RM.id Rakyat Merdeka - Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan apresiasi kepada Presiden Jokowi dan Wapres KH Maruf Amin yang telah bekerja keras dalam membangun Indonesia selama 10 tahun terakhir. Kata Puan, apa yang sudah dilakukan Jokowi dan Kiai Maruf harus dilanjutkan dengan mendorong perubahan dan penyempurnaan.
Hal tersebut disampaikan Puan saat berpidato di Sidang Tahunan MPR Bersama DPR dan DPD tahun 2024, di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (16/8/2024).
Dalam pidatonya, Puan membicarakan banyak hal. Mulai dari demokrasi, peran perempuan, sampai pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Tak lupa ia mengucapkan selamat kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan Wapres Terpilih Gibran Rakabuming Raka. Puan juga mengapresiasi kerja Presiden Jokowi dan Wapres KH Maruf Amin.
Pidato Puan yang penuh optimisme, semangat, dan menyuarakan persatuan ini mendapat sambutan hangat. Di akhir pidatonya, Puan mendapat standing applause dari hadirin.
Baca juga : Banteng Siapin Srikandi Hebat
Puan mengawali pidatonya dengan menyapa Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin. Ketua DPP PDIP ini lalu menyapa para ketua umum parpol yang hadir hingga para kepala lembaga negara.
Puan lalu menyinggung Indonesia telah melaksanakan Pemilu 2024. Ia pun mengucapkan selamat kepada kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2024.
"Kita ucapkan selamat kepada Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden terpilih," ucap Puan, disambut tepuk tangan hadirin. Mendengar sapaan tersebut, Prabowo langsung berdiri dan mengatupkan kedua tangannya memberi hormat.
Soal Pemilu, kata Puan, menang dan kalah adalah hal yang wajar. "Kita dituntut memiliki etika politik yang siap kalah dan siap menang; siap bertanding, siap juga untuk bersanding," kata Puan.
Baca juga : Diikat Hinga 2033, Palmer Bakal Abadi Di Chelsea
Ia pun berpesan kepada semua pihak untuk bersama menjaga dan menciptakan demokrasi yang berkualitas, semakin maju, beradab, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Setelah itu, Puan menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menangani berbagai permasalahan rakyat dengan cepat dan responsif. Ia lalu mengungkap fenomena "No Viral, No Justice". Fenomena masyarakat terpaksa mem-viralkan masalah di media sosial untuk mendapatkan perhatian dan keadilan. Menurut dia, ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjalankan kekuasaan negara secara efektif, responsif, dan cepat.
Dalam pidatonya, Puan juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin yang segera mengakhiri masa jabatan mereka. Ia mengapresiasi upaya dan kerja keras mereka selama sepuluh tahun terakhir dalam membangun Indonesia. Namun, Puan menegaskan bahwa bangsa ini tidak boleh berpuas diri hanya dengan pencapaian yang sudah ada, melainkan harus fokus pada apa yang belum tercapai untuk mendorong perubahan dan penyempurnaan.
Menurut Puan, Indonesia ke depan harus bergerak maju dengan pembangunan yang berkualitas dan inklusif. Pembangunan berkualitas, jelasnya, ditandai dengan semakin makmurnya kehidupan rakyat, sedangkan pembangunan inklusif memberikan kesempatan yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dan menikmati hasil pembangunan.
Baca juga : PKB Akan Putuskan Sikap Gabung KIM Atau Oposisi
Selain itu, Puan menyoroti pentingnya memperkuat perekonomian nasional melalui hilirisasi yang tidak hanya terbatas pada sektor mineral, tetapi juga mencakup pertanian, perikanan, dan perkebunan. Ia juga menekankan perlunya pemerataan pembangunan di daerah dengan memperkuat politik anggaran untuk memajukan daerah secara berkualitas dan inklusif.
Dalam hal pembangunan karakter bangsa, Puan menekankan pentingnya nation and character building untuk memperkuat cara pikir, cara kerja, dan cara hidup bangsa. Agenda strategis lainnya yang disampaikan Puan adalah pembangunan Ibu Kota Nusantara yang membutuhkan perencanaan matang, pembiayaan berkelanjutan, investasi, dan dukungan semua pihak.
"Ini adalah agenda bersama dalam membangun ekonomi Indonesia masa depan dan melaksanakan paradigma pemerataan pembangunan nasional," ungkapnya.
Mengakhiri pidatonya, Puan mengajak seluruh anak bangsa untuk bersatu dalam membangun Indonesia yang sejatinya merdeka. Ia menegaskan bahwa meskipun berbeda pandangan politik, yang lebih penting adalah merawat dan menjaga kesatuan serta persatuan Indonesia. "Kita tidak perlu menjadi luar biasa untuk memulai; yang terpenting adalah memulai untuk menjadikan Indonesia luar biasa," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.