BREAKING NEWS
 

Masih Macet & Angkutan Umum Penuh Saat WFH

Penumpang KRL Berjubel, Sama Seperti Hari Biasa

Reporter : EDY BURNAMA
Editor : DAUD FADILLAH
Senin, 20 April 2026 06:25 WIB
Penumpang memadati KRL Tanah Abang-Rangkas Bitung pada hari Jumat, saat WFH. (Foto: Edy Purnama/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Imbauan Pemerintah agar perusahaan swasta menerapkan Work From Home (WFH) tampaknya tidak mengurangi mobilitas masyarakat. Aktivitas di Jakarta dan sekitarnya terlihat tetap normal seperti biasa, pada penerapannya di pekan pertama dan kedua.

Hal tersebut tercermin dari mobilitas penumpang Kereta Rel Listrik (KRL). Pada pekan pertama pelaksanaan WFH, Jumat (10/4/2026), videografer Rakyat Merdeka mengirim delapan video pendek mengenai suasana di Stasiun Kereta Tanah Abang, Jakarta Pusat, saat jam pulang kerja. 

Delapan video itu, tepatnya dikirim dari pukul 18.23 hingga pukul 18.42 Waktu Indonesia Barat (WIB). Secara umum, video-video itu menunjukkan bahwa suasana Stasiun Tanah Abang tetap ramai seperti biasa. 

Begitu pun suasana di dalam KRL. Semua gerbong disesaki para penumpang. Antara lain yang menuju ke Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang (Provinsi Banten) dan Kabupaten Bogor (Provinsi Jawa Barat), yang kerap disebut juga sebagai kawasan Megapolitan (Jakarta dan sekitarnya). 

Baca juga : MU Bungkam London Biru

Saat itu, banyak penumpang yang harus berdiri, berdesak-desakan hingga ke pintu KRL. Ya, seperti suasana yang biasa terjadi saat banyak orang pulang ngantor. 

Singkat cerita, KRL yang dinaiki videografer RM, kemudian bergerak. Setibanya di Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, penumpang yang naik semakin banyak. Tambah padat. 

“Di Kebayoran Lama, saya sampai ‘terjepit’ para penumpang lain. Wk, wk, wk...,” cerita videografer RM Edy Burnama, melalui pesan WhatsApp (WA), sebagai pelengkap laporan videonya. 

Adsense

Pada pekan kedua pelaksanaan WFH, Jumat (17/4/2026), suasana di Stasiun Tanah Abang masih sangat ramai pada malam hari. KRL tetap dipadati penumpang. “Suasananya seperti biasa, saat banyak orang pulang kerja,” lapor Edy. 

Baca juga : Piala Thomas Dan Uber 2026, Skuad Garuda Geber Latihan Empat Jam

Pada pekan kedua WFH, reporter RM juga melakukan pemantauan arus lalu lintas di Jalan RE Martadinata, Pamulang-Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Suasana di jalan tersebut pun seperti biasa, mobil dan motor harus merayap di jalan ini pada jam berangkat kerja. 

Hingga sekitar pukul 09.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), para pengendara roda dua maupun roda empat, masih harus menghadapi kemacetan di Jalan RE Martadinata yang mengarah ke perbatasan Provinsi Banten dengan Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta ini. 

Namun, WFH seminggu sekali pada hari Jumat, hanya wajib bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak bertugas langsung melayani masyarakat. 

Sedangkan WFH bagi pekerja swasta, pekerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pekerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), bukan merupakan kewajiban. 

Baca juga : Serangan Pada Pasukan UNIFIL Kejahatan Perang

Melainkan, cuma imbauan dari Pemerintah Pusat, melalui Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. 

Bahkan, hari pelaksanaan WFH bagi pekerja swasta, BUMN dan BUMD pun diserahkan kepada perusahaan, jika perusahaan ingin ikut melaksanakannya. “Bersifat imbauan,” kata Menaker Yassierli. 

Tak pelak, pada hari Jumat, KRL yang menuju berbagai kawasan Megapolitan tetap dipadati penumpang. Begitu pula arus lalu lintas di pusat Jakarta, masih macet pada pagi dan sore hari. 

Pada Jumat (17/4/2026) pagi, Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, yang mengarah ke kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), tetap macet seperti biasa. Jauh dari kata lengang. [DAF/EDY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense