BREAKING NEWS
 

Dampak Positif Tangki Septik Komunal Biogas Di Jaktim

Lingkungan Lebih Bersih, Biaya Hidup Lebih Hemat

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Senin, 1 Desember 2025 06:25 WIB
Seperti inilah penampakan septik tank (sepiteng) komunal di Gang Delta, RT 4, RW 8, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. (Foto: Dedi Iswadi/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Peribahasa itu cocok ditujukan pada program Tangki Septik Komunal Biogas yang diinisiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Timur (Jaktim). Selain menekan angka buang air besar (BAB) sembarangan, program itu juga menghasilkan energi terbarukan. Yakni: biogas dari limbah (kotoran) manusia yang dapat dimanfaatkan untuk memasak.

Langkah Pemerintah menekan pembuangan BAB sembarangan memberi dampak positif untuk lingkungan dan kesehatan masyarakat. Karena, BAB mengandung bakteri yang dapat menurunkan kualitas air. 

Saat ini ada tiga tangki septik komunal biogas di Jakarta Timur. Yakni, di Gang Delta, RT 4, RW 8, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo. Lalu, di Jalan H. Said, Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas. Kemudian, di Rumah Susun (Rusun) Bidara Cina, Jatinegara. 

Munjirin menceritakan, masalah perbaikan sanitasi menjadi fokus utama sejak dirinya dilantik menjadi Wali Kota Jakarta Timur pada 7 Mei 2025. Sejak saat itu, dia memetakan permasalahan prioritas. “Permasalahan prioritas itu, ada A, B, C, salah satunya adalah masalah sanitasi lingkungan,” kata Munjirin kepada Rakyat Merdeka di kantornya, Rabu (26/11/2025). 

Baca juga : Geledah Perusahaan Penggarap Monumen Reog, KPK Sita Senjata Api

Permasalahan sanitasi, salah satunya, masih banyak warga yang BAB sembarangan. Baik yang terbuka di atas kali atau sungai, maupun yang tertutup di dalam rumah, namun limbahnya disalurkan ke pembuangan air. “Nah, ini yang menggelitik kami, bagaimana caranya untuk diselesaikan,” ujarnya. 

Munjirin menjelaskan, selama ini program perbaikan sanitasi melalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sudah dilakukan. Yakni, membuat tangki septik komunal konvensional. Agar program ini punya manfaat lebih, maka dipilih tangki septik komunal biogas. 

“Selain menjawab masalah sanitasi, juga menghasilkan gas yang bisa digunakan warga. Sehingga, dapat mengurangi pengeluaran warga untuk membeli gas,” ucapnya. 

Setelah mengkaji dan melakukan sosialisasi serta edukasi, tiga tempat yang disebut di atas, dipilih jadi lokasi tangki septik komunal biogas. 

Baca juga : Drama VAR Antar Milan Ke Puncak

Tiga tangki septik komunal biogas ini, melayani 439 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.400 jiwa. “Semuanya sudah berjalan dan menghasilkan gas. Sudah disalurkan ke warga-warga sekitar dan termanfaatkan dengan baik,” ucap Munjirin. 

Berkat program ini, Jakarta Timur dinyatakan bebas BAB sembarangan terbuka atau open defecation free (ODF). Sebelumnya, data Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta per Juli 2025 menunjukkan, di Jakarta Timur masih ada dua wilayah yang warganya BAB sembarangan terbuka. 

Dengan capaian itu, wilayah terluas di Jakarta ini, yakni 188,538 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk terbanyak 3.224.519 jiwa, menjadi satu-satunya kota/kabupaten di Jakarta yang sudah bebas BAB sembarangan terbuka. 

Meski begitu, Munjirin bilang, Pemkot Jaktim akan terus menggencarkan program STMB. Terutama untuk menekan angka BAB sembarangan tertutup. Seperti warga yang memiliki toilet, tapi tidak punya septic tank (sepiteng), sehingga limbahnya dibuang ke saluran air atau kali. 

Baca juga : Kalahkan Wakil Thailand, Dejan/Bernadine Juara Syed Modi International

Menurut Munjirin, sudah ada beberapa perusahaan yang berkomitmen melaksanakan program perbaikan sanitasi melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Program ini berkolaborasi dengan Bank Jakarta, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas (Bazis) DKI Jakarta, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEF) serta PT SWEN Inovasi Transfer. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense