BREAKING NEWS
 

Kena Efisiensi Anggaran Hingga Rp 998 Miliar

BNN Tetap Profesional Memberantas Narkoba

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : WIDIA SAPUTRA
Minggu, 16 Februari 2025 07:25 WIB
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Marthinus Hukom (kanan) menyampaikan rilis kepada media terkait pengungkapan peredaran narkotika di Kantor BNN RI, Jakarta, Selasa (14/1/2025). (Foto: NG Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Narkotika Nasional (BNN) mendukung langkah Pemerintah melakukan efisiensi anggaran di lingkungan Kementerian/Lembaga (K/L). Efisiensi anggaran di tubuh BNN tak akan menganggu kinerja pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Kepala BNN Komjen Marthinus Hukom menjelaskan, efisiensi anggaran BNN merupakan upaya mengeliminir pos anggaran yang kurang sesuai. Anggaran itu akan dialokasikan atau dialihkan ke proyek-proyek lain yang lebih membangun atau bermanfaat bagi rakyat.

Dia memastikan, meski lembaga yang dipimpinnya mendapat pemotongan hingga Rp 998 miliar di Tahun Anggaran (TA) 2025, BNN akan tetap professional dalam menjalankan tupoksinya, yakni melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba agar sejalan dengan Asta Cita Pemerintah.

Baca juga : BTN Gaet Developer,Desainer & Inovator

“Presiden punya cita-cita Asta Cita ketujuh. Selain itu, Presiden Prabowo juga telah menjadikan program pencegahan dan pemberantasan narkoba sebagai salah satu program prioritas,” ujar Marthinus dalam keterangannya, dikutip Sabtu (15/2/2025).

Diketahui, Asta Cita ketujuh Presiden Prabowo adalah memperkuat reformasi politik, hukum dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.

Marthinus menilai, adanya efisiensi sebetulnya baik bagi profesionalitas instansi. Ke depan, pihaknya dituntut mampu membuat skala prioritas, atau tak sekadar membuat banyak rencana yang belum tentu bisa dieksekusi.

Baca juga : Efisiensi Dongkrak Kinerja Birokrasi & Layanan Publik

“Saat ini, kami harus memprioritaskan mana program yang harus didahulukan,” imbuhnya.

Mathinus menambahkan, pihaknya akan menentukan skala prioritas agar BNN dapat fokus menjalankan program yang memiliki dampak luas.

“Satu kegiatan bisa menyelesaikan problem semuanya,” cetusnya.

Baca juga : Waspada, Kasus DBD Meningkat Di Jakarta

Sekretaris Utama (Sestama) BNN Tantan Sulistyana mengungkapkan, berdasarkan rapat terakhir dengan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan, efisiensi anggaran BNN melalui blokir anggaran ditetapkan sebesar Rp 998 miliar atau setara dengan 40,7 persen dari Pagu anggaran BNN.

Menurutnya, pemotongan itu bertujuan mendukung implementasi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, serta kebijakan Pemerintah dalam efisiensi anggaran.

Adsense

Dalam efisiensi ini, pihaknya akan melakukan rekonstruksi ulang Pagu Anggaran yang tersedia (pasca kebijakan blokir anggaran yang baru), dengan kegiatan-kegiatan yang ada di masing-masing satuan kerja (223 satuan kerja).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense