BREAKING NEWS
 

UGM Serukan Gerakan Damai dan Hentikan Kekerasan Dalam Aksi Massa

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Minggu, 31 Agustus 2025 21:35 WIB
Rektor UGM Prof Ova Emilia serukan aksi damai dan anti anarkis di Balairung UGM, Minggu (31/8/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan seruan moral di tengah meningkatnya eskalasi aksi massa di berbagai daerah.

Seruan ini dibacakan langsung Rektor UGM Prof Ova Emilia di Balairung UGM, Minggu (31/8/2025).

"Kami menyampaikan duka yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam rangkaian aksi massa. Kami mengimbau semua pihak menghentikan kekerasan dan anarkisme demi menjaga nilai kemanusiaan," ujar Ova dikutip laman UGM.

Rektor menegaskan, kampus mendukung penuh gerakan damai dalam menyuarakan tuntutan perbaikan.

Jalan kekerasan, katanya, hanya akan memperpanjang luka sosial, sementara jalan damai membuka ruang dialog yang lebih konstruktif.

Baca juga : Gelar Gerakan Pangan Murah, Pemerintah Pastikan Harga Beras Tetap Stabil

Ia juga meminta pemerintah menjawab tuntutan rakyat dengan kebijakan nyata yang menyentuh kepentingan publik.

UGM mengingatkan pemerintah dan DPR agar mengevaluasi sekaligus membatalkan kebijakan yang tidak adil, memperlebar kesenjangan, mengancam demokrasi, dan hanya menguntungkan elit politik

"Itu ancaman serius bagi keberlanjutan kehidupan berbangsa," tegas Ova.

Adsense

Kepada mahasiswa, khususnya UGM, ia berpesan untuk tetap berperan aktif mengawal kondisi bangsa dengan cara konstruktif sekaligus menjaga keselamatan diri.

"Mahasiswa adalah agen perubahan yang harus menyuarakan keadilan dengan penuh kehati-hatian," imbuhnya.

Baca juga : SMAN 1 Bogor Padukan Inovasi Teknologi dan Penguatan Karakter Lewat Pramuka

Rektor menutup seruan moral dengan pesan kepada aparat agar lebih responsif dan akuntabel.

"Kami mengimbau penyelenggara negara mendengarkan aspirasi masyarakat agar korban tak lagi berjatuhan dan keamanan segera pulih," ucapnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito menambahkan bahwa perubahan hanya bisa dicapai lewat cara damai.

"Demonstrasi besar jangan terjebak pada kekerasan, karena itu hanya akan melahirkan korban dan merugikan rakyat," katanya.

Arie menilai langkah represif pemerintah justru memperparah ketegangan dan memperlebar jurang ketidakpercayaan.

Baca juga : KH Anwar Iskandar Serukan Masyarakat Tetap Tenang Di Tengah Maraknya Aksi Demo

Ia mengingatkan, faktor akumulasi masalah ekonomi, pengangguran, dan kebijakan anggaran kontroversial menjadi pemicu ledakan aksi massa.

"Pemerintah harus berani melakukan reformasi kebijakan agar kepercayaan rakyat bisa dipulihkan. Kritik publik jangan dianggap ancaman, tapi masukan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense