BREAKING NEWS
 

Sedang Dikaji Pemerintah

Kakek Presiden Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : ADITYA NUGROHO
Minggu, 2 Februari 2025 08:10 WIB
Margono Djojohadikusumo. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) sekaligus kakek Presiden Prabowo Subianto, diusulkan jadi pahlawan nasional. Menanggapi usulan tersebut, Pemerintah tengah mengkajinya.

Usulan ini pertama kali mencuat dalam Focus Group Discussion (FGD) di Jawa Timur pada akhir Oktober 2024. Forum yang digagas Sygma Research and Consulting itu menghadirkan sejumlah pakar dari berbagai bidang untuk membahas kiprah Margono dalam sejarah Indonesia serta mendorong pemerintah mengakui jasanya sebagai pahlawan nasional.

Berdasarkan kajian historis mendalam mengenai peran Margono dalam sejarah Indonesia, para pakar sepakat bahwa kakek Prabowo ini merupakan seorang tokoh nasional, negarawan, politikus, dan ekonom. Atas kiprahnya tersebut, mereka menilai Margono layak dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Meski Margono berasal dari Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sygma Research and Consulting mengusulkan agar ia diangkat sebagai pahlawan nasional dari Jawa Timur. Alasannya, Hari Pahlawan Nasional diperingati untuk mengenang Pertempuran Surabaya pada 1945, sehingga pengusulan dari Jawa Timur dianggap lebih relevan.

Usulan ini telah sampai ke telinga Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Saat ditemui di Banyumas, pria yang akrab disapa Gus Ipul ini mengatakan, Margono memang layak dianugerahi gelar pahlawan nasional. “Sedang berproses (kajian) ya,” ujarnya singkat.

Baca juga : Prabowo Minta Aset Negara Dikembalikan

Gus Ipul mengungkapkan, usulan penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Margono pertama kali datang dari masyarakat Jawa Timur, bukan Jawa Tengah. “Teman-teman PWI Jawa Timur bersama beberapa pakar di sana mengadakan diskusi, lalu menyampaikan usulan ini kepada kami. Kami bilang bahwa prosesnya harus dimulai dari bawah lewat kabupaten, dan kini mereka sudah menyerahkan hasilnya di sini, yang sedang kami kaji,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan, usulan tersebut kini telah sampai ke meja kerja Penjabat Bupati Banyumas, Iwanuddin Iskandar. “Nanti akan diproses di daerah, dibawa ke provinsi, dan akhirnya langsung diserahkan ke Kementerian Sosial,” tambahnya.

Gus Ipul kemudian menjelaskan parameter tokoh yang layak mendapatkan gelar pahlawan nasional, salah satunya berkontribusi terhadap bangsa dan negara Indonesia. Selain itu, dalam proses pengusulan gelar pahlawan nasional juga harus melalui seminar dan sebagainya.

Adsense

“Dari sisi peran, kontribusinya, sudah sangat layak almarhum dapat gelar pahlawan, tapi prosesnya dari masyarakat,” nilai Sekjen PBNU itu.

Usulan agar Margono menjadi pahlawan nasional mendapat tanggapan dari sejarawan Bonnie Triyana. Menurutnya, pengusulan ini sah-sah saja dilakukan oleh siapa pun selama memenuhi prosedur yang berlaku.

Baca juga : Pramono Ditantang Segera Beresin Banjir

“Pengusulan ini bisa dilakukan oleh siapa saja, asalkan memenuhi prosedur. Ada kajian, ada naskah akademik, penelitian, dan dokumen pendukung berupa arsip-arsip primer mengenai tokoh tersebut,” ujar Bonnie, kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (1/2/2025).

Ia menjelaskan, setelah melalui kajian akademik yang telah diseminarkan, usulan akan diajukan ke Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan di bawah Kementerian Sosial. Dewan inilah yang akan menilai kelayakan seorang tokoh untuk mendapat gelar pahlawan nasional.

“Keputusan tidak serta merta langsung disetujui. Meskipun Margono adalah kakek Presiden, tetap tidak boleh melompati prosedur yang ada,” tegas Bonnie.

Terkait siapa yang berhak mengusulkan Margono menjadi pahlawan nasional, Bonnie menegaskan, usulan tidak harus datang dari daerah asalnya, Banyumas. Yang terpenting ada kajian akademik, bukan sekadar usulan tanpa dasar.

“Biasanya memang berasal dari daerah asalnya, tetapi yang lebih penting adalah kajian mendalam tentang kiprahnya,” jelasnya.

Baca juga : Lalu Hadrian Irfani: Kami Sepakati Demi Kebaikan Pendidikan

Bonnie sendiri mengaku mengenal kiprah Margono, termasuk melalui karyanya yang menulis biografi Ernest Douwes Dekker atau Danudirja Setiabudi, salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia.

“Saya juga mempelajari studi beliau tentang Multatuli. Sepanjang prosedur itu dilalui dan sesuai aturan, siapapun bisa saja diangkat sebagai pahlawan nasional,” pungkasnya. [UMM/BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense