Sebelumnya
Andy melanjutkan, hasil dari Konferensi PdP IV akan dihimpun menjadi rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada pemerintahan baru periode 2024-2029.
Sebagai ruang bertumbuh, proses diskusi, saling silang pemahaman dan refleksi dalam Konferensi PdP IV akan menjadi masukan dalam proses penyempurnaan penulisan pengetahuan dari perempuan.
Baca juga : Desa Penglipuran Jadi Model Revolusi Mental di Era Digital
"Selain akan dikumpulkan dalam bentuk prosiding, hasil akhir dari tulisan pengembangan pengetahuan terbaik akan direkomendasikan untuk diterbitkan pada mitra jurnal konferensi yang menyatakan komitmen untuk mempublikasikannya setelah konferensi," tandasnya.
Anggota Sekretaris Nasional Forum Pengada Layanan (FPL), Novita Sari menyambut baik digelarnya Konferensi PdP ke-IV ini.
Baca juga : Indo Water 2024 Hadirkan Solusi Tata Kelola Air
"Kami dari FPL yang selama ini terlibat dalam penanganan perempuan korban kekerasan berbasis gender, berharap konferensi ini menjadi sarana untuk memastikan apakah situasi perempuan hari ini dapat menjadi prioritas dalam pembangunan Indonesia ke depan," ujarnya.
Pihaknya secara khusus menyoroti penanganan dan pemulihan perempuan korban kekerasan. Padahal Indonesia sudah memiliki UU Pencegahan KDRT. Namun penanganan korban belum komprehensif, hingga terjadinya keberulangan kekerasan.
Baca juga : Perempuan Mesti Pahami Perubahan Iklim
"Penghapusan kekerasan terhadap perempuan tidak bisa dianggap sebelah mata, dibutuhkan komitmen penuh dan bermakna dari semua elemen. Kami berharap melalui konferensi ini dapat dibahas dengan baik oleh para akademisi dan peserta," imbuhnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.