BREAKING NEWS
 

Longsor Jangan Dianggap Musibah Semata

Audit Total Operasional TPST Di Bantargebang

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Rabu, 11 Maret 2026 06:25 WIB
Pencarian para korban longsor gunung sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Dok. BPBD DKI Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Longsor gunung sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, jangan dianggap sebagai musibah semata. Ribuan orang terlibat dalam pengelolaannya. Audit total operasional kerja di kawasan tersebut untuk mencegah kejadian serupa terjadi kembali.

Banyaknya korban jiwa dalam tragedi longsor di kawasan TPST Bantargebang, mengindikasikan ada yang tak beres dalam operasionalnya. Oleh karena itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI meminta operasional TPST ini diaudit. 

Menurut Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) Jakarta Desiana Kartika Bahari, hingga Senin (9/3/2026), pukul 12.05 Waktu Indonesia Barat (WIB), diperkirakan ada 13 korban longsor Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. 

Baca juga : Real Madrid Vs Manchester City, Hafal Luar Dalam

Dari 13 korban itu, lima di antaranya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal di bawah longsoran gunung sampah. 

Berikut ini identitas lima korban jiwa hingga Senin siang itu: Enda Widayanti (pemilik warung), Sumine (pemilik warung), Dedi Sutrisno (sopir truk sampah), Irwan supriatin (sopir truk sampah), Mr X (yang masih diidentifikasi pada Senin siang itu). 

Menurut Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Bun Joi Phiau, longsornya TPST Bantargebang, tidak boleh dianggap sebagai musibah semata. 

Baca juga : Indian Wells Masters, Alcaraz Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan

Tragedi ini, kata Bun, menunjukkan bahwa pengelolaan keselamatan di kawasan pengolahan sampah masih sangat lemah. 

“Tempat yang setiap hari dipenuhi aktivitas alat berat, truk sampah, dan ribuan pekerja, seharusnya memiliki standar keselamatan yang ketat dan pengawasan yang serius,” kata Bun, Senin (9/3/2026). 

Bun menyarankan Pemprov DKI segera melakukan audit total terhadap sistem operasional dan keselamatan di Bantargebang. Karena, dia menilai, ada yang tak beres dalam operasional kawasan ini. Mengingat, banyaknya korban dalam tragedi ini. 

Adsense

Baca juga : Iran Membara, Negara Di Asia Mulai Kena Getahnya

“Gunungan sampah terus meninggi tanpa pengelolaan yang benar, sangat berisiko longsor. Jika tak ada evaluasi serius, kejadian seperti ini bisa terulang dan menimbulkan korban lebih banyak,” ingatnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense