RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan kembali menggeber Program Normalisasi Sungai Ciliwung. Warga setempat yang akan terkena penggusuran, berharap mendapatkan ganti untung, bukan ganti rugi.
Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, normalisasi Kali Ciliwung, merupakan langkah utama jangka menengah dalam menangani banjir. Pasalnya, Ciliwung memberikan kontribusi terbesar terhadap banjir yang melanda Jakarta. “Ciliwung memberikan kontribusi 40 persen banjir di Jakarta,” ujar Pram di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2025).
Dia memastikan, proses normalisasi Kali Ciliwung segera dilanjutkan. Pram juga telah menandatangani pengesahan lokasi (penlok) proyek ini. “Di lapangan, sebentar lagi mulai ada pembebasan lahan dan sebagainya,” ucap Pram.
Baca juga : Acha Septriasa, Cerai, Asuh Anak Bareng Eks Suami
Untuk mendengarkan respons warga bantaran Kali Ciliwung yang berpotensi terdampak lanjutan proyek normalisasi sungai itu, Rakyat Merdeka berkunjung ke Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (6/8/2025). Lokasi ini sangat dekat dengan Kali Ciliwung, sehingga sering kebanjiran.
“Kalau kami digusur Pemerintah, tolong ada ganti untung, jangan ganti rugi. Kasihan rakyat kecil seperti kami. Apalagi, kami di sini sudah bertahun-tahun. Saya lahir di sini,” tutur Tari (51), Ketua RT setempat.
Lokasi ini memang sering kebanjiran, seperti dikutip dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. BPBD DKI melaporkan, sejumlah lokasi kebanjiran, termasuk di Bidara Cina, akibat luapan Kali Ciliwung, menyusul hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya, Senin sore (4/8/2025).
Baca juga : Ditegaskan Menteri Imipas, MRC Masih di Negeri Jiran
Saat itu terjadi kenaikan status Bendung Katulampa menjadi Siaga 3 pada pukul 16.30 WIB. Akibatnya, air meluap dari Kali Ciliwung dan menggenangi sejumlah permukiman warga di Jakarta Timur.
BPBD mencatat, genangan air terjadi di 12 RT yang tersebar di empat kelurahan di Jakarta Timur pada Senin lalu. Termasuk, di lokasi ini. “Iya, Senin, tanggal 4 Agustus, rumah saya banjir sepinggang. Tapi, cepat surut,” cerita Tari.
Warga setempat sudah lama tinggal di kawasan tersebut, dan telah terbiasa menghadapi banjir, terutama saat intensitas hujan tinggi atau ada banjir kiriman dari Bogor, Jawa Barat. “Menjelang banjir, biasanya kami dapat informasi dari media sosial. Lalu, kami bersiap-siap menghadapinya,” cerita Tari.
Baca juga : Tahun Ini Baru 2 Kali OTT, KPK Minta Maaf
Menurut pengamatan Rakyat Merdeka, di lokasi ini aktivitas warga mulai kembali normal. Beberapa toko dan warung sudah buka. Lalu lintas di sekitar jalan utama ramai seperti biasa.
Menurut Gubernur Pram, genangan tidak berlangsung lama, karena sebelumnya Pemprov DKI telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi.
Pram menambahkan, kini genangan air di Jakarta lebih cepat surut berkat sistem pengendalian banjir yang sudah berjalan, mulai dari pompa, pengerukan situ, dan normalisasi aliran sungai. “Alirannya sekarang relatif banyak yang tidak tersumbat. Dalam waktu singkat sudah surut,” tandas politisi PDIP ini. [RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.