RM.id Rakyat Merdeka - Menggunungnya sampah di Cakung, ternyata merupakan dampak domino dari krisis hulu. Yakni, daya tampung Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi yang semakin kritis dan berada di batas maksimal operasionalnya. Untuk mengatasinya, masyarakat diwajibkan memilah sampah dari rumah.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui, persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah, munculnya tumpukan sampah di kawasan Cakung, Jakarta Timur, yang sempat viral di media sosial (medsos).
“Soal tumpukan sampah ini di medsos begitu ramai. Ketika mendapatkan laporan dari masyarakat, saya langsung memerintahkan untuk dibersihkan,” kata Pram di Latumenten, Jakarta Barat, Jumat (3/7/2026).
Selanjutnya, Pemprov DKI Jakarta mengerahkan para petugas untuk membersihkan lokasi. Ia menyampaikan, proses pembersihan telah selesai dilakukan.
Baca juga : Amerika Serikat Vs Belgia, Aroma Balas Dendam 2014
Namun, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan pengelolaan sampah di Jakarta, masih membutuhkan perhatian serius.
Terutama, karena kapasitas penampungan di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, semakin terbatas.
“Alhamdulillah, kemarin sudah dibersihkan. Tapi, menjadi catatan bagi kita semua, peristiwa seperti ini, terjadi karena berkurangnya daya tampung di Bantar Gebang,” jelas Pram.
Menurut Pram, berkurangnya daya tampung TPST Bantargebang, membuat upaya pengelolaan sampah dari hulu, menjadi semakin penting.
Karena itu, ia menegaskan, program pemilahan sampah harus dipercepat, agar volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir, dapat dikurangi.
Baca juga : Modi Perkuat Kemitraan Strategis Dengan Indonesia
Dengan demikian, pengelolaan sampah di Jakarta, menjadi lebih berkelanjutan. “Pilah sampah menjadi salah satu program yang harus dikejar,” tandasnya.
Selain menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif melaporkan persoalan di lingkungannya, Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta terbuka terhadap berbagai bentuk masukan dari warga.
“Kami menyampaikan terima kasih atas masukan dari masyarakat. Saya tidak pernah keberatan dengan laporan dalam bentuk apa pun. Kemarin, kurang lebih 54 ton sampah berhasil dibersihkan,” katanya.
Pram juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh Pemerintah Provinsi DKI, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh warga Jakarta.
Baca juga : Prancis Vs Paraguay 1-0, ”Kami Sudah Tampil Maksimal”
“Saya meminta untuk masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Mari kita jaga bersama Jakarta menjadi lebih rapi, lebih bersih,” ajak Pram.
Sebagai informasi, persoalan sampah masih menjadi salah satu fokus utama Pemprov DKI Jakarta, seiring meningkatnya volume sampah harian dan terbatasnya kapasitas tempat pemrosesan akhir. [RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.