Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Indo Water Expo dan Forum kembali hadir. Beragam solusi tata kelola air, limbah, hingga investasi ditampilkan melalui pameran di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, 18-20 September 2024.
Assistant Project Director PT. Napindo Media Ashatama, Lisa Rusli mengungkapkan, rangkaian pameran ini merupakan upaya bersama seluruh kepentingan.
Seperti Pemerintah, praktisi teknologi, akademisi, hingga sektor swasta profesional dan dunia usaha.
Baca juga : Sabalenka Raih Grand Slam Ketiga
"Mendukung investasi sekaligus menghadirkan solusi terhadap pengelolaan air bersih, pengolahan sampah, limbah, daur ulang, serta energi terbarukan dan elektrik, sekaligus memperkenalkan ragam inovasi teknologi terbaru sebagai pendukung," kata Lisa, Kamis (12/9/2024).
Dijelaskannya, Indo Water tahun ini merupakan upaya meningkatkan akses untuk sanitasi di Indonesia. Acara ini, mendukung langkah Pemerintah Indonesia meningkatkan akses sanitasi yang baik bagi seluruh masyarakat dengan mempromosikan peran dan keterlibatan masyarakat.
Senada, Ketua Tim Pelaksana Bidang Tugas Pemantauan, Evaluasi dan Dukungan PPIP Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), E. Hardiansyah P. Putra menyampaikan, acara ini sekaligus menjawab tantang di sektor air minum.
Baca juga : Belanda-Jerman Pesta Gol, Inggris Raih 3 Poin
Selain cakupan pelayanan air minum perpipaan di Indonesia masih rendah, yaitu berkisar pada 20-21 persen. Hal lain yang juga menjadi isu utama adalah tingginya tingkat Air Tak Berekening (ATR) atau Non Revenue Water (NRW) yang secara rata-rata nasional di tingkat 33 persen.
Angka ini, lebih tinggi dari angka standar NRW yang dapat diterima, yaitu sebesar 20 persen. Jika kita telaah lebih jauh lokasi per lokasi wilayah pelayanan, tingkat NRW ini bahkan dapat jauh lebih besar dari 33 persen.
"Kami melihat kegiatan Indo Water Expo dan Forum ini sangat relevan dengan tugas dan fungsi institusi kami, terutama dalam hal pengembangan alternatif pembiayaan untuk memenuhi funding gap kebutuhan investasi untuk pembangunan infrastruktur PUPR, termasuk infrastruktur air minum dan sanitasi," ungkap Hardiansyah.
Baca juga : ChocoTrenz 2024 Hadirkan Padukan Kue Jadul dan Kekinian
Sepanjang tiga hari penyelenggaraan, Napindo menargetkan dikunjungi lebih dari 19 ribu pengunjung yang akan menikmati beragam kegiatan selain pameran. Yaitu, lebih dari 50 Technical Product Presentation, Workshop, Seminar, Training, dan Launching Product.
Rangkaian pameran ini terlaksana dengan berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI serta asosiasi-asosiasi pendukung.
Lebih dari 700 peserta pameran dari dalam dan luar negeri dari 26 negara akan ikut berpartisipasi. Delapan paviliun negara telah mengkonfirmasi partisipasinya antara lain Indonesia, Austria, Cina, Jerman, Korea Selatan, Singapura, Swiss, dan Turki.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya