ASEAN," terangnya.

Menurut Prabowo, dalam situasi ketidakpastian geopolitik saat ini, semakin kuat ASEAN, semakin banyak suara akan didengar dalam wacana negara-negara besar. “Kami tahu, sekarang hanya mereka yang kuat yang akan dihormati," tegasnya.

Selain menyampaikan pidato pada pleno, Prabowo juga menerima sejumlah pimpinan negara untuk membahas agenda bilateral. Seperti dilihat di kanal YouTube Sekretariat Presiden, terdapat dua kepala negara, yakni Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dan Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone yang bertemu Prabowo di Ruang Meeting KLCC. 

Baca juga : Pemerintah Diminta Tindak Ormas Berbau Premanisme

Lawrence Wong mengungkapkan rasa gembiranya bertemu Prabowo di sela-sela KTT. Keduanya membahas perkembangan global dan regional. 

"Saya melakukan pertemuan yang bermanfaat dengan Presiden Republik Indonesia @prabowo di sela-sela KTT @ASEAN. Kami membahas perkembangan global dan regional, dan pentingnya ASEAN di masa-masa yang penuh gejolak ini," tulis Wong, di akun X @LawrenceWongST

Wong berharap bisa terus menjalin kerja sama dengan pemerintahan Prabowo. "Hubungan yang telah lama antara Singapura dan Indonesia menjadi poin utama stabilitas dalam menghadapi tantangan geopolitik," ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.