BREAKING NEWS
 

TBC Melonjak, Mahasiswa UIN Jakarta Gagas Program Kader Siaga di Katulampa

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Kamis, 13 Februari 2025 07:28 WIB
Kelompok 1 Pengalaman Belajar Lapangan (PBL), Mahasiswa Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Bogor Timur, Senin (11/2/2025)..

RM.id  Rakyat Merdeka - Mahasiswa kesehatan masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta membentuk kembali Kader Tuberkulosis Siaga (Kader TB Siaga) di Kelurahan Katulampa, Kota Bogor.

Sebab, telah terjadi lonjakan penyakit tuberkulosis (TBC), dan menurunnya partisipasi masyarakat untuk menjadi Kader TB Siaga di Kelurahan Katulampa.

“Mereka (Kader TB Siaga) yang mengundurkan diri, dari hasil wawancara kami, karena masalah pemahaman tentang TB yang kurang komprehensif,” jelas Ketua Kelompok 1 Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Mahasiswa Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asya Ramadiannisa Kaffa dalam keterangannya Kamis (13/2)

“Alhamdulillah, sesudah ada penjelasan yang lebih komprehensif, sekarang sudah terbentuk lagi, dengan komposisi Kader TB yang lama maupun dengan orang-orang baru (Kader TB baru),” sambung Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Semester VI ini.

Asya menjelaskan, pembentukan kembali Kader TB siaga dikemas dengan mengusung tema 'Kader TB Siaga': Pelatihan dan Investigasi Kontak untuk Pengendalian TB di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Program ini merupakan suatu kegiatan yang dibentuk untuk mengendalikan kasus tuberkulosis di Kelurahan Katulampa. 

“Sasaran pada kegiatan ini yaitu masyarakat yang merupakan calon kader baru dan kader lama yang telah mengundurkan diri,” jelasnya.

Baca juga : Pemprov Jakarta Perluas Program Makan Bergizi Gratis

Ia mengatakan, dalam pembentukan Kader TB Siaga terdapat dua kegiatan. Yaitu, kegiatan motivasi dan pelatihan dasar kader TB, dan praktik lapangan investigasi kontak yang dilaksanakan selama tiga hari. 
Kegiatan motivasi dan pelatihan dasar kader TB dilaksanakan pada Selasa 4 Februari 2025, dengan menghadirkan Dr Farid Hamzens sebagai narasumber.

“Alhamdulillah, kegiatan kami dihadiri oleh Lurah Kelurahan Katulampa, Puskesmas Bogor Timur, dan wakil dari berbagai RW sebanyak 18 orang,” ujarnya.

Dalam paparannya, Farid Hamzens menjelaskan, tentang pengetahuan dasar penyakit tuberkulosis, motivasi pentingnya peran kader dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan TB. 

Dia menjelaskan, penyakit tuberkulosis merupakan penyakit menular yang perlu ditangani secara serius, simultan dan konsisten.

Adsense

“Karena itu, peran Kader TB sangat penting untuk memberikan pemahaman dan cara-cara mencegah dan mengobati penyakit TB ini kepada masyarakat. Supaya, penyakit TB ini bisa distop, dan tidak terus terusan menular,” kata Farid, selaku dosen pembimbing fakultas Kesehatan UIN ini. 

Setelah pemaparan materi, calon Kader dan Kader TB yang telah mengundurkan diri dilihatkan demonstrasi penggunaan aplikasi Si Geulis, sebagai pengenalan dasar sebelum melaksanakan kegiatan investigasi kontak. Kemudian, calon Kader TB dan Kader TB yang telah mengundurkan diri melaksanakan kegiatan praktik lapangan investigasi kontak di lingkungan RW masing-masing.

Baca juga : Warga Diminta Waspada

“Tugasnya melakukan pencarian kontak erat berdasarkan data dalam aplikasi Si Geulis. Selanjutnya, data kontak erat itu diverifikasi pada aplikasi Si Geulis yang ditandai dengan berubahnya warna merah ke hijau,” jelasnya lagi. 

Tingkatkan Minat Masyarakat 

Program Kader TB Siaga, kata Asya, diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berpartisipasi menjadi Kader TB Siaga. Terlebih, kata dia, Kader TB lama dan baru, mendapat pengalaman dalam penggunaan aplikasi Si Geulis, sehingga semakin mempermudah dalam pelaksanaan tugas-tugas sebagai Kader TB. 

“Dengan meningkatnya jumlah kader TB di lingkungan Kelurahan Katulampa, kami berharap dapat meningkatkan angka cakupan pencarian kontak TB dan mengendalikan TB di lingkungan masyarakat Kelurahan Katulampa,” harapnya.

Asya menambahkan, kesuksesan PBL dan program Kader TB Siaga karena kekompakkan kelompoknya. Sebagai Ketua Kelompok, Asya mengaku, pentingnya soliditas, kerja bareng dan tidak saling iri kepada teman-temannya yang berjumlah delan orang. 

Dia mengatakan, berat-ringan dipikul bersama, dan mahal-murah ditanggung bersama pula. Termasuk juga, karena bimbingan N Atik Sartika, sebagai pembimbing lapangan.

Baca juga : 40 Sekolah Swasta Di Jakarta Jadi Contoh Program Sekolah Gratis

“Kelompok 1 PBL semuanya hebat, kompak dan pekerja keras,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Kota Bogor, sebelumnya menggelar Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis di 20 titik lokasi. Kegiatan tersebut diselenggarakan menyusul tingginya kasus tuberkulosis di Kota Bogor yang mencapai angka 9.947 kasus TBC atau 119 persen. 

Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno menjelaskan, TBC merupakan penyakit menular paling mematikan kedua di dunia. Bahkan, dia mengungkapkan, Provinsi Jawa Barat berada di urutan pertama dalam penemuan kasus TBC tertinggi di Indonesia.

“Masyarakat harus sadar akan TBC. Salah satunya dengan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila muncul gejala TBC,” jelas Retno.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense