BREAKING NEWS
 

Soal Penyusunan Kabinet Prabowo, Jokowi: Saya Ikut Intervensi? Ndak...

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : UJANG SUNDA
Sabtu, 12 Oktober 2024 08:57 WIB
Presiden Jokowi dan Presiden terpilih Prabowo Subianto, saat makan malam berdua, di Plataran Hutan Kota, Senayan, Selasa (8/10/2024). (Foto: Instagram Jokowi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi membantah tudingan mengintervensi penyusunan kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Jokowi memastikan, tidak ikut campur dalam pemilihan menteri-menteri yang dilakukan Prabowo.

Hal ini disampaikan Jokowi saat ditanya wartawan mengenai tudingan dirinya melakukan intervensi dalam penyusunan kabinet Prabowo. "Saya ikut-ikut intervensi? Ndak,” tegas Jokowi, di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Jumat (11/10/2024).

Jokowi bercerita, saat menyusun kabinet pada 2014 dan 2019, tak mau diintervensi pihak lain. Sebab, memilih menteri adalah hak prerogatif presiden, yang tak boleh diganggu pihak lain.

“Jadi sama, (saat ini) saya tidak ingin ikut-ikutan (dalam penyusunan kabinet Prabowo)," ucap Jokowi.

Meski demikian, Jokowi akan memberikan masukan ke Prabowo bila dimintai pendapat terkait sosok tertentu, apakah layak atau tidak untuk mengisi kursi menteri. Jokowi memastikan, hal itu bukan intervensi. Sebab, hal itu dilakukan jika ditanya oleh Prabowo.

Baca juga : Pelantikan Presiden & Wapres Tak Bisa Diubah PTUN/Lembaga Lain

"Kalau ditanya, ya saya jawab. Kalau ditanya. Kalau nggak ditanya, ya saya nggak akan jawab," tegasnya.

Kepala negara lalu menjelaskan, dirinya dengan Prabowo banyak berbincang. Contohnya, saat makan malam berdua di Restoran Plataran Hutan Kota, Senayan, Selasa (8/10/2024). Obrolan Jokowi dengan Prabowo sampai 2,5 jam.

Namun, Jokowi kembali menegaskan, jika tidak ditanya oleh Prabowo mengenai sosok calon menteri tertentu, dirinya tidak akan memberikan pandangan. “Karena sama, saya tidak mau hak prerogatif saya diintervensi siapa pun," tegasnya.

Sebelumnya, Prabowo mulai membocorkan sosok para menteri yang akan diangkatnya. Prabowo mengakui banyak menteri di kabinet Jokowi yang keren-keren. Karena itu, Prabowo pun tak ragu akan kembali memakai menteri-menteri terbaik di era Jokowi di kabinetnya nanti.

Adsense

Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato di acara BNI Investor Daily Summit, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Rabu (9/10/2024). “Dalam menyusun kabinet, saya melihat, banyak juga ya yang berada di kabinet yang sekarang," ucap Menteri Pertahanan tersebut.

Baca juga : Indonesia Vs Bahrain 2-2, Wasit Sialan Buyarkan Kemenangan Garuda

Pilihan itu diambil karena Prabowo melihat sendiri banyak menteri terbaik yang duduk di kabinet Jokowi. Jika menteri-menteri tersebut dirasa masih bagus, Prabowo pun akan mengajaknya untuk bergabung di pemerintahannya.

"Pak Jokowi mencari yang terbaik, saya pun demikian. Kalau kebetulan orangnya masih bagus, pasti kita akan minta untuk ikut lagi," ujar Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Prabowo menegaskan, akan mencari orang-orang terbaik untuk masuk dalam kabinet nanti. Dalam mencari figur yang tepat ini, Prabowo tak akan melihat latar belakang orang-orang tersebut. Baik dari sisi keluarga, agama, suku, dan ras. Yang akan dilihat Prabowo adalah kemampuan dan kapasitas orang tersebut. 

“Dia mampu atau tidak, dia bisa atau tidak, dia berjuang atau tidak. Mampu nggak dia deliver, mampu nggak dia berbuat yang terbaik untuk bangsa dan rakyat. Nah, itu yang kita cari," jelasnya.

Sementara, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menerangkan, pembahasan terkait jumlah kementerian masih berlangsung. Dia memperkirakan, jumlah kementerian antara 44 sampai 46 kementerian. "Saya nanti masih mau menghitung finalisasinya, jumlahnya berapa," kata Dasco, di Kompleks Parlemen, Jumat (11/10/2024). 

Baca juga : Oleh Tim Dan Presiden Terpilih, Calon Menteri Dua Kali Dites

Dasco melanjutkan, penambahan ini untuk mengoptimalkan fungsi kementerian bagi rakyat. Kementerian-kementerian baru diharapkan mampu mendukung implementasi janji kampanye Prabowo yang terangkum dalam Asta Cita dan 17 Program Aksi.

"Asta Cita dan 17 Program Aksi akan diimplementasikan di kementerian yang existing maupun yang dipecah menjadi kementerian baru,” terang Wakil Ketua DPR itu. 

Untuk seleksi menteri, Dasco menyebut, Prabowo akan melakukan fit and proper test terhadap nama-mana yang ada. Prabowo akan langsung melakukan wawancara tatap muka terhadap para calon menteri itu.

"Walaupun sudah dilakukan oleh tim (transisi), tapi akan langsung oleh Pak Prabowo untuk dilakukan sesi tatap muka, untuk kemudian dalam tahap finalisasi," jelas Dasco. 

Menurut dia, Prabowo memberi perhatian khusus terhadap calon menteri. Sebelum fit and proper test itu, akan dilakukan pengecekan biodata dan profiling calon menteri tersebut oleh tim yang sudah dibentuk. "Ya yang pertama tentunya diminta biodata, kemudian profiling, lalu kemudian finalisasi," pungkas Dasco.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense