BREAKING NEWS
 

Cabut 50 HGB Di Pagar Laut Tangerang

Nusron Dilawan Kades, Didukung Masyarakat

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Sabtu, 25 Januari 2025 08:20 WIB
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid melihat peta bidang tanah sertifikat di Pantai Anom, Desa Kohod, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (24/1/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)

 Sebelumnya 
Setelah proses wawancara dengan Nusron selesai, awak media ingin mendengar langsung dari Arsin ihwal perdebatan soal sejarah tanah. Sayang, ia langsung kabur begitu saja. "Buru-buru, mau salat Jumat nih, ketinggalan. Salat Jumat, salat Jumat," kilah Arsin, sembari dilindungi orang terdekatnya.

Meski mendapatkan "perlawanan" dari kades, Nusron justru didukung masyarakat. Di sisi lain tempat Nus­ron diwawancara, terdapat sejumlah masyarakat yang berkerumun.

Mereka terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak. Bahkan di antara mereka masih ada yang mengenakan seragam sekolah. "Hidup Pak Menteri, terima kasih Pak Menteri. Tangkap mafia tanah," teriak ibu-ibu, sembari mengepalkan tangannya ke udara.

Baca juga : Kita Beruntung Miliki Presiden Yang Sangat Internasionalis

Pembongkaran Pagar Laut Tetap Lanjut

Proses pembongkaran pagar laut di perairan Tangerang, terus dilakukan. Kemarin, tim gabungan sudah mulai bekerja melakukan pembongkaran se­jak pukul 09.00 WIB. Sejumlah tiang bambu berhasil dicabut menggunakan tali tambang yang dihubungkan ke perahu.

Cuaca yang mulai mendung dan hujan rintik sempat menjadi tantangan bagi tim. Namun, operasi tetap di­lanjutkan sesuai instruksi Komandan Lantamal III Brigjen Hari Indarto.

Baca juga : Pemerintah Berhasil Cegah Penyelundupan Barang Ilegal Rp 3,7 T

Kendaraan tempur LVT-7 sempat digunakan dalam operasi ini. Namun, jaring pagar laut dan bambu yang men­cuat ke roda kendaraan menghambat pergerakan, sehingga kendaraan ini di­anggap kurang efektif. Tim kemudian kembali menggunakan metode manual dengan menarik bambu menggunakan tali tambang dan perahu karet.

Hingga Jumat (24/1/2025), operasi yang dilakukan lebih dari 750 personel gabungan yang terdiri dari TNI AL, stakeholder terkait dan masyarakat nelayan mencapai 11,75 km yang terbagi menjadi 3 titik lokasi: Perairan Tanjung Pasir, Kronjo, dan Mauk.

Aparat dan masyarakat mengguna­kan 3 KAL/Patkamla, 8 Sea Rider, 14 Perahu Karet, 2 RBB, 1 RHIB dari TNI AL ditambah dengan kapal-kapal dari KKP, Polairud dan nelayan. "Total pagar laut yang telah terbongkar di wilayah Tanjung Pasir sepanjang 9 km, Kronjo 2 km, dan Mauk 750 m," dikutip dari keterangan tersebut.

Baca juga : Kader Gerindra Wajib Tuntaskan Janji Prabowo

Kendala pembongkaran di wilayah Kronjo dan Mauk yakni beberapa ba­gian pagar laut terdiri hingga 3 lapis, sehingga membutuhkan waktu lebih untuk pembongkarannya. "Pembong­karan terus dimaksimalkan dan diper­cepat guna membuka akses nelayan untuk melaut," pungkas TNI AL. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense